<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi 0,13% pada April 2026, Tiket Pesawat dan Harga BBM Jadi Pendorong</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi Indonesia berada di angka 0,13 persen pada April 2026.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/04/320/3216258/inflasi-0-13-pada-april-2026-tiket-pesawat-dan-harga-bbm-jadi-pendorong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/04/320/3216258/inflasi-0-13-pada-april-2026-tiket-pesawat-dan-harga-bbm-jadi-pendorong"/><item><title>Inflasi 0,13% pada April 2026, Tiket Pesawat dan Harga BBM Jadi Pendorong</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/04/320/3216258/inflasi-0-13-pada-april-2026-tiket-pesawat-dan-harga-bbm-jadi-pendorong</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/04/320/3216258/inflasi-0-13-pada-april-2026-tiket-pesawat-dan-harga-bbm-jadi-pendorong</guid><pubDate>Senin 04 Mei 2026 11:58 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/04/320/3216258/bandara-ZvMN_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sektor transportasi menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi sebesar 0,99 persen. (Foto: Okezone.com/Kemenhub)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/04/320/3216258/bandara-ZvMN_large.jpg</image><title>Sektor transportasi menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi sebesar 0,99 persen. (Foto: Okezone.com/Kemenhub)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi Indonesia berada di angka 0,13 persen pada April 2026. Dengan capaian tersebut, inflasi tahun kalender hingga April 2026 terakumulasi sebesar 1,06 persen.&#13;
&#13;
Tekanan inflasi dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan Maret 2026 yang sempat menyentuh 0,41 persen (mtm).&#13;
&#13;
Berdasarkan kelompok pengeluaran, sektor transportasi menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi sebesar 0,99 persen dan memberikan andil terhadap inflasi nasional sebesar 0,12 persen. Kondisi ini terutama dipicu oleh mobilitas masyarakat dan penyesuaian harga di sektor terkait.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, merinci sejumlah komoditas utama yang menjadi motor penggerak kenaikan harga pada bulan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Komoditas yang dominan mendorong inflasi adalah tarif angkutan udara dengan andil 0,11 persen serta bensin dengan andil inflasi 0,02 persen,&amp;rdquo; kata Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (4/5/2026).&#13;
&#13;
Selain sektor transportasi, Ateng juga memaparkan kontribusi dari beberapa komoditas pangan yang turut memberikan tekanan inflasi, di antaranya minyak goreng dengan andil inflasi 0,05 persen, tomat 0,03 persen, serta beras 0,02 persen.&#13;
&#13;
Capaian inflasi yang lebih rendah pada April ini memberikan gambaran mengenai stabilitas harga pasca-puncak aktivitas ekonomi pada bulan sebelumnya.&#13;
&#13;
Namun, pemerintah dan otoritas terkait tetap mewaspadai pergerakan harga komoditas global, terutama di tengah gejolak geopolitik di wilayah strategis seperti Selat Hormuz yang berpotensi memengaruhi biaya energi dan logistik ke depan.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi Indonesia berada di angka 0,13 persen pada April 2026. Dengan capaian tersebut, inflasi tahun kalender hingga April 2026 terakumulasi sebesar 1,06 persen.&#13;
&#13;
Tekanan inflasi dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan Maret 2026 yang sempat menyentuh 0,41 persen (mtm).&#13;
&#13;
Berdasarkan kelompok pengeluaran, sektor transportasi menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi sebesar 0,99 persen dan memberikan andil terhadap inflasi nasional sebesar 0,12 persen. Kondisi ini terutama dipicu oleh mobilitas masyarakat dan penyesuaian harga di sektor terkait.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, merinci sejumlah komoditas utama yang menjadi motor penggerak kenaikan harga pada bulan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Komoditas yang dominan mendorong inflasi adalah tarif angkutan udara dengan andil 0,11 persen serta bensin dengan andil inflasi 0,02 persen,&amp;rdquo; kata Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (4/5/2026).&#13;
&#13;
Selain sektor transportasi, Ateng juga memaparkan kontribusi dari beberapa komoditas pangan yang turut memberikan tekanan inflasi, di antaranya minyak goreng dengan andil inflasi 0,05 persen, tomat 0,03 persen, serta beras 0,02 persen.&#13;
&#13;
Capaian inflasi yang lebih rendah pada April ini memberikan gambaran mengenai stabilitas harga pasca-puncak aktivitas ekonomi pada bulan sebelumnya.&#13;
&#13;
Namun, pemerintah dan otoritas terkait tetap mewaspadai pergerakan harga komoditas global, terutama di tengah gejolak geopolitik di wilayah strategis seperti Selat Hormuz yang berpotensi memengaruhi biaya energi dan logistik ke depan.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
