<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tol Bocimi Arah Parungkuda&amp;ndash;Jakarta Sudah Bisa Dilalui Pascalongsor</title><description>Berdasarkan laporan operator jalan tol, PT Trans Jabar Tol (TJT), kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/07/320/3216943/tol-bocimi-arah-parungkuda-ndash-jakarta-sudah-bisa-dilalui-pascalongsor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/07/320/3216943/tol-bocimi-arah-parungkuda-ndash-jakarta-sudah-bisa-dilalui-pascalongsor"/><item><title>Tol Bocimi Arah Parungkuda&amp;ndash;Jakarta Sudah Bisa Dilalui Pascalongsor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/07/320/3216943/tol-bocimi-arah-parungkuda-ndash-jakarta-sudah-bisa-dilalui-pascalongsor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/07/320/3216943/tol-bocimi-arah-parungkuda-ndash-jakarta-sudah-bisa-dilalui-pascalongsor</guid><pubDate>Kamis 07 Mei 2026 13:12 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/07/320/3216943/longsor_tol-vem3_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pascainsiden Longsor di Tol Bocimi Arah Parungkuda menuju Jakarta. (Foto: Okezone.com/PU)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/07/320/3216943/longsor_tol-vem3_large.jpg</image><title>Pascainsiden Longsor di Tol Bocimi Arah Parungkuda menuju Jakarta. (Foto: Okezone.com/PU)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum memastikan kondisi jalan tol Bogor&amp;ndash;Ciawi&amp;ndash;Sukabumi (Bocimi) KM 72+000 B, arah Parungkuda menuju Jakarta, sudah bisa dilalui pascainsiden longsor yang terjadi pada Rabu pukul 15.30 WIB akibat hujan berintensitas tinggi.&#13;
&#13;
Berdasarkan laporan operator jalan tol, PT Trans Jabar Tol (TJT), kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka dan tidak terdapat kendaraan pengguna jalan yang terdampak material longsor.&#13;
&#13;
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara cepat untuk memastikan keselamatan pengguna jalan serta memulihkan kelancaran lalu lintas di ruas tol terdampak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penanganan dilakukan secara cepat dengan fokus pada pembersihan material longsor, pengerahan alat berat, serta memastikan jalur transportasi dapat segera kembali berfungsi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan,&amp;quot; kata Menteri Dody dalam keterangan resmi, Kamis (7/5/2026).&#13;
&#13;
Penanganan dilakukan segera setelah kejadian dengan mengerahkan 2 unit excavator, 10 unit dump truck, dan 3 unit water tank, serta dukungan penerangan guna mempercepat pembersihan material longsor dan pengamanan area.&#13;
&#13;
Hingga pukul 21.00 WIB, progres penanganan menunjukkan hasil signifikan. Bahu dalam, lajur 2 (L2), dan lajur 1 (L1) telah bersih dari material longsor, sementara pembersihan pada bahu luar dan area rounding terus dilanjutkan.&#13;
&#13;
Berdasarkan laporan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), PT Trans Jabar Tol, ruas telah dibuka secara operasional pada pukul 01.00 WIB (7 Mei 2026), setelah dilakukan pembersihan menyeluruh dan pemasangan rambu keselamatan.&#13;
&#13;
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian mengatakan pembersihan material terus diselesaikan dan dilanjutkan dengan evaluasi teknis pada lereng guna memastikan kondisi jalan benar-benar aman sebelum kembali beroperasi penuh.&#13;
&#13;
&amp;quot;Begitu kejadian dilaporkan, penanganan langsung dilakukan di lokasi. Fokus kami adalah membuka akses secepat mungkin tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Alat berat dan personel segera diturunkan sehingga dalam beberapa jam lajur sudah bisa difungsikan kembali,&amp;quot; ujar Wilan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum memastikan kondisi jalan tol Bogor&amp;ndash;Ciawi&amp;ndash;Sukabumi (Bocimi) KM 72+000 B, arah Parungkuda menuju Jakarta, sudah bisa dilalui pascainsiden longsor yang terjadi pada Rabu pukul 15.30 WIB akibat hujan berintensitas tinggi.&#13;
&#13;
Berdasarkan laporan operator jalan tol, PT Trans Jabar Tol (TJT), kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka dan tidak terdapat kendaraan pengguna jalan yang terdampak material longsor.&#13;
&#13;
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara cepat untuk memastikan keselamatan pengguna jalan serta memulihkan kelancaran lalu lintas di ruas tol terdampak.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penanganan dilakukan secara cepat dengan fokus pada pembersihan material longsor, pengerahan alat berat, serta memastikan jalur transportasi dapat segera kembali berfungsi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan,&amp;quot; kata Menteri Dody dalam keterangan resmi, Kamis (7/5/2026).&#13;
&#13;
Penanganan dilakukan segera setelah kejadian dengan mengerahkan 2 unit excavator, 10 unit dump truck, dan 3 unit water tank, serta dukungan penerangan guna mempercepat pembersihan material longsor dan pengamanan area.&#13;
&#13;
Hingga pukul 21.00 WIB, progres penanganan menunjukkan hasil signifikan. Bahu dalam, lajur 2 (L2), dan lajur 1 (L1) telah bersih dari material longsor, sementara pembersihan pada bahu luar dan area rounding terus dilanjutkan.&#13;
&#13;
Berdasarkan laporan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), PT Trans Jabar Tol, ruas telah dibuka secara operasional pada pukul 01.00 WIB (7 Mei 2026), setelah dilakukan pembersihan menyeluruh dan pemasangan rambu keselamatan.&#13;
&#13;
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian mengatakan pembersihan material terus diselesaikan dan dilanjutkan dengan evaluasi teknis pada lereng guna memastikan kondisi jalan benar-benar aman sebelum kembali beroperasi penuh.&#13;
&#13;
&amp;quot;Begitu kejadian dilaporkan, penanganan langsung dilakukan di lokasi. Fokus kami adalah membuka akses secepat mungkin tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Alat berat dan personel segera diturunkan sehingga dalam beberapa jam lajur sudah bisa difungsikan kembali,&amp;quot; ujar Wilan.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
