<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>UEA Keluar dari OPEC Mulai 1 Mei 2026, Ini Alasannya</title><description>Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan OPEC+ mulai 1 Mei 2026.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/29/320/3215323/uea-keluar-dari-opec-mulai-1-mei-2026-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/04/29/320/3215323/uea-keluar-dari-opec-mulai-1-mei-2026-ini-alasannya"/><item><title>UEA Keluar dari OPEC Mulai 1 Mei 2026, Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/04/29/320/3215323/uea-keluar-dari-opec-mulai-1-mei-2026-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/04/29/320/3215323/uea-keluar-dari-opec-mulai-1-mei-2026-ini-alasannya</guid><pubDate>Rabu 29 April 2026 06:48 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/04/29/320/3215323/opec-sVe5_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">UEA Keluar dari OPEC Mulai 1 Mei 2026, Ini Alasannya (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/04/29/320/3215323/opec-sVe5_large.jpg</image><title>UEA Keluar dari OPEC Mulai 1 Mei 2026, Ini Alasannya (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan OPEC+ mulai 1 Mei 2026. Pengumuman UEA keluar dari OPEC menjadi pukulan telak bagi anggota OPEC lainnya sebagai produsen minyak terbesar di dunia, khususnya di Timur Tengah.&#13;
&#13;
Pengumuman mengejutkan ini disampaikan pada Selasa waktu setempat, &amp;nbsp;setelah UEA menjadi target serangan rudal dan drone selama berminggu-minggu oleh sesama anggota OPEC, Iran. Serangan Teheran terhadap pelayaran di Selat Hormuz juga sangat membatasi kemampuan UEA untuk mengekspor minyak, mengancam fondasi ekonominya.&#13;
&#13;
UEA telah memainkan peran berpengaruh dalam keputusan OPEC selama hampir enam dekade. Pada bulan Februari, UEA merupakan produsen minyak terbesar ketiga di grup tersebut setelah Arab Saudi dan Irak. Keanggotaan UEA di OPEC berawal dari Emirat Abu Dhabi pada tahun 1967, tujuh tahun setelah organisasi tersebut didirikan. Demikian dilansir CNBC, Jakarta, Rabu (29/4/2026).&#13;
&#13;
Alasan UEA keluar dari OPEC demi kepentingan nasionalnya setelah melakukan tinjauan komprehensif terhadap kebijakan dan kapasitas produksinya, kata Kementerian Energi UEA dalam sebuah pernyataan tertulis.&#13;
&#13;
Menteri Energi Suhail Al Mazrouei mengatakan, UEA mengambil keputusan untuk meninggalkan OPEC di waktu yang tepat karena tidak mengganggu produsen lain dalam kelompok tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Keluarnya kami saat ini adalah waktu yang tepat, karena akan berdampak minimal pada harga dan akan berdampak minimal pada teman-teman kami di OPEC dan OPEC+,&amp;quot; kata Al Mazrouei.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, UEA memiliki ambisi untuk mencapai kapasitas 5 juta barel per hari pada tahun 2027 dan menginginkan lebih banyak kebebasan bertindak untuk mengejar tujuan tersebut. Keputusan untuk meninggalkan OPEC bukanlah respons terhadap pemotongan produksi selama bertahun-tahun yang dipimpin oleh Arab Saudi, katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini tidak ada hubungannya dengan saudara atau teman kami di dalam kelompok tersebut,&amp;quot; kata Al Mazrouei. &amp;quot;Kami telah bekerja sama selama bertahun-tahun. Kami sangat menghormati Arab Saudi karena memimpin OPEC.&amp;quot;&#13;
&#13;
UEA tetap berkomitmen pada stabilitas pasar dan akan terus bekerja sama dengan produsen dan konsumen untuk tujuan tersebut, kata Kementerian Energi dalam pernyataan tertulisnya. Keluarnya UEA dari OPEC akan memberikan fleksibilitas lebih besar untuk menanggapi dinamika pasar, tambah kementerian tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami menegaskan kembali apresiasi kami atas upaya OPEC dan aliansi OPEC+ dan mendoakan kesuksesan bagi mereka,&amp;quot; kata Kementerian Energi.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan OPEC+ mulai 1 Mei 2026. Pengumuman UEA keluar dari OPEC menjadi pukulan telak bagi anggota OPEC lainnya sebagai produsen minyak terbesar di dunia, khususnya di Timur Tengah.&#13;
&#13;
Pengumuman mengejutkan ini disampaikan pada Selasa waktu setempat, &amp;nbsp;setelah UEA menjadi target serangan rudal dan drone selama berminggu-minggu oleh sesama anggota OPEC, Iran. Serangan Teheran terhadap pelayaran di Selat Hormuz juga sangat membatasi kemampuan UEA untuk mengekspor minyak, mengancam fondasi ekonominya.&#13;
&#13;
UEA telah memainkan peran berpengaruh dalam keputusan OPEC selama hampir enam dekade. Pada bulan Februari, UEA merupakan produsen minyak terbesar ketiga di grup tersebut setelah Arab Saudi dan Irak. Keanggotaan UEA di OPEC berawal dari Emirat Abu Dhabi pada tahun 1967, tujuh tahun setelah organisasi tersebut didirikan. Demikian dilansir CNBC, Jakarta, Rabu (29/4/2026).&#13;
&#13;
Alasan UEA keluar dari OPEC demi kepentingan nasionalnya setelah melakukan tinjauan komprehensif terhadap kebijakan dan kapasitas produksinya, kata Kementerian Energi UEA dalam sebuah pernyataan tertulis.&#13;
&#13;
Menteri Energi Suhail Al Mazrouei mengatakan, UEA mengambil keputusan untuk meninggalkan OPEC di waktu yang tepat karena tidak mengganggu produsen lain dalam kelompok tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Keluarnya kami saat ini adalah waktu yang tepat, karena akan berdampak minimal pada harga dan akan berdampak minimal pada teman-teman kami di OPEC dan OPEC+,&amp;quot; kata Al Mazrouei.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, UEA memiliki ambisi untuk mencapai kapasitas 5 juta barel per hari pada tahun 2027 dan menginginkan lebih banyak kebebasan bertindak untuk mengejar tujuan tersebut. Keputusan untuk meninggalkan OPEC bukanlah respons terhadap pemotongan produksi selama bertahun-tahun yang dipimpin oleh Arab Saudi, katanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini tidak ada hubungannya dengan saudara atau teman kami di dalam kelompok tersebut,&amp;quot; kata Al Mazrouei. &amp;quot;Kami telah bekerja sama selama bertahun-tahun. Kami sangat menghormati Arab Saudi karena memimpin OPEC.&amp;quot;&#13;
&#13;
UEA tetap berkomitmen pada stabilitas pasar dan akan terus bekerja sama dengan produsen dan konsumen untuk tujuan tersebut, kata Kementerian Energi dalam pernyataan tertulisnya. Keluarnya UEA dari OPEC akan memberikan fleksibilitas lebih besar untuk menanggapi dinamika pasar, tambah kementerian tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami menegaskan kembali apresiasi kami atas upaya OPEC dan aliansi OPEC+ dan mendoakan kesuksesan bagi mereka,&amp;quot; kata Kementerian Energi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
