<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Hari Ini Ditutup Naik ke Rp17.229 per Dolar AS</title><description>Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup naik 57 poin atau sekitar 0,33 persen ke level Rp17.229 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (28/4/2026).&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/28/320/3215238/rupiah-hari-ini-ditutup-naik-ke-rp17-229-per-dolar-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/28/320/3215238/rupiah-hari-ini-ditutup-naik-ke-rp17-229-per-dolar-as"/><item><title>Rupiah Hari Ini Ditutup Naik ke Rp17.229 per Dolar AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/28/320/3215238/rupiah-hari-ini-ditutup-naik-ke-rp17-229-per-dolar-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/28/320/3215238/rupiah-hari-ini-ditutup-naik-ke-rp17-229-per-dolar-as</guid><pubDate>Selasa 28 April 2026 17:36 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/28/320/3215238/rupiah_hari_ini-6pDX_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/28/320/3215238/rupiah_hari_ini-6pDX_large.jpg</image><title>Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup naik 57 poin atau sekitar 0,33 persen ke level Rp17.229 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (28/4/2026).&#13;
&#13;
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa sentimen datang dari global yaitu upaya untuk mengakhiri perang AS-Iran tampaknya terhenti, dengan jalur air penting Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup, sehingga pasokan energi dari wilayah penghasil minyak utama di Timur Tengah tersebut tidak dapat diakses oleh pembeli global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Iran terlihat menawarkan proposal baru untuk membuka kembali Selat Hormuz awal pekan ini. Namun, laporan pada hari Senin menunjukkan Washington sebagian besar skeptis terhadap proposal tersebut, mengingat hal itu melibatkan penundaan pembicaraan tentang aktivitas nuklir Teheran,&amp;rdquo; tulis Ibrahim dalam risetnya.&#13;
&#13;
Presiden AS Donald Trump tidak senang dengan proposal terbaru Iran yang bertujuan untuk mengakhiri perang, kata seorang pejabat AS pada hari Senin. Sumber-sumber Iran mengungkapkan pada hari Senin bahwa proposal Teheran menghindari pembahasan program nuklirnya sampai permusuhan berhenti dan sengketa pelayaran di Teluk diselesaikan.&#13;
&#13;
Ketidakpuasan Trump terhadap tawaran Iran membuat konflik tersebut buntu, dengan Iran menutup arus pelayaran melalui Selat Hormuz, yang biasanya membawa pasokan setara dengan sekitar 20 persen konsumsi minyak dan gas global, dan AS tetap memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.&#13;
&#13;
Bank Sentral AS dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan minggu ini, dan kemungkinan akan memberikan lebih banyak petunjuk tentang kebijakan moneter dan prospek inflasi dalam menghadapi gangguan dari perang Iran.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
The Fed juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari Rabu. Powell akan digantikan oleh mantan gubernur Fed, Kevin Warsh, yang memberikan kesaksian di hadapan Kongres dalam sidang konfirmasi pekan lalu.&#13;
&#13;
Dari sentimen domestik, dalam kondisi rupiah melemah, pemerintah maupun Bank Indonesia selalu beranggapan bahwa rupiah berada di bawah nilai wajarnya atau undervalued.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Narasi tersebut terus berulang dalam berbagai situasi, baik saat gejolak global, pandemi, maupun ketika kondisi pasar relatif stabil. Bahkan, ketika nilai tukar menyentuh kisaran Rp17.300 per dolar AS, pernyataan serupa kembali mengemuka.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau kita lihat kebelakang, sejak 2014 nilai rupiah dikisaran Rp.12.000 per dollar AS hingga melemah ke level Rp.17.000-an dalam beberapa tahun terakhir. Dan kita mempertanyakan relevansi narasi tersebut mengingat tren jangka panjang rupiah yang justru terus mengalami depresiasi,&amp;rdquo; kata Ibrahim.&#13;
&#13;
Kondisi tersebut semestinya mendorong evaluasi lebih mendalam terhadap pemahaman mengenai nilai wajar rupiah, alih-alih terus mengulang narasi yang sama.&#13;
&#13;
Di satu sisi, sejumlah indikator makroekonomi Indonesia terlihat relatif kuat, seperti inflasi yang terkendali, pertumbuhan ekonomi yang stabil, serta sistem keuangan yang terjaga.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di sisi lain, terdapat dinamika struktural yang dinilai perlu mendapat perhatian, seperti cadangan devisa yang sebagian ditopang oleh utang, arus investasi asing yang masuk tetapi diikuti aliran keluar dalam bentuk dividen dan bunga, serta gejala pelemahan struktur ekonomi seperti deindustrialisasi dini. Ketergantungan terhadap aliran modal asing jangka pendek, juga menjadi faktor yang membuat nilai tukar rentan terhadap tekanan eksternal.&#13;
&#13;
Penggunaan narasi &amp;ldquo;rupiah undervalued&amp;rdquo; telah bergeser dari analisis ekonomi menjadi instrumen komunikasi untuk meredam kepanikan pasar dan menjaga optimisme. Namun, narasi tersebut berpotensi menjadi problematis apabila terus diulang tanpa diiringi perbaikan fundamental yang nyata. Penguatan kepercayaan terhadap mata uang tidak dapat dibangun hanya melalui narasi. Langkah tersebut harus didasarkan pada perbaikan fundamental ekonomi secara nyata.&#13;
&#13;
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.240-Rp17.280 per dolar AS.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup naik 57 poin atau sekitar 0,33 persen ke level Rp17.229 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (28/4/2026).&#13;
&#13;
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa sentimen datang dari global yaitu upaya untuk mengakhiri perang AS-Iran tampaknya terhenti, dengan jalur air penting Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup, sehingga pasokan energi dari wilayah penghasil minyak utama di Timur Tengah tersebut tidak dapat diakses oleh pembeli global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Iran terlihat menawarkan proposal baru untuk membuka kembali Selat Hormuz awal pekan ini. Namun, laporan pada hari Senin menunjukkan Washington sebagian besar skeptis terhadap proposal tersebut, mengingat hal itu melibatkan penundaan pembicaraan tentang aktivitas nuklir Teheran,&amp;rdquo; tulis Ibrahim dalam risetnya.&#13;
&#13;
Presiden AS Donald Trump tidak senang dengan proposal terbaru Iran yang bertujuan untuk mengakhiri perang, kata seorang pejabat AS pada hari Senin. Sumber-sumber Iran mengungkapkan pada hari Senin bahwa proposal Teheran menghindari pembahasan program nuklirnya sampai permusuhan berhenti dan sengketa pelayaran di Teluk diselesaikan.&#13;
&#13;
Ketidakpuasan Trump terhadap tawaran Iran membuat konflik tersebut buntu, dengan Iran menutup arus pelayaran melalui Selat Hormuz, yang biasanya membawa pasokan setara dengan sekitar 20 persen konsumsi minyak dan gas global, dan AS tetap memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.&#13;
&#13;
Bank Sentral AS dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan minggu ini, dan kemungkinan akan memberikan lebih banyak petunjuk tentang kebijakan moneter dan prospek inflasi dalam menghadapi gangguan dari perang Iran.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
The Fed juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari Rabu. Powell akan digantikan oleh mantan gubernur Fed, Kevin Warsh, yang memberikan kesaksian di hadapan Kongres dalam sidang konfirmasi pekan lalu.&#13;
&#13;
Dari sentimen domestik, dalam kondisi rupiah melemah, pemerintah maupun Bank Indonesia selalu beranggapan bahwa rupiah berada di bawah nilai wajarnya atau undervalued.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Narasi tersebut terus berulang dalam berbagai situasi, baik saat gejolak global, pandemi, maupun ketika kondisi pasar relatif stabil. Bahkan, ketika nilai tukar menyentuh kisaran Rp17.300 per dolar AS, pernyataan serupa kembali mengemuka.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau kita lihat kebelakang, sejak 2014 nilai rupiah dikisaran Rp.12.000 per dollar AS hingga melemah ke level Rp.17.000-an dalam beberapa tahun terakhir. Dan kita mempertanyakan relevansi narasi tersebut mengingat tren jangka panjang rupiah yang justru terus mengalami depresiasi,&amp;rdquo; kata Ibrahim.&#13;
&#13;
Kondisi tersebut semestinya mendorong evaluasi lebih mendalam terhadap pemahaman mengenai nilai wajar rupiah, alih-alih terus mengulang narasi yang sama.&#13;
&#13;
Di satu sisi, sejumlah indikator makroekonomi Indonesia terlihat relatif kuat, seperti inflasi yang terkendali, pertumbuhan ekonomi yang stabil, serta sistem keuangan yang terjaga.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Di sisi lain, terdapat dinamika struktural yang dinilai perlu mendapat perhatian, seperti cadangan devisa yang sebagian ditopang oleh utang, arus investasi asing yang masuk tetapi diikuti aliran keluar dalam bentuk dividen dan bunga, serta gejala pelemahan struktur ekonomi seperti deindustrialisasi dini. Ketergantungan terhadap aliran modal asing jangka pendek, juga menjadi faktor yang membuat nilai tukar rentan terhadap tekanan eksternal.&#13;
&#13;
Penggunaan narasi &amp;ldquo;rupiah undervalued&amp;rdquo; telah bergeser dari analisis ekonomi menjadi instrumen komunikasi untuk meredam kepanikan pasar dan menjaga optimisme. Namun, narasi tersebut berpotensi menjadi problematis apabila terus diulang tanpa diiringi perbaikan fundamental yang nyata. Penguatan kepercayaan terhadap mata uang tidak dapat dibangun hanya melalui narasi. Langkah tersebut harus didasarkan pada perbaikan fundamental ekonomi secara nyata.&#13;
&#13;
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.240-Rp17.280 per dolar AS.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
