<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Purbaya Ajak Investor Serok Saham Akan Untung Banyak, Banyak Orang Tak Sadar</title><description>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim bahwa ekonomi Indonesia tengah berada dalam fase akselerasi.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/07/622/3216743/purbaya-ajak-investor-serok-saham-akan-untung-banyak-banyak-orang-tak-sadar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/07/622/3216743/purbaya-ajak-investor-serok-saham-akan-untung-banyak-banyak-orang-tak-sadar"/><item><title>Purbaya Ajak Investor Serok Saham Akan Untung Banyak, Banyak Orang Tak Sadar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/07/622/3216743/purbaya-ajak-investor-serok-saham-akan-untung-banyak-banyak-orang-tak-sadar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/07/622/3216743/purbaya-ajak-investor-serok-saham-akan-untung-banyak-banyak-orang-tak-sadar</guid><pubDate>Kamis 07 Mei 2026 07:02 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/06/622/3216743/purbaya-e9oy_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Purbaya Ajak Investor Serok Saham Akan Untung Banyak, Banyak Orang Tak Sadar (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/06/622/3216743/purbaya-e9oy_large.jpg</image><title>Purbaya Ajak Investor Serok Saham Akan Untung Banyak, Banyak Orang Tak Sadar (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim bahwa ekonomi Indonesia tengah berada dalam fase akselerasi. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang menyentuh angka 5,61 persen pada kuartal I-2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita memang sudah bisa membalik arah ekonomi. Dulu kan sebelumnya 5,39 (persen) sekarang 5,61 persen dibandingkan sebelum-sebelumnya 5 persen atau di bawah 5 persen sedikit kan. Jadi ekonomi kita sedang mengalami akselerasi,&amp;quot; katanya usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026) malam.&#13;
&#13;
Purbaya menilai percepatan ini belum sepenuhnya disadari oleh pelaku pasar. Menurutnya, masih ada investor yang cenderung berhati-hati hingga menarik dana dari pasar modal. Padahal, dia melihat kondisi saat ini sebagai peluang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu yang tidak disadari banyak orang sehingga orang agak takut dan keluar dari pasar modal. Kan saya kemarin-kemarin bilang serok, serok, serok aja kalau mereka ikut mestinya nanti ke depan akan untung banyak,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pemerintah, lanjut Purbaya, akan menjaga momentum pertumbuhan pada kuartal kedua melalui berbagai kebijakan. Koordinasi dengan bank sentral juga terus dilakukan untuk memastikan kondisi likuiditas tetap stabil. Selain itu, pemerintah berencana meluncurkan stimulus tambahan yang diperkirakan mulai berjalan pada 1 Juni 2026.&#13;
&#13;
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan langkah untuk memperkuat nilai tukar rupiah melalui diversifikasi sumber pembiayaan. Salah satunya dengan penerbitan instrumen utang dalam bentuk Panda Bond di China, yang menawarkan suku bunga lebih rendah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi prospek kita bagus, teman-teman semua nggak usah takut. Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya suruh sampaikan pesan bahwa uang saya cukup, duitnya banyak, jadi Anda nggak usah takut,&amp;quot; tegas Purbaya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim bahwa ekonomi Indonesia tengah berada dalam fase akselerasi. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang menyentuh angka 5,61 persen pada kuartal I-2026.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita memang sudah bisa membalik arah ekonomi. Dulu kan sebelumnya 5,39 (persen) sekarang 5,61 persen dibandingkan sebelum-sebelumnya 5 persen atau di bawah 5 persen sedikit kan. Jadi ekonomi kita sedang mengalami akselerasi,&amp;quot; katanya usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026) malam.&#13;
&#13;
Purbaya menilai percepatan ini belum sepenuhnya disadari oleh pelaku pasar. Menurutnya, masih ada investor yang cenderung berhati-hati hingga menarik dana dari pasar modal. Padahal, dia melihat kondisi saat ini sebagai peluang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu yang tidak disadari banyak orang sehingga orang agak takut dan keluar dari pasar modal. Kan saya kemarin-kemarin bilang serok, serok, serok aja kalau mereka ikut mestinya nanti ke depan akan untung banyak,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pemerintah, lanjut Purbaya, akan menjaga momentum pertumbuhan pada kuartal kedua melalui berbagai kebijakan. Koordinasi dengan bank sentral juga terus dilakukan untuk memastikan kondisi likuiditas tetap stabil. Selain itu, pemerintah berencana meluncurkan stimulus tambahan yang diperkirakan mulai berjalan pada 1 Juni 2026.&#13;
&#13;
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan langkah untuk memperkuat nilai tukar rupiah melalui diversifikasi sumber pembiayaan. Salah satunya dengan penerbitan instrumen utang dalam bentuk Panda Bond di China, yang menawarkan suku bunga lebih rendah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi prospek kita bagus, teman-teman semua nggak usah takut. Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya suruh sampaikan pesan bahwa uang saya cukup, duitnya banyak, jadi Anda nggak usah takut,&amp;quot; tegas Purbaya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
