<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Purbaya: Pengelolaan Kas Negara Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen</title><description>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan soal pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS disebabkan oleh kebijakan fiskal pemerintah. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/07/320/3216882/purbaya-pengelolaan-kas-negara-jadi-kunci-pertumbuhan-ekonomi-5-61-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/07/320/3216882/purbaya-pengelolaan-kas-negara-jadi-kunci-pertumbuhan-ekonomi-5-61-persen"/><item><title>Purbaya: Pengelolaan Kas Negara Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/07/320/3216882/purbaya-pengelolaan-kas-negara-jadi-kunci-pertumbuhan-ekonomi-5-61-persen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/07/320/3216882/purbaya-pengelolaan-kas-negara-jadi-kunci-pertumbuhan-ekonomi-5-61-persen</guid><pubDate>Kamis 07 Mei 2026 08:16 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/07/320/3216882/menekeu_purbaya-1vtx_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menekeu Purbaya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/07/320/3216882/menekeu_purbaya-1vtx_large.jpg</image><title>Menekeu Purbaya (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan soal pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS disebabkan oleh kebijakan fiskal pemerintah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebaliknya, Purbaya menegaskan bahwa pengelolaan keuangan negara saat ini berada dalam kondisi yang sangat terjaga dan justru menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.&#13;
&#13;
Purbaya menilai kritik yang mengaitkan kondisi fiskal dengan depresiasi Rupiah muncul karena kurangnya pemahaman terhadap strategi pengelolaan kas yang sedang dijalankan oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selama ini pemerintah menjaga kondisi fiskal dengan sangat baik. Jadi yang (bilang) kebijakan fiskal kita aneh, dia ga mengerti apa yang kita kerjakan, saya sebel sama yang bilang gara-gara fiskal rupiah jeblok,&amp;quot; kata Purbaya di Jakarta, Kamis (7/5/2026).&#13;
&#13;
Salah satu terobosan yang disoroti Purbaya adalah pemindahan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari Bank Indonesia ke perbankan nasional (Himbara). Langkah ini terbukti efektif dalam menggerakkan sektor produktif dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 yang berhasil mencapai 5,61 persen.&#13;
&#13;
Purbaya menjelaskan bahwa strategi ini merupakan cara cerdas untuk menstimulasi ekonomi tanpa harus menambah belanja atau pengeluaran modal tambahan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kamu tau kenapa ekonomi bisa tumbuh lebih cepat? kita manage uang lebih bagus. Jangan cuman pindahin cash aja dari BI ke situ, ekonomi tumbuh lebih cepat dan kita jaga itu. Tapi uangnya masih punya saya kan?,&amp;quot; jelas Purbaya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pemerintah meyakini bahwa dengan memanfaatkan dana negara yang ada untuk mendukung pembiayaan di perbankan, manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas tanpa membebani APBN.&#13;
&#13;
Purbaya bahkan menyebut efisiensi ini sebagai sebuah pencapaian yang luar biasa karena mampu mempercepat pertumbuhan secara mandiri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya apa? Saya, kita, pemerintah, Pak Prabowo bisa menumbuhkan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat tanpa pengeluaran uang tambahan. Uangnya masih utuh, itu ajaib sebetulnya,&amp;quot; ujar Purbaya.&#13;
&#13;
Purbaya juga menjamin bahwa dana SAL yang ditempatkan di sistem perbankan tersebut tetap aman, utuh, dan tersedia untuk sewaktu-waktu dibutuhkan kembali oleh negara, sembari tetap menjalankan perannya sebagai penggerak likuiditas di sektor produktif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masih, masih lengkap, nggak usah laporan ke saya. Yang penting ada di situ,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan soal pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS disebabkan oleh kebijakan fiskal pemerintah.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebaliknya, Purbaya menegaskan bahwa pengelolaan keuangan negara saat ini berada dalam kondisi yang sangat terjaga dan justru menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.&#13;
&#13;
Purbaya menilai kritik yang mengaitkan kondisi fiskal dengan depresiasi Rupiah muncul karena kurangnya pemahaman terhadap strategi pengelolaan kas yang sedang dijalankan oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selama ini pemerintah menjaga kondisi fiskal dengan sangat baik. Jadi yang (bilang) kebijakan fiskal kita aneh, dia ga mengerti apa yang kita kerjakan, saya sebel sama yang bilang gara-gara fiskal rupiah jeblok,&amp;quot; kata Purbaya di Jakarta, Kamis (7/5/2026).&#13;
&#13;
Salah satu terobosan yang disoroti Purbaya adalah pemindahan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari Bank Indonesia ke perbankan nasional (Himbara). Langkah ini terbukti efektif dalam menggerakkan sektor produktif dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 yang berhasil mencapai 5,61 persen.&#13;
&#13;
Purbaya menjelaskan bahwa strategi ini merupakan cara cerdas untuk menstimulasi ekonomi tanpa harus menambah belanja atau pengeluaran modal tambahan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kamu tau kenapa ekonomi bisa tumbuh lebih cepat? kita manage uang lebih bagus. Jangan cuman pindahin cash aja dari BI ke situ, ekonomi tumbuh lebih cepat dan kita jaga itu. Tapi uangnya masih punya saya kan?,&amp;quot; jelas Purbaya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pemerintah meyakini bahwa dengan memanfaatkan dana negara yang ada untuk mendukung pembiayaan di perbankan, manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas tanpa membebani APBN.&#13;
&#13;
Purbaya bahkan menyebut efisiensi ini sebagai sebuah pencapaian yang luar biasa karena mampu mempercepat pertumbuhan secara mandiri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Artinya apa? Saya, kita, pemerintah, Pak Prabowo bisa menumbuhkan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat tanpa pengeluaran uang tambahan. Uangnya masih utuh, itu ajaib sebetulnya,&amp;quot; ujar Purbaya.&#13;
&#13;
Purbaya juga menjamin bahwa dana SAL yang ditempatkan di sistem perbankan tersebut tetap aman, utuh, dan tersedia untuk sewaktu-waktu dibutuhkan kembali oleh negara, sembari tetap menjalankan perannya sebagai penggerak likuiditas di sektor produktif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masih, masih lengkap, nggak usah laporan ke saya. Yang penting ada di situ,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
