<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> 3 Fakta Prabowo Percepat Pembangunan Giant Sea Wall, Dibangun dari Pantura</title><description>Presiden Prabowo Subianto ingin mempercepat pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di pesisir utara (pantura) Pulau Jawa. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/27/470/3214305/3-fakta-prabowo-percepat-pembangunan-giant-sea-wall-dibangun-dari-pantura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/27/470/3214305/3-fakta-prabowo-percepat-pembangunan-giant-sea-wall-dibangun-dari-pantura"/><item><title> 3 Fakta Prabowo Percepat Pembangunan Giant Sea Wall, Dibangun dari Pantura</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/27/470/3214305/3-fakta-prabowo-percepat-pembangunan-giant-sea-wall-dibangun-dari-pantura</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/27/470/3214305/3-fakta-prabowo-percepat-pembangunan-giant-sea-wall-dibangun-dari-pantura</guid><pubDate>Senin 27 April 2026 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/23/470/3214305/giant_sea_wall-798G_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> 3 Fakta Prabowo Percepat Pembangunan Giant Sea Wall, Dibangun dari Pantura (Foto: PU)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/23/470/3214305/giant_sea_wall-798G_large.jpg</image><title> 3 Fakta Prabowo Percepat Pembangunan Giant Sea Wall, Dibangun dari Pantura (Foto: PU)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto ingin mempercepat pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di pesisir utara (pantura) Pulau Jawa. Proyek ini akan dimulai dari wilayah Pantura dan dikerjakan secara bertahap.&#13;
&#13;
Sementara, Prabowo memerintahkan kampus-kampus hingga para dosen turut aktif mendukung rencana pembangunan tanggul laut raksasa tersebut. Hal ini mengemuka saat Prabowo memanggil para menteri membahas giant sea wall di rapat terbatas, Senin 20 April 2026.&#13;
&#13;
Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta Prabowo percepat pembangunan giant sea wall, Jakarta, Senin (27/4/2026).&#13;
&#13;
1. Pembangunan Giant Sea Wall&#13;
&#13;
Wamen Kelautan dan Perikanan yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf menjelaskan rapat tersebut mendalami rencana-rencana pembangunan. Proyek giant sea wall masih dalam tahap pendalaman, khususnya terkait aspek konstruksi dan kesiapan sumber daya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Soal giant sea wall, masih dalam tahap perencanaan dan kita akan mendalami lagi untuk kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan konstruksi,&amp;rdquo; kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan.&#13;
&#13;
Dia menuturkan, hingga saat ini belum ada keputusan baru, termasuk terkait investasi maupun waktu pasti pembangunan. &amp;quot;Belum, belum,&amp;quot; ucap dia saat ditanya terkait keputusan terbaru.&#13;
&#13;
Didit menjelaskan, proyek ini akan dimulai dari wilayah Pantura dan dikerjakan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kesiapan sumber daya yang ada.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pantura dulu (prioritas pembangunan),&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, waktu pelaksanaan masih dihitung karena berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk pemanfaatan sumber daya dalam negeri dan pendekatan ramah lingkungan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Prabowo Minta Dunia Pendidikan Dukung Giant Sea Wall&#13;
&#13;
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menjelaskan Presiden Prabowo juga memerintahkan kampus-kampus turut aktif mendukung rencana pembangunan tanggul laut raksasa.&#13;
&#13;
Brian menyampaikan tanggul laut raksasa menjadi infrastruktur strategis yang akan dibangun karena itu akan menyelamatkan 60 persen kawasan industri dan juga lebih dari 30 juta penduduk yang menetap di area pesisir utara Pulau Jawa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi tentu kami dari Kementerian Diktisaintek diminta untuk berpartisipasi aktif karena Giant Sea Wall ini kan strategis menyelamatkan 60 persen kawasan industri dan juga lebih dari 30 juta penduduk yang kalau program ini berjalan, maka akan bisa menyelamatkan tadi dua hal itu setidaknya,&amp;rdquo; kata Brian.&#13;
&#13;
3. Penelitian di Perguruan Tinggi&#13;
&#13;
Brian mengatakan, sudah banyak penelitian mengenai proyek tersebut di perguruan tinggi. Menurutnya, masih diperlukan penelitian untuk mendukung pengembangan giant sea wall.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nah, banyak hasil-hasil penelitian di kampus, ya, yang juga sudah uji coba salah satunya yang berhasil di Demak, Semarang, ya. Itu juga nanti kita diminta berpartisipasi aktif,&amp;rdquo; ujar dia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi dosen-dosen yang selama ini penelitian-penelitian yang ada di kampus yang mendukung untuk percepatan dan menjadi lebih efisien tentang pengembangan Giant Sea Wall itu diminta untuk terlibat. Iya, sementara itu ya,&amp;rdquo; sambung dia.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, pihaknya akan mulai mengundang para guru besar dari berbagai perguruan tinggi yang memiliki kiprah dalam penelitian tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Mereka akan dilibatkan dalam pembahasan perkembangan proyek itu bersama Kepala Badan Otorita Tanggul Laut yang juga menjabat Wamen Kelautan dan Perikanan (KP) Laksdya TNI (Purn) Didit Herdiawan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Iya, jadi langsung nanti minggu depan kami akan mengundang beberapa guru besar yang memang sudah memiliki keahlian dan terlibat pada beberapa kasus untuk beberapa proyek, ya. Untuk pembuatan daratan, reklamasi, dan sejenisnya itu kita akan ajak untuk bertemu dengan Kepala Badan Otorita Tanggul Laut di Indonesia,&amp;rdquo; jelas dia.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto ingin mempercepat pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di pesisir utara (pantura) Pulau Jawa. Proyek ini akan dimulai dari wilayah Pantura dan dikerjakan secara bertahap.&#13;
&#13;
Sementara, Prabowo memerintahkan kampus-kampus hingga para dosen turut aktif mendukung rencana pembangunan tanggul laut raksasa tersebut. Hal ini mengemuka saat Prabowo memanggil para menteri membahas giant sea wall di rapat terbatas, Senin 20 April 2026.&#13;
&#13;
Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta Prabowo percepat pembangunan giant sea wall, Jakarta, Senin (27/4/2026).&#13;
&#13;
1. Pembangunan Giant Sea Wall&#13;
&#13;
Wamen Kelautan dan Perikanan yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf menjelaskan rapat tersebut mendalami rencana-rencana pembangunan. Proyek giant sea wall masih dalam tahap pendalaman, khususnya terkait aspek konstruksi dan kesiapan sumber daya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Soal giant sea wall, masih dalam tahap perencanaan dan kita akan mendalami lagi untuk kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan konstruksi,&amp;rdquo; kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan.&#13;
&#13;
Dia menuturkan, hingga saat ini belum ada keputusan baru, termasuk terkait investasi maupun waktu pasti pembangunan. &amp;quot;Belum, belum,&amp;quot; ucap dia saat ditanya terkait keputusan terbaru.&#13;
&#13;
Didit menjelaskan, proyek ini akan dimulai dari wilayah Pantura dan dikerjakan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kesiapan sumber daya yang ada.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pantura dulu (prioritas pembangunan),&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, waktu pelaksanaan masih dihitung karena berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk pemanfaatan sumber daya dalam negeri dan pendekatan ramah lingkungan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Prabowo Minta Dunia Pendidikan Dukung Giant Sea Wall&#13;
&#13;
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menjelaskan Presiden Prabowo juga memerintahkan kampus-kampus turut aktif mendukung rencana pembangunan tanggul laut raksasa.&#13;
&#13;
Brian menyampaikan tanggul laut raksasa menjadi infrastruktur strategis yang akan dibangun karena itu akan menyelamatkan 60 persen kawasan industri dan juga lebih dari 30 juta penduduk yang menetap di area pesisir utara Pulau Jawa.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi tentu kami dari Kementerian Diktisaintek diminta untuk berpartisipasi aktif karena Giant Sea Wall ini kan strategis menyelamatkan 60 persen kawasan industri dan juga lebih dari 30 juta penduduk yang kalau program ini berjalan, maka akan bisa menyelamatkan tadi dua hal itu setidaknya,&amp;rdquo; kata Brian.&#13;
&#13;
3. Penelitian di Perguruan Tinggi&#13;
&#13;
Brian mengatakan, sudah banyak penelitian mengenai proyek tersebut di perguruan tinggi. Menurutnya, masih diperlukan penelitian untuk mendukung pengembangan giant sea wall.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nah, banyak hasil-hasil penelitian di kampus, ya, yang juga sudah uji coba salah satunya yang berhasil di Demak, Semarang, ya. Itu juga nanti kita diminta berpartisipasi aktif,&amp;rdquo; ujar dia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi dosen-dosen yang selama ini penelitian-penelitian yang ada di kampus yang mendukung untuk percepatan dan menjadi lebih efisien tentang pengembangan Giant Sea Wall itu diminta untuk terlibat. Iya, sementara itu ya,&amp;rdquo; sambung dia.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, pihaknya akan mulai mengundang para guru besar dari berbagai perguruan tinggi yang memiliki kiprah dalam penelitian tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Mereka akan dilibatkan dalam pembahasan perkembangan proyek itu bersama Kepala Badan Otorita Tanggul Laut yang juga menjabat Wamen Kelautan dan Perikanan (KP) Laksdya TNI (Purn) Didit Herdiawan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Iya, jadi langsung nanti minggu depan kami akan mengundang beberapa guru besar yang memang sudah memiliki keahlian dan terlibat pada beberapa kasus untuk beberapa proyek, ya. Untuk pembuatan daratan, reklamasi, dan sejenisnya itu kita akan ajak untuk bertemu dengan Kepala Badan Otorita Tanggul Laut di Indonesia,&amp;rdquo; jelas dia.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
