<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Breaking News: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61% pada Kuartal I-2026</title><description>Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali pertambangan dan penggalian serta pengadaan listrik dan gas&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/05/320/3216463/breaking-news-ekonomi-indonesia-tumbuh-5-61-pada-kuartal-i-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/05/320/3216463/breaking-news-ekonomi-indonesia-tumbuh-5-61-pada-kuartal-i-2026"/><item><title>Breaking News: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61% pada Kuartal I-2026</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/05/320/3216463/breaking-news-ekonomi-indonesia-tumbuh-5-61-pada-kuartal-i-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/05/320/3216463/breaking-news-ekonomi-indonesia-tumbuh-5-61-pada-kuartal-i-2026</guid><pubDate>Selasa 05 Mei 2026 11:30 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/05/320/3216463/kepala_bps-GXuR_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 tumbuh sebesar 5,61%. (Foto: Okezone.com/BPS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/05/320/3216463/kepala_bps-GXuR_large.jpg</image><title>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 tumbuh sebesar 5,61%. (Foto: Okezone.com/BPS)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 tumbuh sebesar 5,61% (year-on-year/yoy).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali pertambangan dan penggalian serta pengadaan listrik dan gas,&amp;rdquo; ujar Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, Selasa (5/5/2026).&#13;
&#13;
Lapangan usaha yang mencatat pertumbuhan signifikan antara lain penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 13,14%, diikuti jasa lainnya sebesar 9,91%, serta transportasi dan pergudangan sebesar 8,04%.&#13;
&#13;
Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 8% dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Keyakinan tersebut didasarkan pada tren pertumbuhan yang terus menguat serta berbagai reformasi yang tengah dijalankan pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertumbuhan 8% mungkin dianggap terlalu tinggi, tetapi bagi saya sudah mulai terlihat. Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, angka 8% akan semakin mendekati. Artinya, prospek pasar saham juga akan meningkat signifikan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini berada di kisaran 5% hingga 5,5%, dengan realisasi terakhir sebesar 5,39%. Ke depan, laju pertumbuhan diperkirakan meningkat secara bertahap.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di tengah gejolak ekonomi global yang belum menentu, Indonesia mampu menciptakan pertumbuhan domestik yang cukup baik dan kondisi ini akan terus berlanjut,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Menurutnya, meskipun kondisi ekonomi global masih diliputi ketidakpastian, Indonesia tetap mampu menjaga pertumbuhan domestik yang solid. Hal ini menjadi fondasi penting bagi penguatan ekonomi nasional ke depan.&#13;
&#13;
Purbaya juga menekankan bahwa kinerja pasar saham sangat dipengaruhi oleh fundamental ekonomi. Selama kondisi ekonomi terus membaik, prospek pasar dinilai tetap positif meskipun diwarnai sentimen negatif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pergerakan pasar saham pada umumnya mengikuti fundamental ekonomi. Selama ekonomi tumbuh dengan baik, prospek pasar akan tetap positif,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 tumbuh sebesar 5,61% (year-on-year/yoy).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali pertambangan dan penggalian serta pengadaan listrik dan gas,&amp;rdquo; ujar Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, Selasa (5/5/2026).&#13;
&#13;
Lapangan usaha yang mencatat pertumbuhan signifikan antara lain penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 13,14%, diikuti jasa lainnya sebesar 9,91%, serta transportasi dan pergudangan sebesar 8,04%.&#13;
&#13;
Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 8% dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Keyakinan tersebut didasarkan pada tren pertumbuhan yang terus menguat serta berbagai reformasi yang tengah dijalankan pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertumbuhan 8% mungkin dianggap terlalu tinggi, tetapi bagi saya sudah mulai terlihat. Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, angka 8% akan semakin mendekati. Artinya, prospek pasar saham juga akan meningkat signifikan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini berada di kisaran 5% hingga 5,5%, dengan realisasi terakhir sebesar 5,39%. Ke depan, laju pertumbuhan diperkirakan meningkat secara bertahap.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di tengah gejolak ekonomi global yang belum menentu, Indonesia mampu menciptakan pertumbuhan domestik yang cukup baik dan kondisi ini akan terus berlanjut,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Menurutnya, meskipun kondisi ekonomi global masih diliputi ketidakpastian, Indonesia tetap mampu menjaga pertumbuhan domestik yang solid. Hal ini menjadi fondasi penting bagi penguatan ekonomi nasional ke depan.&#13;
&#13;
Purbaya juga menekankan bahwa kinerja pasar saham sangat dipengaruhi oleh fundamental ekonomi. Selama kondisi ekonomi terus membaik, prospek pasar dinilai tetap positif meskipun diwarnai sentimen negatif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pergerakan pasar saham pada umumnya mengikuti fundamental ekonomi. Selama ekonomi tumbuh dengan baik, prospek pasar akan tetap positif,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
