<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> LPS: 15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank</title><description>Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan, masih ada 15 juta penduduk Indonesia usia produktif yang belum memiliki rekening bank.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/07/622/3217080/lps-15-juta-penduduk-usia-produktif-belum-punya-rekening-bank</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/07/622/3217080/lps-15-juta-penduduk-usia-produktif-belum-punya-rekening-bank"/><item><title> LPS: 15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/07/622/3217080/lps-15-juta-penduduk-usia-produktif-belum-punya-rekening-bank</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/07/622/3217080/lps-15-juta-penduduk-usia-produktif-belum-punya-rekening-bank</guid><pubDate>Kamis 07 Mei 2026 21:24 WIB</pubDate><dc:creator>Rohman Wibowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/07/622/3217080/lps-w96F_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> LPS: 15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/07/622/3217080/lps-w96F_large.jpg</image><title> LPS: 15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan, masih ada 15 juta penduduk Indonesia usia produktif yang belum memiliki rekening bank.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sampai saat ini masih terdapat 15 juta penduduk Indonesia di usia produktif yang belum memiliki rekening bank,&amp;quot; kata Ketua LPS Anggito Abimanyu dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Jakarta, Kamis (7/5/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Belasan juta usia produktif yang belum memiliki rekening bank ini disebut Anggito menurun dari tahun sebelumnya secara akumulasi sebesar tiga juta orang dibandingkan pada 2025. Meski begitu, LPS bakal menggencarkan literasi keuangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;(Kepemilikan rekening) guna meningkatkan inklusi keuangan dan dapat memanfaatkan berbagai program Asta Cita pemerintah secara efisien dan efektif,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Anggito menambahkan LPS terus menjaga kepercayaan nasabah dan ikut serta dalam sinergi stabilitas sistem keuangan dengan pelaksanaan program penjaminan dan resolusi bank yang optimal dan efisien.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari sisi penjaminan, cakupan jumlah rekening yang dijamin tetap berada di atas 90 persen aman untuk bank umum maupun BPR dan BPRS,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sampai dengan posisi Maret 2026, dia merincikan, porsi simpanan bank di atas tingkat bunga penjaminan adalah 50 persen atau tidak turun signifikan. Meskipun demikian suku bunga yang diberikan suku bunga simpanan pasar menunjukkan tren penurunan secara bertahap lintas kelompok deposan dan kelompok bank.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;LPS bersama dengan anggota KSSK terus berupaya mendorong langkah penyesuaian suku bunga simpanan agar tetap selaras dengan TBP atau tingkat bunga penjaminan sehingga dapat memperkuat transmisi kebijakan ke penurunan suku bunga kredit dan efektivitas fungsi intermediasi perbankan,&amp;quot; katanya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan, masih ada 15 juta penduduk Indonesia usia produktif yang belum memiliki rekening bank.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sampai saat ini masih terdapat 15 juta penduduk Indonesia di usia produktif yang belum memiliki rekening bank,&amp;quot; kata Ketua LPS Anggito Abimanyu dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Jakarta, Kamis (7/5/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Belasan juta usia produktif yang belum memiliki rekening bank ini disebut Anggito menurun dari tahun sebelumnya secara akumulasi sebesar tiga juta orang dibandingkan pada 2025. Meski begitu, LPS bakal menggencarkan literasi keuangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;(Kepemilikan rekening) guna meningkatkan inklusi keuangan dan dapat memanfaatkan berbagai program Asta Cita pemerintah secara efisien dan efektif,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Anggito menambahkan LPS terus menjaga kepercayaan nasabah dan ikut serta dalam sinergi stabilitas sistem keuangan dengan pelaksanaan program penjaminan dan resolusi bank yang optimal dan efisien.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari sisi penjaminan, cakupan jumlah rekening yang dijamin tetap berada di atas 90 persen aman untuk bank umum maupun BPR dan BPRS,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sampai dengan posisi Maret 2026, dia merincikan, porsi simpanan bank di atas tingkat bunga penjaminan adalah 50 persen atau tidak turun signifikan. Meskipun demikian suku bunga yang diberikan suku bunga simpanan pasar menunjukkan tren penurunan secara bertahap lintas kelompok deposan dan kelompok bank.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;LPS bersama dengan anggota KSSK terus berupaya mendorong langkah penyesuaian suku bunga simpanan agar tetap selaras dengan TBP atau tingkat bunga penjaminan sehingga dapat memperkuat transmisi kebijakan ke penurunan suku bunga kredit dan efektivitas fungsi intermediasi perbankan,&amp;quot; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
