<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rosan Ungkap Faktor Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen</title><description>Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani membeberkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 ini mencapai 5,61 persen meski di tengah berbagai tantangan global.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/08/320/3217184/rosan-ungkap-faktor-ekonomi-ri-tumbuh-5-61-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/08/320/3217184/rosan-ungkap-faktor-ekonomi-ri-tumbuh-5-61-persen"/><item><title>Rosan Ungkap Faktor Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/08/320/3217184/rosan-ungkap-faktor-ekonomi-ri-tumbuh-5-61-persen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/08/320/3217184/rosan-ungkap-faktor-ekonomi-ri-tumbuh-5-61-persen</guid><pubDate>Jum'at 08 Mei 2026 14:58 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/08/320/3217184/menteri_rosan-wyT2_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Rosan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/08/320/3217184/menteri_rosan-wyT2_large.jpg</image><title>Menteri Rosan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani membeberkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 ini mencapai 5,61 persen meski di tengah berbagai tantangan global.&#13;
&#13;
Menurut Rosan, capaian tersebut tidak terlepas dari kuatnya konsumsi domestik dan meningkatnya kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, konsumsi domestik masih menjadi penyumbang terbesar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun demikian, investasi kini memainkan peran yang semakin signifikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kontribusi terbesar bagi pertumbuhan ekonomi kita berasal dari konsumsi kita, konsumsi domestik yang kuat. Dan yang kedua berasal dari investasi,&amp;quot; kata Rosan dalam acara Kadin Indonesia Monthly Diplomatic Economic Breakfast di Wisma Danantara, Jumat (8/5/2026).&#13;
&#13;
Rosan menyebut investasi menyumbang sekitar 1,79 persen dari total pertumbuhan ekonomi 5,61 persen. Angka tersebut setara dengan sekitar 31 hingga 32 persen dari keseluruhan pertumbuhan ekonomi nasional.&#13;
&#13;
Menurutnya, capaian ini meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kontribusi investasi berada di kisaran 27 hingga 28 persen, sejak tahun lalu meningkat menjadi sekitar 30 persen dan kini kembali naik mendekati 32 persen.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi itulah mengapa kita berakhir di angka 5,61 persen,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
Meski demikian, Rosan menilai ekspor masih perlu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Ia juga menyoroti pentingnya belanja pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebenarnya ekspor seharusnya juga memberikan kontribusi yang lebih besar. Dan kemudian jika Anda melihat ini, maka Anda tahu, investasi sekali lagi memainkan peran yang sangat signifikan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani membeberkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 ini mencapai 5,61 persen meski di tengah berbagai tantangan global.&#13;
&#13;
Menurut Rosan, capaian tersebut tidak terlepas dari kuatnya konsumsi domestik dan meningkatnya kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, konsumsi domestik masih menjadi penyumbang terbesar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun demikian, investasi kini memainkan peran yang semakin signifikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kontribusi terbesar bagi pertumbuhan ekonomi kita berasal dari konsumsi kita, konsumsi domestik yang kuat. Dan yang kedua berasal dari investasi,&amp;quot; kata Rosan dalam acara Kadin Indonesia Monthly Diplomatic Economic Breakfast di Wisma Danantara, Jumat (8/5/2026).&#13;
&#13;
Rosan menyebut investasi menyumbang sekitar 1,79 persen dari total pertumbuhan ekonomi 5,61 persen. Angka tersebut setara dengan sekitar 31 hingga 32 persen dari keseluruhan pertumbuhan ekonomi nasional.&#13;
&#13;
Menurutnya, capaian ini meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kontribusi investasi berada di kisaran 27 hingga 28 persen, sejak tahun lalu meningkat menjadi sekitar 30 persen dan kini kembali naik mendekati 32 persen.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi itulah mengapa kita berakhir di angka 5,61 persen,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
Meski demikian, Rosan menilai ekspor masih perlu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Ia juga menyoroti pentingnya belanja pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebenarnya ekspor seharusnya juga memberikan kontribusi yang lebih besar. Dan kemudian jika Anda melihat ini, maka Anda tahu, investasi sekali lagi memainkan peran yang sangat signifikan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
