<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Penyebab Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur hingga Taksi Green SM Buka Suara</title><description>KAI menyerahkan proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memastikan penyebab tabrakan kereta KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/28/320/3215112/penyebab-tabrakan-kereta-di-stasiun-bekasi-timur-hingga-taksi-green-sm-buka-suara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/28/320/3215112/penyebab-tabrakan-kereta-di-stasiun-bekasi-timur-hingga-taksi-green-sm-buka-suara"/><item><title> Penyebab Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur hingga Taksi Green SM Buka Suara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/28/320/3215112/penyebab-tabrakan-kereta-di-stasiun-bekasi-timur-hingga-taksi-green-sm-buka-suara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/28/320/3215112/penyebab-tabrakan-kereta-di-stasiun-bekasi-timur-hingga-taksi-green-sm-buka-suara</guid><pubDate>Selasa 28 April 2026 08:04 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/28/320/3215112/kecelakaan-uHei_large.png" expression="full" type="image/jpeg"> Penyebab Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur hingga Taksi Green SM Buka Suara (Foto: Tangkapan Layar/Instagram @infobekasi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/28/320/3215112/kecelakaan-uHei_large.png</image><title> Penyebab Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur hingga Taksi Green SM Buka Suara (Foto: Tangkapan Layar/Instagram @infobekasi)</title></images><description>JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyerahkan proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memastikan penyebab tabrakan kereta KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin 27 April 2026 malam.&#13;
&#13;
Proses investigasi kepada KNKT ini untuk memastikan penyebab kejadian dapat diidentifikasi secara menyeluruh. Demikian dikutip dari keterangan resmi KAI, Jakarta, Selasa (28/4/2026).&#13;
&#13;
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan, hingga saat ini sebanyak 7 orang meninggal dunia akibat insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Sementara itu, 81 orang mengalami luka-luka dan masih ada 3 orang yang terperangkap di dalam kereta. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya mengupdate jumlah korban yang terjadi kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia itu 7 orang. Dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang. Dan yang ada masih terperangkap itu sekitar 3 orang, yang terperangkap di dalam kereta,&amp;rdquo; ungkap Bobby saat Konferensi Pers di Stasiun Bekasi Timur.&#13;
&#13;
Bobby mengatakan bahwa evakuasi berlangsung cukup lama dan sudah berlangsung selama 8 jam. Dia memastikan bahwa pelaksanaan evakuasi dilakukan dengan kehati-hatian. &amp;ldquo;Dan kita lakukan hati-hati sekali, sangat hati-hati sekali nanti kepala Basarnas yang akan menjelaskan teknis pelaksanaan kehati-hatian kita dalam melaksanakan evakuasi dari korban.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Bobby memastikan bahwa evakuasi dari rangkaian KA Bromo sebanyak 12 gerbong telah dilakukan dan dievakuasi ke Stasiun Bekasi. &amp;ldquo;Dan selanjutnya kami juga sudah siap untuk melakukan evakuasi dari lokomotif yang ada pada kereta Bromo Anggrek tersebut. Dan kami berkoordinasi dengan Basarnas untuk menimbang atau mempertimbangkan aspek-aspek kehati-hatian dan keselamatan dari korban yang masih terperangkap di dalam kereta,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Taksi Green SM Buka Suara Soal Tabrakan Kereta di Bekasi&#13;
&#13;
Sementara itu, Green SM Indonesia angkat bicara terkait insiden di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur, yang melibatkan salah satu kendaraannya dengan kereta yang melintas.&#13;
&#13;
Green SM Indonesia menyampaikan keprihatinan atas insiden yang terjadi di kawasan Bekasi Timur tersebut. Perusahaan menegaskan tengah memberikan perhatian penuh terhadap peristiwa yang melibatkan armadanya.&#13;
&#13;
Green SM Indonesia juga memastikan telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, guna mendukung proses investigasi yang saat ini masih berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi,&amp;quot; demikian pernyataan resmi Green SM Indonesia.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Green SM Indonesia menegaskan, bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam operasional mereka. Perusahaan berkomitmen menjaga standar keselamatan melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan.&#13;
&#13;
Seiring proses penyelidikan yang masih berjalan, pihak perusahaan menyatakan akan terus memberikan pembaruan informasi kepada publik, dengan memastikan seluruh data yang disampaikan telah terverifikasi.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyerahkan proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memastikan penyebab tabrakan kereta KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin 27 April 2026 malam.&#13;
&#13;
Proses investigasi kepada KNKT ini untuk memastikan penyebab kejadian dapat diidentifikasi secara menyeluruh. Demikian dikutip dari keterangan resmi KAI, Jakarta, Selasa (28/4/2026).&#13;
&#13;
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan, hingga saat ini sebanyak 7 orang meninggal dunia akibat insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Sementara itu, 81 orang mengalami luka-luka dan masih ada 3 orang yang terperangkap di dalam kereta. &amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya mengupdate jumlah korban yang terjadi kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia itu 7 orang. Dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang. Dan yang ada masih terperangkap itu sekitar 3 orang, yang terperangkap di dalam kereta,&amp;rdquo; ungkap Bobby saat Konferensi Pers di Stasiun Bekasi Timur.&#13;
&#13;
Bobby mengatakan bahwa evakuasi berlangsung cukup lama dan sudah berlangsung selama 8 jam. Dia memastikan bahwa pelaksanaan evakuasi dilakukan dengan kehati-hatian. &amp;ldquo;Dan kita lakukan hati-hati sekali, sangat hati-hati sekali nanti kepala Basarnas yang akan menjelaskan teknis pelaksanaan kehati-hatian kita dalam melaksanakan evakuasi dari korban.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Bobby memastikan bahwa evakuasi dari rangkaian KA Bromo sebanyak 12 gerbong telah dilakukan dan dievakuasi ke Stasiun Bekasi. &amp;ldquo;Dan selanjutnya kami juga sudah siap untuk melakukan evakuasi dari lokomotif yang ada pada kereta Bromo Anggrek tersebut. Dan kami berkoordinasi dengan Basarnas untuk menimbang atau mempertimbangkan aspek-aspek kehati-hatian dan keselamatan dari korban yang masih terperangkap di dalam kereta,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Taksi Green SM Buka Suara Soal Tabrakan Kereta di Bekasi&#13;
&#13;
Sementara itu, Green SM Indonesia angkat bicara terkait insiden di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur, yang melibatkan salah satu kendaraannya dengan kereta yang melintas.&#13;
&#13;
Green SM Indonesia menyampaikan keprihatinan atas insiden yang terjadi di kawasan Bekasi Timur tersebut. Perusahaan menegaskan tengah memberikan perhatian penuh terhadap peristiwa yang melibatkan armadanya.&#13;
&#13;
Green SM Indonesia juga memastikan telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, guna mendukung proses investigasi yang saat ini masih berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi,&amp;quot; demikian pernyataan resmi Green SM Indonesia.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Green SM Indonesia menegaskan, bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam operasional mereka. Perusahaan berkomitmen menjaga standar keselamatan melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan.&#13;
&#13;
Seiring proses penyelidikan yang masih berjalan, pihak perusahaan menyatakan akan terus memberikan pembaruan informasi kepada publik, dengan memastikan seluruh data yang disampaikan telah terverifikasi.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
