<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Purbaya: Kita Lepas dari Kutukan!</title><description>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersyukur pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I-2026.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/05/320/3216519/ekonomi-indonesia-tumbuh-5-61-persen-di-kuartal-i-2026-purbaya-kita-lepas-dari-kutukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/05/320/3216519/ekonomi-indonesia-tumbuh-5-61-persen-di-kuartal-i-2026-purbaya-kita-lepas-dari-kutukan"/><item><title> Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Purbaya: Kita Lepas dari Kutukan!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/05/320/3216519/ekonomi-indonesia-tumbuh-5-61-persen-di-kuartal-i-2026-purbaya-kita-lepas-dari-kutukan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/05/320/3216519/ekonomi-indonesia-tumbuh-5-61-persen-di-kuartal-i-2026-purbaya-kita-lepas-dari-kutukan</guid><pubDate>Selasa 05 Mei 2026 15:13 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/05/320/3216519/purbaya-9dUs_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Purbaya: Kita Lepas dari Kutukan! (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/05/320/3216519/purbaya-9dUs_large.jpg</image><title> Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Purbaya: Kita Lepas dari Kutukan! (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersyukur pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I-2026. Menurut Purbaya, realisasi ini merupakan bukti nyata bahwa Indonesia telah berhasil melampaui stagnasi pertumbuhan ekonomi yang selama ini tertahan di level 5 persen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi clear sekali kita sudah bisa terlepas dari kutukan pertumbuhan 5 persen,&amp;rdquo; kata Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa, Selasa (5/5/2026).&#13;
&#13;
Purbaya mengaku sempat merasa tegang sebelum pengumuman resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dirilis. Namun, hasil yang melampaui ekspektasi ini dinilai sebagai prestasi besar di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh tekanan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kabar gembira ternyata, jadi kalau target tercapai santailah saya enggak stress lagi,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
Berdasarkan data yang dirilis BPS, pertumbuhan ekonomi periode ini didorong secara signifikan oleh belanja pemerintah serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kepala BPS&amp;nbsp;Amalia Adhininggar Widyasanti menjelaskan bahwa meskipun konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama dengan kontribusi 54,36 persen terhadap PDB, pertumbuhan tercepat justru datang dari sektor pengeluaran pemerintah.&#13;
&#13;
Konsumsi pemerintah mencatatkan lonjakan pertumbuhan hingga 21,81 persen pada kuartal I 2026. Kenaikan tajam ini dipicu oleh realisasi belanja pegawai serta pelaksanaan program sosial pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Komponen pengeluaran dengan pertumbuhan tertinggi konsumsi pemerintah 21,81%. karena realisasi gaji ke 14 atau THR, belanja barang, dan jasa yang diserahkan ke masyarakat,&amp;quot; kata Amalia.&#13;
&#13;
Amalia merinci bahwa pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) serta belanja barang dan jasa yang disalurkan kepada publik, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersyukur pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I-2026. Menurut Purbaya, realisasi ini merupakan bukti nyata bahwa Indonesia telah berhasil melampaui stagnasi pertumbuhan ekonomi yang selama ini tertahan di level 5 persen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi clear sekali kita sudah bisa terlepas dari kutukan pertumbuhan 5 persen,&amp;rdquo; kata Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa, Selasa (5/5/2026).&#13;
&#13;
Purbaya mengaku sempat merasa tegang sebelum pengumuman resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dirilis. Namun, hasil yang melampaui ekspektasi ini dinilai sebagai prestasi besar di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh tekanan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kabar gembira ternyata, jadi kalau target tercapai santailah saya enggak stress lagi,&amp;quot; ujar dia.&#13;
&#13;
Berdasarkan data yang dirilis BPS, pertumbuhan ekonomi periode ini didorong secara signifikan oleh belanja pemerintah serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kepala BPS&amp;nbsp;Amalia Adhininggar Widyasanti menjelaskan bahwa meskipun konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama dengan kontribusi 54,36 persen terhadap PDB, pertumbuhan tercepat justru datang dari sektor pengeluaran pemerintah.&#13;
&#13;
Konsumsi pemerintah mencatatkan lonjakan pertumbuhan hingga 21,81 persen pada kuartal I 2026. Kenaikan tajam ini dipicu oleh realisasi belanja pegawai serta pelaksanaan program sosial pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Komponen pengeluaran dengan pertumbuhan tertinggi konsumsi pemerintah 21,81%. karena realisasi gaji ke 14 atau THR, belanja barang, dan jasa yang diserahkan ke masyarakat,&amp;quot; kata Amalia.&#13;
&#13;
Amalia merinci bahwa pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) serta belanja barang dan jasa yang disalurkan kepada publik, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
