<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menhub Sampaikan Duka Mendalam untuk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi</title><description>Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan bahwa proses evakuasi dan penanganan korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur dilakukan secara cepat, terkoordinasi, serta dilaksanakan dengan penuh kehti-hatian dengan mempertimbangkan keselamatan korban dan petugas di lapangan.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/28/320/3215158/menhub-sampaikan-duka-mendalam-untuk-korban-kecelakaan-kereta-di-bekasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/28/320/3215158/menhub-sampaikan-duka-mendalam-untuk-korban-kecelakaan-kereta-di-bekasi"/><item><title>Menhub Sampaikan Duka Mendalam untuk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/28/320/3215158/menhub-sampaikan-duka-mendalam-untuk-korban-kecelakaan-kereta-di-bekasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/28/320/3215158/menhub-sampaikan-duka-mendalam-untuk-korban-kecelakaan-kereta-di-bekasi</guid><pubDate>Selasa 28 April 2026 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/28/320/3215158/menhub_dudy-OsMT_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Menhub Dudy (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/28/320/3215158/menhub_dudy-OsMT_large.png</image><title>Menhub Dudy (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan bahwa proses evakuasi dan penanganan korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur dilakukan secara cepat, terkoordinasi, serta dilaksanakan dengan penuh kehti-hatian dengan mempertimbangkan keselamatan korban dan petugas di lapangan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menhub Dudy bersama tim teknis dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan PT Kereta Api Indonesia berada di lokasi sejak Senin malam (27/4) hingga Selasa pagi (28/4) untuk memimpin langsung penanganan di lapangan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menhub menyampaikan duka cita mendalam atas korban meninggal dunia dan berharap korban luka dapat segera pulih, sekaligus menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan pelayanan transportasi yang tidak hanya andal, tetapi juga mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami ingin menyampaikan duka cita mendalam untuk korban meninggal dunia. Kemudian terhadap korban-korban luka, kami berharap dapat segera diberi kesembuhan. Kejadian kecelakaan kereta api ini jadi pelajaran yang sangat penting buat PT KAI dan kami, untuk bagaimana bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, tapi juga harus memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus juga yang paling utama keselamatan kepada penumpang,&amp;rdquo; ujar Menhub Dudy dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/4/2026)..&#13;
&#13;
Berdasarkan kronologi awal, insiden kecelakaan bermula ketika rangkaian kereta rel listrik (KRL) relasi Bekasi&amp;ndash;Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebagai dampaknya, petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur. Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta&amp;ndash;Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.&#13;
&#13;
Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan optimal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Evakuasi korban dilakukan secara bertahap, terukur, dan penuh kehati-hatian guna meminimalkan risiko tambahan, dengan mempertimbangkan kondisi rangkaian kereta serta keselamatan petugas dan korban. Upaya ini didukung melalui pendirian Posko Tanggap Darurat di Stasiun Bekasi Timur serta penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan bahwa proses evakuasi dan penanganan korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur dilakukan secara cepat, terkoordinasi, serta dilaksanakan dengan penuh kehti-hatian dengan mempertimbangkan keselamatan korban dan petugas di lapangan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menhub Dudy bersama tim teknis dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan PT Kereta Api Indonesia berada di lokasi sejak Senin malam (27/4) hingga Selasa pagi (28/4) untuk memimpin langsung penanganan di lapangan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menhub menyampaikan duka cita mendalam atas korban meninggal dunia dan berharap korban luka dapat segera pulih, sekaligus menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan pelayanan transportasi yang tidak hanya andal, tetapi juga mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami ingin menyampaikan duka cita mendalam untuk korban meninggal dunia. Kemudian terhadap korban-korban luka, kami berharap dapat segera diberi kesembuhan. Kejadian kecelakaan kereta api ini jadi pelajaran yang sangat penting buat PT KAI dan kami, untuk bagaimana bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, tapi juga harus memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus juga yang paling utama keselamatan kepada penumpang,&amp;rdquo; ujar Menhub Dudy dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/4/2026)..&#13;
&#13;
Berdasarkan kronologi awal, insiden kecelakaan bermula ketika rangkaian kereta rel listrik (KRL) relasi Bekasi&amp;ndash;Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebagai dampaknya, petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur. Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta&amp;ndash;Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.&#13;
&#13;
Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan optimal.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Evakuasi korban dilakukan secara bertahap, terukur, dan penuh kehati-hatian guna meminimalkan risiko tambahan, dengan mempertimbangkan kondisi rangkaian kereta serta keselamatan petugas dan korban. Upaya ini didukung melalui pendirian Posko Tanggap Darurat di Stasiun Bekasi Timur serta penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
