<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tips MotionTrade: 4 Kesalahan Investor Pemula dalam Berinvestasi ETF</title><description>MNC Sekuritas merupakan perusahaan efek di bawah naungan MNC Group, yang saat ini mayoritas sahamnya dimiliki oleh PT MNC Kapital Indonesia Tbk. Bukan hanya menyediakan layanan investasi saham, MNC Sekuritas juga menyediakan beragam produk pasar modal yang dapat dijadikan sebagai alternatif investor untuk berinvestasi.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/05/320/3216449/tips-motiontrade-4-kesalahan-investor-pemula-dalam-berinvestasi-etf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/05/320/3216449/tips-motiontrade-4-kesalahan-investor-pemula-dalam-berinvestasi-etf"/><item><title>Tips MotionTrade: 4 Kesalahan Investor Pemula dalam Berinvestasi ETF</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/05/320/3216449/tips-motiontrade-4-kesalahan-investor-pemula-dalam-berinvestasi-etf</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/05/320/3216449/tips-motiontrade-4-kesalahan-investor-pemula-dalam-berinvestasi-etf</guid><pubDate>Selasa 05 Mei 2026 10:49 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/05/320/3216449/motiontrade-WYbN_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Motiontrade (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/05/320/3216449/motiontrade-WYbN_large.png</image><title>Motiontrade (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; MNC Sekuritas merupakan perusahaan efek di bawah naungan MNC Group, yang saat ini mayoritas sahamnya dimiliki oleh PT MNC Kapital Indonesia Tbk. Bukan hanya menyediakan layanan investasi saham, MNC Sekuritas juga menyediakan beragam produk pasar modal yang dapat dijadikan sebagai alternatif investor untuk berinvestasi.&#13;
&#13;
ETF sering dianggap sebagai salah satu instrumen investasi yang sederhana dan cocok untuk pemula. Namun, kemudahan ini justru kadang membuat investor kurang berhati-hati. Hasil yang tidak sesuai ekspektasi biasanya bukan karena ETF nya buruk, tetapi karena cara berinvestasinya yang kurang tepat.&#13;
&#13;
MotionTrade telah merangkum 4 kesalahan umum yang sering dilakukan investor pemula dalam berinvestasi ETF yaitu:&#13;
&#13;
1. Ikut Tren Tanpa Riset&#13;
&#13;
Salah satu kesalahan paling sering terjadi adalah membeli ETF hanya karena sedang populer di media sosial atau direkomendasikan influencer. Tanpa memahami isi dan strategi ETF tersebut, investor bisa saja membeli produk yang sebenarnya tidak sesuai dengan tujuan keuangan atau profil risikonya. Akibatnya, ketika performa tidak sesuai harapan, muncul rasa kecewa dan keputusan yang tergesa-gesa.&#13;
&#13;
2. Tidak Melakukan Diversifikasi yang Sehat&#13;
&#13;
ETF memang sudah memberikan diversifikasi otomatis karena berisi banyak aset. Misalnya, memiliki dua atau tiga ETF yang sama-sama berfokus pada sektor teknologi. Secara tampilan terlihat beragam, tetapi sebenarnya risikonya terkonsentrasi pada sektor yang sama. Jika sektor tersebut turun, seluruh portofolio ikut terdampak.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Terlalu Fokus pada Jangka Pendek&#13;
&#13;
ETF pada dasarnya lebih cocok untuk investasi jangka menengah hingga panjang. Namun, banyak pemula yang mengharapkan keuntungan cepat. Ketika harga turun, mereka langsung panik dan menjual (panic selling). Padahal, fluktuasi harga dalam jangka pendek adalah hal yang normal di pasar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
4. Tidak Konsisten dalam Berinvestasi&#13;
&#13;
Konsistensi adalah kunci dalam investasi ETF. Sayangnya, banyak investor berhenti di tengah jalan karena merasa harga sedang terlalu tinggi atau takut pasar akan turun. Padahal, salah satu kekuatan utama investasi jangka panjang adalah disiplin dalam berinvestasi secara rutin, terlepas dari kondisi pasar.&#13;
&#13;
Investasi ETF memang relatif mudah, tetapi tetap membutuhkan pemahaman dan disiplin. Dengan memahami risiko perilaku ini sejak awal, investor bisa membangun strategi yang lebih sehat, realistis dan bukan sekadar ikut-ikutan atau bereaksi terhadap pergerakan pasar sesaat.&#13;
&#13;
Anda dapat mencoba peluang investasi di ETF sekaligus mengikuti program dari Bursa Efek Indonesia yaitu Investor Reward Program 2026 berhadiah lebih dari Rp250 juta. Semakin tinggi dan aktif transaksi, maka semakin besar kesempatan Anda untuk memenangkan reward dalam program ini. Informasi lebih lanjut mengenai Investor Reward Program 2026 dapat Anda kunjungi melalui bit.ly/idxirp2026&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; MNC Sekuritas merupakan perusahaan efek di bawah naungan MNC Group, yang saat ini mayoritas sahamnya dimiliki oleh PT MNC Kapital Indonesia Tbk. Bukan hanya menyediakan layanan investasi saham, MNC Sekuritas juga menyediakan beragam produk pasar modal yang dapat dijadikan sebagai alternatif investor untuk berinvestasi.&#13;
&#13;
ETF sering dianggap sebagai salah satu instrumen investasi yang sederhana dan cocok untuk pemula. Namun, kemudahan ini justru kadang membuat investor kurang berhati-hati. Hasil yang tidak sesuai ekspektasi biasanya bukan karena ETF nya buruk, tetapi karena cara berinvestasinya yang kurang tepat.&#13;
&#13;
MotionTrade telah merangkum 4 kesalahan umum yang sering dilakukan investor pemula dalam berinvestasi ETF yaitu:&#13;
&#13;
1. Ikut Tren Tanpa Riset&#13;
&#13;
Salah satu kesalahan paling sering terjadi adalah membeli ETF hanya karena sedang populer di media sosial atau direkomendasikan influencer. Tanpa memahami isi dan strategi ETF tersebut, investor bisa saja membeli produk yang sebenarnya tidak sesuai dengan tujuan keuangan atau profil risikonya. Akibatnya, ketika performa tidak sesuai harapan, muncul rasa kecewa dan keputusan yang tergesa-gesa.&#13;
&#13;
2. Tidak Melakukan Diversifikasi yang Sehat&#13;
&#13;
ETF memang sudah memberikan diversifikasi otomatis karena berisi banyak aset. Misalnya, memiliki dua atau tiga ETF yang sama-sama berfokus pada sektor teknologi. Secara tampilan terlihat beragam, tetapi sebenarnya risikonya terkonsentrasi pada sektor yang sama. Jika sektor tersebut turun, seluruh portofolio ikut terdampak.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Terlalu Fokus pada Jangka Pendek&#13;
&#13;
ETF pada dasarnya lebih cocok untuk investasi jangka menengah hingga panjang. Namun, banyak pemula yang mengharapkan keuntungan cepat. Ketika harga turun, mereka langsung panik dan menjual (panic selling). Padahal, fluktuasi harga dalam jangka pendek adalah hal yang normal di pasar.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
4. Tidak Konsisten dalam Berinvestasi&#13;
&#13;
Konsistensi adalah kunci dalam investasi ETF. Sayangnya, banyak investor berhenti di tengah jalan karena merasa harga sedang terlalu tinggi atau takut pasar akan turun. Padahal, salah satu kekuatan utama investasi jangka panjang adalah disiplin dalam berinvestasi secara rutin, terlepas dari kondisi pasar.&#13;
&#13;
Investasi ETF memang relatif mudah, tetapi tetap membutuhkan pemahaman dan disiplin. Dengan memahami risiko perilaku ini sejak awal, investor bisa membangun strategi yang lebih sehat, realistis dan bukan sekadar ikut-ikutan atau bereaksi terhadap pergerakan pasar sesaat.&#13;
&#13;
Anda dapat mencoba peluang investasi di ETF sekaligus mengikuti program dari Bursa Efek Indonesia yaitu Investor Reward Program 2026 berhadiah lebih dari Rp250 juta. Semakin tinggi dan aktif transaksi, maka semakin besar kesempatan Anda untuk memenangkan reward dalam program ini. Informasi lebih lanjut mengenai Investor Reward Program 2026 dapat Anda kunjungi melalui bit.ly/idxirp2026&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
