<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos Danantara Ungkap 4 Raksasa Teknologi Dunia Akan Beli Energi dari Indonesia</title><description>Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir menyatakan perkembangan teknologi seperti artificial intelligence (AI) ikut mendongkrak permintaan energi. Beberapa perusahaan raksasa teknologi dunia dikabarkan tengah melirik Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/11/320/3217804/bos-danantara-ungkap-4-raksasa-teknologi-dunia-akan-beli-energi-dari-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/11/320/3217804/bos-danantara-ungkap-4-raksasa-teknologi-dunia-akan-beli-energi-dari-indonesia"/><item><title>Bos Danantara Ungkap 4 Raksasa Teknologi Dunia Akan Beli Energi dari Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/11/320/3217804/bos-danantara-ungkap-4-raksasa-teknologi-dunia-akan-beli-energi-dari-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/11/320/3217804/bos-danantara-ungkap-4-raksasa-teknologi-dunia-akan-beli-energi-dari-indonesia</guid><pubDate>Senin 11 Mei 2026 19:25 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/11/320/3217804/danantara-09Eq_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Danantara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/11/320/3217804/danantara-09Eq_large.jpg</image><title>Danantara (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir menyatakan perkembangan teknologi seperti artificial intelligence (AI) ikut mendongkrak permintaan energi. Beberapa perusahaan raksasa teknologi dunia dikabarkan tengah melirik Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi.&#13;
&#13;
Namun demikian, Pandu mengakui bahwa perkembangan AI yang saat ini tengah terjadi belum dapat diterjemahkan dengan baik oleh Indonesia. Padahal perkembangan teknologi tersebut praktis akan mendongkrak permintaan energi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Padahal untuk berkembangnya AI, seharusnya bisnis energi yang mengikuti itu,&amp;quot; kata Pandu di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/5/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya Indonesia menjadi negara yang cukup potensial untuk memenuhi permintaan energi tersebut di tengah perkembangan teknologi. Mengingat saat masih menjadi produsen batu bara yang cukup besar, serta kelebihan pasokan listrik yang signifikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi cerita soal AI yang menyangkut energi, belum bisa diterjemahkan dengan baik di Indonesia. Kemarin saya ketemu dengan 4 perusahaan terbesar di Dunia untuk teknologi, semuanya mau Indonesia mencari energi,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Pandu mengatakan, perkembangan AI bahkan telah bergerak menuju Artificial General Intelligence (AGI) yang membutuhkan kapasitas komputasi dan konsumsi listrik lebih besar. Menurut dia, sejumlah perusahaan teknologi besar dunia kini aktif mencari sumber energi baru, termasuk ke Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia juga menilai perusahaan-perusahaan energi nasional belum agresif membangun keterkaitan dengan industri AI dan data center. Padahal, menurutnya kerjasama pasokan energi untuk pusat data bisa menjadi katalis pertumbuhan baru.&#13;
&#13;
Selain itu Pandu juga berharap perusahaan Indonesia perlu memperkuat storytelling kepada investor global. Sebab pasar saat ini tidak hanya melihat fundamental perusahaan, tetapi juga narasi pertumbuhan jangka panjang yang relevan dengan tren dunia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Aku sudah ngomong sama beberapa owner perusahaan energi, kenapa kalian tidak punya offtaker data center. Then you can tell a story energi for AI. Hanya cerita kayak gitu, di Korea, di Amerika, saham bisa naik 5-6 kali lipat. Tapi aku sudah infoin, tapi gak di jalanin,&amp;quot; pungkas Pandu.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir menyatakan perkembangan teknologi seperti artificial intelligence (AI) ikut mendongkrak permintaan energi. Beberapa perusahaan raksasa teknologi dunia dikabarkan tengah melirik Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi.&#13;
&#13;
Namun demikian, Pandu mengakui bahwa perkembangan AI yang saat ini tengah terjadi belum dapat diterjemahkan dengan baik oleh Indonesia. Padahal perkembangan teknologi tersebut praktis akan mendongkrak permintaan energi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Padahal untuk berkembangnya AI, seharusnya bisnis energi yang mengikuti itu,&amp;quot; kata Pandu di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/5/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya Indonesia menjadi negara yang cukup potensial untuk memenuhi permintaan energi tersebut di tengah perkembangan teknologi. Mengingat saat masih menjadi produsen batu bara yang cukup besar, serta kelebihan pasokan listrik yang signifikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi cerita soal AI yang menyangkut energi, belum bisa diterjemahkan dengan baik di Indonesia. Kemarin saya ketemu dengan 4 perusahaan terbesar di Dunia untuk teknologi, semuanya mau Indonesia mencari energi,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Pandu mengatakan, perkembangan AI bahkan telah bergerak menuju Artificial General Intelligence (AGI) yang membutuhkan kapasitas komputasi dan konsumsi listrik lebih besar. Menurut dia, sejumlah perusahaan teknologi besar dunia kini aktif mencari sumber energi baru, termasuk ke Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia juga menilai perusahaan-perusahaan energi nasional belum agresif membangun keterkaitan dengan industri AI dan data center. Padahal, menurutnya kerjasama pasokan energi untuk pusat data bisa menjadi katalis pertumbuhan baru.&#13;
&#13;
Selain itu Pandu juga berharap perusahaan Indonesia perlu memperkuat storytelling kepada investor global. Sebab pasar saat ini tidak hanya melihat fundamental perusahaan, tetapi juga narasi pertumbuhan jangka panjang yang relevan dengan tren dunia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Aku sudah ngomong sama beberapa owner perusahaan energi, kenapa kalian tidak punya offtaker data center. Then you can tell a story energi for AI. Hanya cerita kayak gitu, di Korea, di Amerika, saham bisa naik 5-6 kali lipat. Tapi aku sudah infoin, tapi gak di jalanin,&amp;quot; pungkas Pandu.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
