<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wakil Kepala BGN Bantah Kematian Balita di Cianjur Akibat Makan MBG</title><description>adan Gizi Nasional (BGN) membantah kabar yang menyebutkan bahwa meninggalnya seorang balita di Cianjur, Jawa Barat, disebabkan oleh Program Makan Bergizi Gratis (MBG).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/27/320/3214896/wakil-kepala-bgn-bantah-kematian-balita-di-cianjur-akibat-makan-mbg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/27/320/3214896/wakil-kepala-bgn-bantah-kematian-balita-di-cianjur-akibat-makan-mbg"/><item><title>Wakil Kepala BGN Bantah Kematian Balita di Cianjur Akibat Makan MBG</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/27/320/3214896/wakil-kepala-bgn-bantah-kematian-balita-di-cianjur-akibat-makan-mbg</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/27/320/3214896/wakil-kepala-bgn-bantah-kematian-balita-di-cianjur-akibat-makan-mbg</guid><pubDate>Senin 27 April 2026 09:49 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/27/320/3214896/wakil_kepala_bgn-RIln_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/27/320/3214896/wakil_kepala_bgn-RIln_large.jpg</image><title>Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) membantah kabar yang menyebutkan bahwa meninggalnya seorang balita di Cianjur, Jawa Barat, disebabkan oleh Program Makan Bergizi Gratis (MBG).&#13;
&#13;
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan informasi tersebut tidak benar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak benar meninggalnya bayi usia 2 tahun di Cianjur karena Program MBG,&amp;quot; tegas Nanik dalam keterangan resminya seperti dikutip Senin (27/4/2026).&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, makanan MBG diberikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukasirna 02 Leles pada 14 April 2026 dan langsung dikonsumsi oleh penerima manfaat pada hari yang sama. Menu yang disajikan terdiri dari mi kecap, telur dadar, susu, dan buah.&#13;
&#13;
Namun, pada malam hari dan keesokan paginya, orang tua anak memberikan tambahan makanan di luar program MBG, berupa apel dan susu formula yang dibeli secara mandiri.&#13;
&#13;
Gejala baru muncul dua hari kemudian, tepatnya pada 16 April 2026, saat anak mulai mengalami muntah-muntah. Nanik menegaskan, dari total 2.174 penerima manfaat yang menerima MBG pada 14 April, tidak ada satu pun yang mengalami gangguan pencernaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hal ini menjadi indikator bahwa makanan yang disalurkan dalam kondisi aman dan layak konsumsi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Nanik menambahkan, balita tersebut terakhir mengonsumsi MBG pada 14 April. Pada hari berikutnya, anak tersebut tidak mengonsumsi makanan dari program karena menolak makan. Gejala kemudian muncul pada 16 April sekitar pukul 06.00 pagi.&#13;
&#13;
BGN pun menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya penerima manfaat 3B tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda M. Abdul Bais. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,&amp;quot; ungkap Nanik.&#13;
&#13;
Secara terpisah, ayah almarhum, Sahjanudin (41), memastikan bahwa kematian anaknya tidak berkaitan dengan Program MBG.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya orang tua dari Abdul Bais menyatakan kematian anak saya ini murni karena sakit. Enggak ada hubungannya dengan dapur MBG SPPG Sukasirna 02 Leles,&amp;quot; ucapnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) membantah kabar yang menyebutkan bahwa meninggalnya seorang balita di Cianjur, Jawa Barat, disebabkan oleh Program Makan Bergizi Gratis (MBG).&#13;
&#13;
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan informasi tersebut tidak benar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak benar meninggalnya bayi usia 2 tahun di Cianjur karena Program MBG,&amp;quot; tegas Nanik dalam keterangan resminya seperti dikutip Senin (27/4/2026).&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, makanan MBG diberikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukasirna 02 Leles pada 14 April 2026 dan langsung dikonsumsi oleh penerima manfaat pada hari yang sama. Menu yang disajikan terdiri dari mi kecap, telur dadar, susu, dan buah.&#13;
&#13;
Namun, pada malam hari dan keesokan paginya, orang tua anak memberikan tambahan makanan di luar program MBG, berupa apel dan susu formula yang dibeli secara mandiri.&#13;
&#13;
Gejala baru muncul dua hari kemudian, tepatnya pada 16 April 2026, saat anak mulai mengalami muntah-muntah. Nanik menegaskan, dari total 2.174 penerima manfaat yang menerima MBG pada 14 April, tidak ada satu pun yang mengalami gangguan pencernaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hal ini menjadi indikator bahwa makanan yang disalurkan dalam kondisi aman dan layak konsumsi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Nanik menambahkan, balita tersebut terakhir mengonsumsi MBG pada 14 April. Pada hari berikutnya, anak tersebut tidak mengonsumsi makanan dari program karena menolak makan. Gejala kemudian muncul pada 16 April sekitar pukul 06.00 pagi.&#13;
&#13;
BGN pun menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya penerima manfaat 3B tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda M. Abdul Bais. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,&amp;quot; ungkap Nanik.&#13;
&#13;
Secara terpisah, ayah almarhum, Sahjanudin (41), memastikan bahwa kematian anaknya tidak berkaitan dengan Program MBG.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya orang tua dari Abdul Bais menyatakan kematian anak saya ini murni karena sakit. Enggak ada hubungannya dengan dapur MBG SPPG Sukasirna 02 Leles,&amp;quot; ucapnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
