<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kejar Target Negara Maju, Wamendag Andalkan Waralaba Percepat Wirausaha Baru</title><description>Pemerintah terus mendorong peningkatan rasio kewirausahaan nasional hingga 10??&quot;12 persen dari total angkatan kerja&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/10/455/3217577/kejar-target-negara-maju-wamendag-andalkan-waralaba-percepat-wirausaha-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/10/455/3217577/kejar-target-negara-maju-wamendag-andalkan-waralaba-percepat-wirausaha-baru"/><item><title>Kejar Target Negara Maju, Wamendag Andalkan Waralaba Percepat Wirausaha Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/10/455/3217577/kejar-target-negara-maju-wamendag-andalkan-waralaba-percepat-wirausaha-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/10/455/3217577/kejar-target-negara-maju-wamendag-andalkan-waralaba-percepat-wirausaha-baru</guid><pubDate>Minggu 10 Mei 2026 18:11 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/10/455/3217577/waralaba-4TR6_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penguatan model bisnis waralaba (franchise) untuk peningkatan jumlah wirausaha. (Foto: Okezone.com/Cafe &amp;amp; Brasserie Expo (CBE) 2026 )</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/10/455/3217577/waralaba-4TR6_large.jpg</image><title>Penguatan model bisnis waralaba (franchise) untuk peningkatan jumlah wirausaha. (Foto: Okezone.com/Cafe &amp;amp; Brasserie Expo (CBE) 2026 )</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah terus mendorong peningkatan rasio kewirausahaan nasional hingga 10&amp;ndash;12 persen dari total angkatan kerja sebagai salah satu prasyarat menuju negara maju. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif adalah penguatan model bisnis waralaba (franchise), karena dianggap lebih mudah diakses, memiliki standar operasional yang jelas, serta didukung sistem pendampingan bagi pelaku usaha baru.&#13;
&#13;
Menurut Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti, model waralaba dapat menjadi salah satu jalur percepatan lahirnya wirausaha baru di Indonesia, terutama karena memberikan kepastian dalam sistem bisnis yang sudah terstruktur.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Waralaba ini bisa menjadi salah satu cara mempercepat tumbuhnya wirausaha baru karena sistemnya sudah jelas, terstandarisasi, dan relatif lebih mudah dijalankan,&amp;rdquo; ujar Roro, Minggu (10/5/2026).&#13;
&#13;
Ia menambahkan, rasio kewirausahaan Indonesia saat ini masih berada di kisaran 3,29 persen, sehingga diperlukan berbagai instrumen untuk mendorong lebih banyak masyarakat masuk ke dunia usaha, termasuk melalui peningkatan literasi dan akses informasi kewirausahaan.&#13;
&#13;
Roro juga mengingatkan pentingnya kepatuhan pelaku usaha terhadap regulasi yang mengatur sektor waralaba agar ekosistem bisnis tetap sehat dan dapat dipercaya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami mendorong pelaku usaha untuk memastikan seluruh ketentuan administrasi dipenuhi, termasuk pendaftaran waralaba sebelum menggunakan identitas atau atribut waralaba di berbagai media promosi,&amp;rdquo; kata Roro.&#13;
&#13;
Seiring upaya penguatan kewirausahaan tersebut, perkembangan sektor makanan dan minuman (F&amp;amp;B) di Indonesia diperkirakan tetap tumbuh positif pada kisaran 7&amp;ndash;8 persen pada 2026. Di tengah pertumbuhan pasar tersebut, pelaku usaha menghadapi tantangan berupa persaingan yang semakin ketat serta kebutuhan untuk menemukan strategi ekspansi yang tepat.&#13;
&#13;
Kondisi ini mendorong berbagai pihak industri untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi bisnis, termasuk melalui berbagai forum yang mempertemukan pelaku usaha, pemasok, hingga investor dalam satu ekosistem. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan menengah, dalam memperluas pasar serta meningkatkan daya saing di tengah perubahan industri yang cepat.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah terus mendorong peningkatan rasio kewirausahaan nasional hingga 10&amp;ndash;12 persen dari total angkatan kerja sebagai salah satu prasyarat menuju negara maju. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif adalah penguatan model bisnis waralaba (franchise), karena dianggap lebih mudah diakses, memiliki standar operasional yang jelas, serta didukung sistem pendampingan bagi pelaku usaha baru.&#13;
&#13;
Menurut Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti, model waralaba dapat menjadi salah satu jalur percepatan lahirnya wirausaha baru di Indonesia, terutama karena memberikan kepastian dalam sistem bisnis yang sudah terstruktur.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Waralaba ini bisa menjadi salah satu cara mempercepat tumbuhnya wirausaha baru karena sistemnya sudah jelas, terstandarisasi, dan relatif lebih mudah dijalankan,&amp;rdquo; ujar Roro, Minggu (10/5/2026).&#13;
&#13;
Ia menambahkan, rasio kewirausahaan Indonesia saat ini masih berada di kisaran 3,29 persen, sehingga diperlukan berbagai instrumen untuk mendorong lebih banyak masyarakat masuk ke dunia usaha, termasuk melalui peningkatan literasi dan akses informasi kewirausahaan.&#13;
&#13;
Roro juga mengingatkan pentingnya kepatuhan pelaku usaha terhadap regulasi yang mengatur sektor waralaba agar ekosistem bisnis tetap sehat dan dapat dipercaya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami mendorong pelaku usaha untuk memastikan seluruh ketentuan administrasi dipenuhi, termasuk pendaftaran waralaba sebelum menggunakan identitas atau atribut waralaba di berbagai media promosi,&amp;rdquo; kata Roro.&#13;
&#13;
Seiring upaya penguatan kewirausahaan tersebut, perkembangan sektor makanan dan minuman (F&amp;amp;B) di Indonesia diperkirakan tetap tumbuh positif pada kisaran 7&amp;ndash;8 persen pada 2026. Di tengah pertumbuhan pasar tersebut, pelaku usaha menghadapi tantangan berupa persaingan yang semakin ketat serta kebutuhan untuk menemukan strategi ekspansi yang tepat.&#13;
&#13;
Kondisi ini mendorong berbagai pihak industri untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi bisnis, termasuk melalui berbagai forum yang mempertemukan pelaku usaha, pemasok, hingga investor dalam satu ekosistem. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan menengah, dalam memperluas pasar serta meningkatkan daya saing di tengah perubahan industri yang cepat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
