<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Danantara Beli Saham Ojol demi Turunkan Potongan Jadi 8 Persen, Ini Penjelasannya</title><description>Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara buka suara soal pembelian sebagian saham aplikasi ojek online (ojol) yang dilontarkan oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/04/278/3216349/danantara-beli-saham-ojol-demi-turunkan-potongan-jadi-8-persen-ini-penjelasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/04/278/3216349/danantara-beli-saham-ojol-demi-turunkan-potongan-jadi-8-persen-ini-penjelasannya"/><item><title>Danantara Beli Saham Ojol demi Turunkan Potongan Jadi 8 Persen, Ini Penjelasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/04/278/3216349/danantara-beli-saham-ojol-demi-turunkan-potongan-jadi-8-persen-ini-penjelasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/04/278/3216349/danantara-beli-saham-ojol-demi-turunkan-potongan-jadi-8-persen-ini-penjelasannya</guid><pubDate>Senin 04 Mei 2026 17:34 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/04/278/3216349/ojol-LOfU_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Danantara Beli Saham Ojol demi Turunkan Potongan Jadi 8 Persen, Ini Penjelasannya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/04/278/3216349/ojol-LOfU_large.jpg</image><title>Danantara Beli Saham Ojol demi Turunkan Potongan Jadi 8 Persen, Ini Penjelasannya (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara buka suara soal pembelian sebagian saham aplikasi ojek online (ojol) yang dilontarkan oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Melalui pernyataan resmi yang dibagikan oleh Tim Komunikasi Danantara, bahwa pihaknya akan mengevaluasi berbagai macam peluang yang berdampak luas terhadap sosial dan ekonomi masyarakat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Danantara Indonesia secara berkelanjutan mengevaluasi beragam peluang untuk melaksanakan mandat kami untuk memberikan dampak sosial-ekonomi yang bermakna bagi Indonesia,&amp;quot; ujar Tim Komunikasi Danantara Indonesia dikutip Senin (4/6/2026).&#13;
&#13;
Danantara memastikan bahwa pihaknya akan tetap menilai berbagai peluang seperti kemungkinan berinvestasi di aplikasi ojol. Namun keputusan investasi tersebut dipastikan sesuai dengan analisa dampak jangka panjang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami tetap disiplin dalam menilai peluang berdasarkan kesesuaian strategis, fundamental, profil risk-return, dan penciptaan nilai jangka panjang, sesuai dengan tahapan investasi yang telah kami tetapkan,&amp;quot; lanjutnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan bahwa tujuan Pemerintah melalui Danantara membeli saham aplikasi ojol merupakan upaya pemerintah untuk menurunkan potongan tarif aplikasi yang dipungut dari mitra driver.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sudah disampaikan bahwa karena ini aplikator sebagian sudah diambil oleh pemerintah, sehingga sistem kebijakan dan lain-lain akan disesuaikan secara perlahan tapi pasti, karena ini menyangkut sistem dan lain-lain,&amp;quot; ujar Dasco saat audiensi dengan buruh di DPR RI, Jumat (1/5).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Target pemerintah adalah aplikator hanya mengambil potongan 8 persen dari para mitra driver. Sebab ketentuan sebelumnya, aplikator mengambil potongan dari mitra driver 20-10 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Paling pertama adalah kemudian menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator. Tadinya 20 atau 10, ini sehingga aplikator hanya akan mengambil 8 persen dari yang dikumpulkan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara buka suara soal pembelian sebagian saham aplikasi ojek online (ojol) yang dilontarkan oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Melalui pernyataan resmi yang dibagikan oleh Tim Komunikasi Danantara, bahwa pihaknya akan mengevaluasi berbagai macam peluang yang berdampak luas terhadap sosial dan ekonomi masyarakat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Danantara Indonesia secara berkelanjutan mengevaluasi beragam peluang untuk melaksanakan mandat kami untuk memberikan dampak sosial-ekonomi yang bermakna bagi Indonesia,&amp;quot; ujar Tim Komunikasi Danantara Indonesia dikutip Senin (4/6/2026).&#13;
&#13;
Danantara memastikan bahwa pihaknya akan tetap menilai berbagai peluang seperti kemungkinan berinvestasi di aplikasi ojol. Namun keputusan investasi tersebut dipastikan sesuai dengan analisa dampak jangka panjang.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami tetap disiplin dalam menilai peluang berdasarkan kesesuaian strategis, fundamental, profil risk-return, dan penciptaan nilai jangka panjang, sesuai dengan tahapan investasi yang telah kami tetapkan,&amp;quot; lanjutnya.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan bahwa tujuan Pemerintah melalui Danantara membeli saham aplikasi ojol merupakan upaya pemerintah untuk menurunkan potongan tarif aplikasi yang dipungut dari mitra driver.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Sudah disampaikan bahwa karena ini aplikator sebagian sudah diambil oleh pemerintah, sehingga sistem kebijakan dan lain-lain akan disesuaikan secara perlahan tapi pasti, karena ini menyangkut sistem dan lain-lain,&amp;quot; ujar Dasco saat audiensi dengan buruh di DPR RI, Jumat (1/5).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Target pemerintah adalah aplikator hanya mengambil potongan 8 persen dari para mitra driver. Sebab ketentuan sebelumnya, aplikator mengambil potongan dari mitra driver 20-10 persen.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Paling pertama adalah kemudian menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator. Tadinya 20 atau 10, ini sehingga aplikator hanya akan mengambil 8 persen dari yang dikumpulkan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
