<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Catat 15 Perusahaan Antre IPO, Mayoritas Aset Jumbo</title><description>BEI mencatat 15 perusahaan dalam antrean atau pipeline untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) hingga akhir April 2026.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/02/278/3215955/bei-catat-15-perusahaan-antre-ipo-mayoritas-aset-jumbo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/02/278/3215955/bei-catat-15-perusahaan-antre-ipo-mayoritas-aset-jumbo"/><item><title>BEI Catat 15 Perusahaan Antre IPO, Mayoritas Aset Jumbo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/02/278/3215955/bei-catat-15-perusahaan-antre-ipo-mayoritas-aset-jumbo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/02/278/3215955/bei-catat-15-perusahaan-antre-ipo-mayoritas-aset-jumbo</guid><pubDate>Sabtu 02 Mei 2026 13:07 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/02/278/3215955/bei-JZW2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BEI Catat 15 Perusahaan Antre IPO, Mayoritas Aset Jumbo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/02/278/3215955/bei-JZW2_large.jpg</image><title>BEI Catat 15 Perusahaan Antre IPO, Mayoritas Aset Jumbo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 15 perusahaan dalam antrean atau pipeline untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) hingga akhir April 2026.&#13;
&#13;
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan bahwa mayoritas calon emiten tersebut, yakni sebanyak 11 perusahaan, merupakan entitas dengan aset skala besar yang nilainya melebihi Rp250 miliar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hingga saat ini terdapat 15 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,&amp;quot; ujar Nyoman dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (2/5/2026).&#13;
&#13;
Sementara itu, 4 perusahaan lainnya masuk dalam kategori aset skala menengah dengan rentang nilai antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, dan tidak ada satu pun perusahaan dari kategori aset skala kecil di bawah Rp50 miliar dalam daftar tersebut.&#13;
&#13;
Hingga periode 30 April 2026 sendiri, tercatat baru satu perusahaan yang telah resmi melantai di bursa dengan raihan dana mencapai Rp00 miliar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dilihat dari keberagaman sektornya, antrean IPO kali ini didominasi oleh sektor Consumer Non-Cyclicals, Consumer Cyclicals, dan Healthcare yang masing-masing diwakili oleh 3 perusahaan.&#13;
&#13;
Sektor infrastruktur dan teknologi menyusul dengan masing-masing 2 perusahaan, sementara sektor energi dan finansial berkontribusi masing-masing sebanyak 1 perusahaan.&#13;
&#13;
Selain pergerakan di pasar saham, Nyoman juga memaparkan kinerja penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) yang cukup masif, di mana telah terbit 54 emisi obligasi dari 35 penerbit dengan total himpunan dana sebesar Rp58,90 triliun.&#13;
&#13;
Hingga saat ini, masih terdapat 47 emisi dari 33 penerbit EBUS yang masuk dalam pipeline obligasi, serta 1 perusahaan tercatat yang tengah bersiap melakukan aksi korporasi melalui rights issue di BEI.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 15 perusahaan dalam antrean atau pipeline untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) hingga akhir April 2026.&#13;
&#13;
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan bahwa mayoritas calon emiten tersebut, yakni sebanyak 11 perusahaan, merupakan entitas dengan aset skala besar yang nilainya melebihi Rp250 miliar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hingga saat ini terdapat 15 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,&amp;quot; ujar Nyoman dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (2/5/2026).&#13;
&#13;
Sementara itu, 4 perusahaan lainnya masuk dalam kategori aset skala menengah dengan rentang nilai antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, dan tidak ada satu pun perusahaan dari kategori aset skala kecil di bawah Rp50 miliar dalam daftar tersebut.&#13;
&#13;
Hingga periode 30 April 2026 sendiri, tercatat baru satu perusahaan yang telah resmi melantai di bursa dengan raihan dana mencapai Rp00 miliar.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dilihat dari keberagaman sektornya, antrean IPO kali ini didominasi oleh sektor Consumer Non-Cyclicals, Consumer Cyclicals, dan Healthcare yang masing-masing diwakili oleh 3 perusahaan.&#13;
&#13;
Sektor infrastruktur dan teknologi menyusul dengan masing-masing 2 perusahaan, sementara sektor energi dan finansial berkontribusi masing-masing sebanyak 1 perusahaan.&#13;
&#13;
Selain pergerakan di pasar saham, Nyoman juga memaparkan kinerja penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) yang cukup masif, di mana telah terbit 54 emisi obligasi dari 35 penerbit dengan total himpunan dana sebesar Rp58,90 triliun.&#13;
&#13;
Hingga saat ini, masih terdapat 47 emisi dari 33 penerbit EBUS yang masuk dalam pipeline obligasi, serta 1 perusahaan tercatat yang tengah bersiap melakukan aksi korporasi melalui rights issue di BEI.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
