<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Purbaya Bakal Copot 2 Pejabat Kemenkeu Imbas Lonjakan Restitusi Pajak</title><description>Investigasi mendalam terhadap sejumlah pejabat tinggi yang memiliki kewenangan dalam penerbitan restitusi, menyusul adanya lonjakan pencairan yang dinilai tidak terkendali.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/04/320/3216331/purbaya-bakal-copot-2-pejabat-kemenkeu-imbas-lonjakan-restitusi-pajak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/04/320/3216331/purbaya-bakal-copot-2-pejabat-kemenkeu-imbas-lonjakan-restitusi-pajak"/><item><title>Purbaya Bakal Copot 2 Pejabat Kemenkeu Imbas Lonjakan Restitusi Pajak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/04/320/3216331/purbaya-bakal-copot-2-pejabat-kemenkeu-imbas-lonjakan-restitusi-pajak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/04/320/3216331/purbaya-bakal-copot-2-pejabat-kemenkeu-imbas-lonjakan-restitusi-pajak</guid><pubDate>Senin 04 Mei 2026 16:13 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/04/320/3216331/purbaya-piGm_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengambil langkah tegas dengan menindak jajaran pejabat yang dinilai gagal mengendalikan proses pencairan restitusi pajak. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/04/320/3216331/purbaya-piGm_large.jpg</image><title>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengambil langkah tegas dengan menindak jajaran pejabat yang dinilai gagal mengendalikan proses pencairan restitusi pajak. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengambil langkah tegas dengan menindak jajaran pejabat yang dinilai gagal mengendalikan proses pencairan restitusi pajak.&#13;
&#13;
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi mendalam terhadap sejumlah pejabat tinggi yang memiliki kewenangan dalam penerbitan restitusi, menyusul adanya lonjakan pencairan yang dinilai tidak terkendali.&#13;
&#13;
Dari hasil penelusuran terhadap lima pejabat dengan kewenangan tertinggi, Purbaya memastikan dua di antaranya akan segera dibebastugaskan dari jabatannya dalam waktu dekat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya investigasi lima orang pejabat yang paling tinggi mengeluarkan restitusi, hari ini dua akan saya copot,&amp;rdquo; tegas Purbaya kepada awak media di kantornya, Senin (4/5/2026).&#13;
&#13;
Langkah pencopotan ini dimaksudkan sebagai peringatan serius bagi seluruh jajaran di Kementerian Keuangan agar lebih disiplin dalam menjalankan instruksi dan tidak sembarangan dalam mengeluarkan kebijakan fiskal.&#13;
&#13;
Purbaya menekankan pentingnya kehati-hatian agar kebijakan tidak dijalankan secara berlebihan atau tanpa pengawasan ketat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Message-nya adalah ketika ada instruksi seperti itu, jalankan dengan baik, jangan jor-joran. Jadi saya enggak main-main. Ada dua yang saya akan copot,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Purbaya juga menyoroti bahwa salah satu akar permasalahan terletak pada lemahnya sistem pelaporan serta adanya misinformasi dari jajaran internal.&#13;
&#13;
Ia mengungkapkan pengalaman tahun lalu ketika realisasi restitusi di lapangan membengkak jauh melampaui estimasi awal yang disampaikan staf dalam rapat koordinasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi gini, tahun lalu saya salah menebak total restitusi yang keluar. Padahal di rapat sudah saya tanyakan berapa sih potensinya. Staf saya bilang sedikit. Di akhir tahun saya baru tahu keluarnya berkali-kali lipat dari yang mereka sebutkan,&amp;rdquo; imbuh Purbaya.&#13;
&#13;
Kesalahan prediksi tersebut kini menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan menyeluruh pada sistem pengawasan dan akurasi data fiskal.&#13;
&#13;
Purbaya menegaskan ke depan tidak boleh ada lagi celah informasi yang dapat berujung pada pengambilan kebijakan yang tidak tepat sasaran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu yang akan kita perbaiki, jangan sampai ada salah informasi lagi,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengambil langkah tegas dengan menindak jajaran pejabat yang dinilai gagal mengendalikan proses pencairan restitusi pajak.&#13;
&#13;
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi mendalam terhadap sejumlah pejabat tinggi yang memiliki kewenangan dalam penerbitan restitusi, menyusul adanya lonjakan pencairan yang dinilai tidak terkendali.&#13;
&#13;
Dari hasil penelusuran terhadap lima pejabat dengan kewenangan tertinggi, Purbaya memastikan dua di antaranya akan segera dibebastugaskan dari jabatannya dalam waktu dekat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya investigasi lima orang pejabat yang paling tinggi mengeluarkan restitusi, hari ini dua akan saya copot,&amp;rdquo; tegas Purbaya kepada awak media di kantornya, Senin (4/5/2026).&#13;
&#13;
Langkah pencopotan ini dimaksudkan sebagai peringatan serius bagi seluruh jajaran di Kementerian Keuangan agar lebih disiplin dalam menjalankan instruksi dan tidak sembarangan dalam mengeluarkan kebijakan fiskal.&#13;
&#13;
Purbaya menekankan pentingnya kehati-hatian agar kebijakan tidak dijalankan secara berlebihan atau tanpa pengawasan ketat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Message-nya adalah ketika ada instruksi seperti itu, jalankan dengan baik, jangan jor-joran. Jadi saya enggak main-main. Ada dua yang saya akan copot,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Purbaya juga menyoroti bahwa salah satu akar permasalahan terletak pada lemahnya sistem pelaporan serta adanya misinformasi dari jajaran internal.&#13;
&#13;
Ia mengungkapkan pengalaman tahun lalu ketika realisasi restitusi di lapangan membengkak jauh melampaui estimasi awal yang disampaikan staf dalam rapat koordinasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi gini, tahun lalu saya salah menebak total restitusi yang keluar. Padahal di rapat sudah saya tanyakan berapa sih potensinya. Staf saya bilang sedikit. Di akhir tahun saya baru tahu keluarnya berkali-kali lipat dari yang mereka sebutkan,&amp;rdquo; imbuh Purbaya.&#13;
&#13;
Kesalahan prediksi tersebut kini menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan menyeluruh pada sistem pengawasan dan akurasi data fiskal.&#13;
&#13;
Purbaya menegaskan ke depan tidak boleh ada lagi celah informasi yang dapat berujung pada pengambilan kebijakan yang tidak tepat sasaran.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu yang akan kita perbaiki, jangan sampai ada salah informasi lagi,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
