<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Ekspor Tuna RI Melejit, Tembus USD1 Miliar</title><description>Industri tuna Indonesia mencatat nilai ekspor menembus USD1,038 miliar, menandai pergeseran menuju produk bernilai tambah dan berkelanjutan di pasar global.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/06/320/3216843/ekspor-tuna-ri-melejit-tembus-usd1-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/06/320/3216843/ekspor-tuna-ri-melejit-tembus-usd1-miliar"/><item><title> Ekspor Tuna RI Melejit, Tembus USD1 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/06/320/3216843/ekspor-tuna-ri-melejit-tembus-usd1-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/06/320/3216843/ekspor-tuna-ri-melejit-tembus-usd1-miliar</guid><pubDate>Rabu 06 Mei 2026 19:40 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/06/320/3216843/ikan-jRou_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Ekspor Tuna RI Melejit, Tembus USD1 Miliar (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/06/320/3216843/ikan-jRou_large.jpg</image><title> Ekspor Tuna RI Melejit, Tembus USD1 Miliar (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Industri tuna Indonesia mencatat nilai ekspor menembus USD1,038 miliar, menandai pergeseran menuju produk bernilai tambah dan berkelanjutan di pasar global.&#13;
&#13;
Data Kementerian Perdagangan menunjukkan kinerja ekspor tuna Indonesia tumbuh sekitar 7,46 persen sepanjang 2021&amp;ndash;2025. Amerika Serikat, Thailand, dan Jepang menjadi pasar utama dengan kontribusi masing-masing 19,59 persen; 16,38 persen; dan 15,58 persen.&#13;
&#13;
Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan Ari Satria mengatakan, capaian tersebut mencerminkan posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan nilai ekspor yang telah melampaui 1 miliar dolar AS pada 2025, sektor tuna memiliki potensi besar untuk terus berkembang melalui diversifikasi produk, peningkatan kualitas, dan penguatan akses pasar global,&amp;rdquo; ujarnya, Jakarta, Rabu (6/5/2026).&#13;
&#13;
Seiring peningkatan permintaan global terhadap produk perikanan berkelanjutan, pemerintah memperkuat tata kelola melalui regulasi berbasis kuota, pengawasan, dan sertifikasi internasional.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan Syarif Abd Raup menegaskan langkah tersebut untuk menjaga keberlanjutan sumber daya sekaligus daya saing.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemerintah terus memperkuat tata kelola perikanan tuna melalui regulasi berbasis kuota, pengawasan, dan sertifikasi internasional, guna memastikan keberlanjutan sumber daya sekaligus menjaga daya saing Indonesia di pasar global,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pendekatan berbasis nilai juga mulai didorong di tengah tekanan terhadap stok ikan. Indonesia Tuna Consortium Lead Thilma Komaling menyebut sekitar 40&amp;ndash;50 persen bagian tuna belum dimanfaatkan secara optimal meski memiliki potensi ekonomi tinggi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan tekanan terhadap stok yang semakin nyata, perlu beralih ke pendekatan berbasis nilai, di mana setiap ikan dimanfaatkan secara optimal,&amp;rdquo; ujar Thilma.&#13;
&#13;
Transformasi industri turut ditopang pemanfaatan teknologi dan data. Shinta Yuniarta dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara mengatakan penggunaan sistem digital dan kecerdasan buatan memungkinkan pengumpulan data perikanan secara lebih akurat dan real-time.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hal ini penting untuk memastikan pengelolaan stok ikan yang berkelanjutan sekaligus mendukung transparansi dalam rantai pasok,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Selain itu, pengembangan produk turunan seperti kolagen, gelatin, dan biopeptida dinilai dapat meningkatkan nilai tambah dibandingkan produk segar atau beku. Science Advisor Tuna Consortium Budy Wiryawan menekankan pentingnya riset dalam mendukung transformasi tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan inovasi dan riset, kita dapat memperluas pemanfaatan tuna jauh melampaui konsumsi pangan. Ini bukan hanya soal nilai ekonomi, tetapi juga keberlanjutan,&amp;rdquo; katanya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Industri tuna Indonesia mencatat nilai ekspor menembus USD1,038 miliar, menandai pergeseran menuju produk bernilai tambah dan berkelanjutan di pasar global.&#13;
&#13;
Data Kementerian Perdagangan menunjukkan kinerja ekspor tuna Indonesia tumbuh sekitar 7,46 persen sepanjang 2021&amp;ndash;2025. Amerika Serikat, Thailand, dan Jepang menjadi pasar utama dengan kontribusi masing-masing 19,59 persen; 16,38 persen; dan 15,58 persen.&#13;
&#13;
Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan Ari Satria mengatakan, capaian tersebut mencerminkan posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok global.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan nilai ekspor yang telah melampaui 1 miliar dolar AS pada 2025, sektor tuna memiliki potensi besar untuk terus berkembang melalui diversifikasi produk, peningkatan kualitas, dan penguatan akses pasar global,&amp;rdquo; ujarnya, Jakarta, Rabu (6/5/2026).&#13;
&#13;
Seiring peningkatan permintaan global terhadap produk perikanan berkelanjutan, pemerintah memperkuat tata kelola melalui regulasi berbasis kuota, pengawasan, dan sertifikasi internasional.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan Syarif Abd Raup menegaskan langkah tersebut untuk menjaga keberlanjutan sumber daya sekaligus daya saing.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemerintah terus memperkuat tata kelola perikanan tuna melalui regulasi berbasis kuota, pengawasan, dan sertifikasi internasional, guna memastikan keberlanjutan sumber daya sekaligus menjaga daya saing Indonesia di pasar global,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pendekatan berbasis nilai juga mulai didorong di tengah tekanan terhadap stok ikan. Indonesia Tuna Consortium Lead Thilma Komaling menyebut sekitar 40&amp;ndash;50 persen bagian tuna belum dimanfaatkan secara optimal meski memiliki potensi ekonomi tinggi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan tekanan terhadap stok yang semakin nyata, perlu beralih ke pendekatan berbasis nilai, di mana setiap ikan dimanfaatkan secara optimal,&amp;rdquo; ujar Thilma.&#13;
&#13;
Transformasi industri turut ditopang pemanfaatan teknologi dan data. Shinta Yuniarta dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara mengatakan penggunaan sistem digital dan kecerdasan buatan memungkinkan pengumpulan data perikanan secara lebih akurat dan real-time.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hal ini penting untuk memastikan pengelolaan stok ikan yang berkelanjutan sekaligus mendukung transparansi dalam rantai pasok,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Selain itu, pengembangan produk turunan seperti kolagen, gelatin, dan biopeptida dinilai dapat meningkatkan nilai tambah dibandingkan produk segar atau beku. Science Advisor Tuna Consortium Budy Wiryawan menekankan pentingnya riset dalam mendukung transformasi tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan inovasi dan riset, kita dapat memperluas pemanfaatan tuna jauh melampaui konsumsi pangan. Ini bukan hanya soal nilai ekonomi, tetapi juga keberlanjutan,&amp;rdquo; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
