<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Siap Intervensi Utang Whoosh, Skema Diumumkan Mei 2026</title><description>Sinyal kuat bahwa negara akan turun tangan karena beban finansial proyek ini dinilai terlalu berat jika hanya ditanggung oleh operator secara mandiri&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/28/320/3215269/pemerintah-siap-intervensi-utang-whoosh-skema-diumumkan-mei-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/28/320/3215269/pemerintah-siap-intervensi-utang-whoosh-skema-diumumkan-mei-2026"/><item><title>Pemerintah Siap Intervensi Utang Whoosh, Skema Diumumkan Mei 2026</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/28/320/3215269/pemerintah-siap-intervensi-utang-whoosh-skema-diumumkan-mei-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/28/320/3215269/pemerintah-siap-intervensi-utang-whoosh-skema-diumumkan-mei-2026</guid><pubDate>Selasa 28 April 2026 19:31 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/28/320/3215269/kereta_cepat-S8lv_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemerintah mematangkan langkah intervensi untuk mengatasi beban utang proyek Kereta Cepat Whoosh Jakarta&amp;ndash;Bandung. (Foto: Okezone.com/KCIC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/28/320/3215269/kereta_cepat-S8lv_large.jpg</image><title>Pemerintah mematangkan langkah intervensi untuk mengatasi beban utang proyek Kereta Cepat Whoosh Jakarta&amp;ndash;Bandung. (Foto: Okezone.com/KCIC)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah mematangkan langkah intervensi untuk mengatasi beban utang proyek Kereta Cepat Whoosh Jakarta&amp;ndash;Bandung. Skema restrukturisasi dijadwalkan diumumkan secara resmi dalam beberapa pekan mendatang guna memastikan keberlanjutan operasional dan finansial moda transportasi modern tersebut.&#13;
&#13;
Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Dony Oskaria memberikan sinyal kuat bahwa negara akan turun tangan karena beban finansial proyek ini dinilai terlalu berat jika hanya ditanggung oleh operator secara mandiri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau dibebankan kepada kereta api saja, tentu kereta api tidak cukup untuk menanggung beban finansialnya,&amp;rdquo; ujar Dony kepada awak media di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (28/4/2026).&#13;
&#13;
Dony menjelaskan kendala utama Whoosh saat ini bukan terletak pada sisi operasional, melainkan pada struktur pendanaan awal yang dibebani utang besar akibat porsi ekuitas yang minim.&#13;
&#13;
Meski ia belum merinci bentuk bantuan yang akan diberikan, apakah berupa tambahan modal atau mekanisme lainnya, fokus utama pemerintah adalah memastikan kelangsungan usaha Whoosh.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jangan terjebak pada how-nya. Penyelesaian itu bagaimana kemudian Whoosh ini sustain ke depan,&amp;rdquo; tegas Dony.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang kita selesaikan adalah bagaimana beban finansialnya. Operasional itu sudah berjalan dengan baik,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Struktur intervensi ini nantinya akan melibatkan koordinasi intensif dengan Kementerian Keuangan dan akan diumumkan secara detail setelah proses finalisasi bersama Menteri Keuangan selesai.&#13;
&#13;
Sinyal percepatan restrukturisasi ini diperkuat oleh pernyataan CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Perkasa Roeslani.&#13;
&#13;
Menurutnya, keputusan administratif terkait skema penyelamatan tersebut sudah disetujui oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sudah diputuskan oleh Pak Menko Infra,&amp;rdquo; kata Rosan singkat.&#13;
&#13;
Saat dikonfirmasi mengenai kepastian waktu implementasi kebijakan tersebut, Rosan memberikan indikasi bahwa prosesnya akan dimulai pada bulan depan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Iya, nanti akan dimulai,&amp;rdquo; pungkas Rosan menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan pelaksanaan restrukturisasi pada Mei 2026.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah mematangkan langkah intervensi untuk mengatasi beban utang proyek Kereta Cepat Whoosh Jakarta&amp;ndash;Bandung. Skema restrukturisasi dijadwalkan diumumkan secara resmi dalam beberapa pekan mendatang guna memastikan keberlanjutan operasional dan finansial moda transportasi modern tersebut.&#13;
&#13;
Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Dony Oskaria memberikan sinyal kuat bahwa negara akan turun tangan karena beban finansial proyek ini dinilai terlalu berat jika hanya ditanggung oleh operator secara mandiri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau dibebankan kepada kereta api saja, tentu kereta api tidak cukup untuk menanggung beban finansialnya,&amp;rdquo; ujar Dony kepada awak media di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (28/4/2026).&#13;
&#13;
Dony menjelaskan kendala utama Whoosh saat ini bukan terletak pada sisi operasional, melainkan pada struktur pendanaan awal yang dibebani utang besar akibat porsi ekuitas yang minim.&#13;
&#13;
Meski ia belum merinci bentuk bantuan yang akan diberikan, apakah berupa tambahan modal atau mekanisme lainnya, fokus utama pemerintah adalah memastikan kelangsungan usaha Whoosh.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jangan terjebak pada how-nya. Penyelesaian itu bagaimana kemudian Whoosh ini sustain ke depan,&amp;rdquo; tegas Dony.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang kita selesaikan adalah bagaimana beban finansialnya. Operasional itu sudah berjalan dengan baik,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Struktur intervensi ini nantinya akan melibatkan koordinasi intensif dengan Kementerian Keuangan dan akan diumumkan secara detail setelah proses finalisasi bersama Menteri Keuangan selesai.&#13;
&#13;
Sinyal percepatan restrukturisasi ini diperkuat oleh pernyataan CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Perkasa Roeslani.&#13;
&#13;
Menurutnya, keputusan administratif terkait skema penyelamatan tersebut sudah disetujui oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sudah diputuskan oleh Pak Menko Infra,&amp;rdquo; kata Rosan singkat.&#13;
&#13;
Saat dikonfirmasi mengenai kepastian waktu implementasi kebijakan tersebut, Rosan memberikan indikasi bahwa prosesnya akan dimulai pada bulan depan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Iya, nanti akan dimulai,&amp;rdquo; pungkas Rosan menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan pelaksanaan restrukturisasi pada Mei 2026.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
