<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketum Kadin Soroti Pentingnya Dorong Investasi ke Daerah&amp;nbsp;</title><description>Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menekankan pentingnya mendorong investasi ke daerah guna menciptakan pemerataan ekonomi nasional. Ia menilai, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya terpusat di wilayah tertentu, melainkan harus menyebar secara merata ke berbagai daerah.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/06/320/3216714/ketum-kadin-soroti-pentingnya-dorong-investasi-ke-daerah-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/06/320/3216714/ketum-kadin-soroti-pentingnya-dorong-investasi-ke-daerah-nbsp"/><item><title>Ketum Kadin Soroti Pentingnya Dorong Investasi ke Daerah&amp;nbsp;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/06/320/3216714/ketum-kadin-soroti-pentingnya-dorong-investasi-ke-daerah-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/06/320/3216714/ketum-kadin-soroti-pentingnya-dorong-investasi-ke-daerah-nbsp</guid><pubDate>Rabu 06 Mei 2026 12:44 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/06/320/3216714/ketum_kadin-L95A_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketum Kadin (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/06/320/3216714/ketum_kadin-L95A_large.jpg</image><title>Ketum Kadin (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menekankan pentingnya mendorong investasi ke daerah guna menciptakan pemerataan ekonomi nasional. Ia menilai, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya terpusat di wilayah tertentu, melainkan harus menyebar secara merata ke berbagai daerah.&#13;
&#13;
Menurut Anindya, perbaikan kinerja ekonomi nasional mulai menunjukkan dampak positif meski di tengah berbagai tantangan global. Ia menyebut, pertumbuhan ekonomi saat ini tidak hanya ditopang oleh belanja pemerintah dan konsumsi domestik, tetapi juga oleh terbukanya pasar ekspor baru serta meningkatnya aliran investasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Belakangan ini, kita berhasil membuka pasar ekspor baru. Walaupun baru mulai, sudah terlihat dampaknya, termasuk terhadap investasi yang masuk,&amp;quot; kata Anindya dalam keterangan resminya pada Rabu (6/5/2026).&#13;
&#13;
Ia menambahkan, arus investasi yang masuk kini semakin beragam. Tidak lagi didominasi oleh proyek-proyek besar, investasi skala menengah juga mulai berkembang dan menyasar berbagai wilayah di luar pusat ekonomi utama. Menurutnya, tren ini berpotensi menjadi penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah.&#13;
&#13;
Namun demikian, Anindya menekankan bahwa tantangan ke depan adalah memastikan investasi tersebut benar-benar mengalir ke daerah. Hal ini memerlukan koordinasi dan kerja sama yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ke depan tinggal bagaimana diskusi dengan pemerintah daerah agar investasi di daerah bisa ditingkatkan dan daerah ikut maju. Pertumbuhan ekonomi harus juga terjadi daerah,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih jauh, Anindya menilai, apabila tren pembukaan pasar ekspor dan penguatan investasi ini terus dijaga, serta didukung sinergi yang solid antara pusat dan daerah, maka ekonomi Indonesia tidak hanya akan tumbuh lebih tinggi, tetapi juga menjadi lebih inklusif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertumbuhan tidak boleh hanya terjadi di pusat. Daerah harus menjadi sumber pertumbuhan baru,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Ke depan, sebut Anindya, dana transfer ke daerah yang selama setahun terakhir dipangkas perlu kembali ditingkatkan perlahan. Pemda yang sudah menunjukkan kinerja yang baik perlu diberikan insentif dengan menambah dana transfer ke daerah. Menurutnya, dana transfer ke daerah sangat penting dalam menggerakkan perekonomian, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMK).&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menekankan pentingnya mendorong investasi ke daerah guna menciptakan pemerataan ekonomi nasional. Ia menilai, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya terpusat di wilayah tertentu, melainkan harus menyebar secara merata ke berbagai daerah.&#13;
&#13;
Menurut Anindya, perbaikan kinerja ekonomi nasional mulai menunjukkan dampak positif meski di tengah berbagai tantangan global. Ia menyebut, pertumbuhan ekonomi saat ini tidak hanya ditopang oleh belanja pemerintah dan konsumsi domestik, tetapi juga oleh terbukanya pasar ekspor baru serta meningkatnya aliran investasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Belakangan ini, kita berhasil membuka pasar ekspor baru. Walaupun baru mulai, sudah terlihat dampaknya, termasuk terhadap investasi yang masuk,&amp;quot; kata Anindya dalam keterangan resminya pada Rabu (6/5/2026).&#13;
&#13;
Ia menambahkan, arus investasi yang masuk kini semakin beragam. Tidak lagi didominasi oleh proyek-proyek besar, investasi skala menengah juga mulai berkembang dan menyasar berbagai wilayah di luar pusat ekonomi utama. Menurutnya, tren ini berpotensi menjadi penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah.&#13;
&#13;
Namun demikian, Anindya menekankan bahwa tantangan ke depan adalah memastikan investasi tersebut benar-benar mengalir ke daerah. Hal ini memerlukan koordinasi dan kerja sama yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ke depan tinggal bagaimana diskusi dengan pemerintah daerah agar investasi di daerah bisa ditingkatkan dan daerah ikut maju. Pertumbuhan ekonomi harus juga terjadi daerah,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih jauh, Anindya menilai, apabila tren pembukaan pasar ekspor dan penguatan investasi ini terus dijaga, serta didukung sinergi yang solid antara pusat dan daerah, maka ekonomi Indonesia tidak hanya akan tumbuh lebih tinggi, tetapi juga menjadi lebih inklusif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertumbuhan tidak boleh hanya terjadi di pusat. Daerah harus menjadi sumber pertumbuhan baru,&amp;rdquo; tegasnya.&#13;
&#13;
Ke depan, sebut Anindya, dana transfer ke daerah yang selama setahun terakhir dipangkas perlu kembali ditingkatkan perlahan. Pemda yang sudah menunjukkan kinerja yang baik perlu diberikan insentif dengan menambah dana transfer ke daerah. Menurutnya, dana transfer ke daerah sangat penting dalam menggerakkan perekonomian, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMK).&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
