<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK Ungkap Ada Saham Indonesia yang Berpotensi Naik Kelas di MSCI</title><description>Sejumlah saham yang dikeluarkan Morgan Stanley Capital International (MSCI) dalam Small Cap Index seharusnya naik kelas ke Global Standard Index.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/13/278/3218211/ojk-ungkap-ada-saham-indonesia-yang-berpotensi-naik-kelas-di-msci</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/13/278/3218211/ojk-ungkap-ada-saham-indonesia-yang-berpotensi-naik-kelas-di-msci"/><item><title>OJK Ungkap Ada Saham Indonesia yang Berpotensi Naik Kelas di MSCI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/13/278/3218211/ojk-ungkap-ada-saham-indonesia-yang-berpotensi-naik-kelas-di-msci</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/13/278/3218211/ojk-ungkap-ada-saham-indonesia-yang-berpotensi-naik-kelas-di-msci</guid><pubDate>Rabu 13 Mei 2026 14:19 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/13/278/3218211/saham-OyZz_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">OJK Ungkap Ada Saham Indonesia yang Berpotensi Naik Kelas di MSCI, Ada ANTM hingga MSIN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/13/278/3218211/saham-OyZz_large.jpg</image><title>OJK Ungkap Ada Saham Indonesia yang Berpotensi Naik Kelas di MSCI, Ada ANTM hingga MSIN (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, sejumlah saham yang dikeluarkan Morgan Stanley Capital International (MSCI) dalam Small Cap Index seharusnya naik kelas ke Global Standard Index.&#13;
&#13;
Hanya saja, kata Hasan, saat ini MSCI masih membekukan saham-saham Indonesia untuk dimasukan dalam konstituen indeks, di tengah agenda transformasi integritas pasar modal yang saat ini dilakukan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau kita lihat nih yang Small Cap Index yang kemarin diumumkan MSCI keluar, sebetulnya tidak semuanya keluar karena turun, tapi justru karena naik,&amp;quot; ujar Hasan dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/5/2026).&#13;
&#13;
Adapun sejumlah saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Index ada 13 emiten antara lain:&#13;
&#13;
1. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM)&#13;
2. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)&#13;
3. PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)&#13;
4. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)&#13;
5. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)&#13;
6. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)&#13;
7. PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)&#13;
8. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)&#13;
9. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)&#13;
10. PT Pabrik Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)&#13;
11. PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)&#13;
12. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)&#13;
13. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)&#13;
&#13;
&amp;quot;Hanya karena untuk sementara waktu, kebijakan mereka (MSCI) sedang ada freeze atau pembekuan, tidak adanya in (memasukan saham) ke kelompok indeks Indonesia, maka saham-saham itu tertunda masuk,&amp;quot; kata Hasan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menambahkan, OJK, BEI dan SRO berkomitmen untuk mendorong emiten-emiten Indonesia agar masuk dalam perhitungan MSCI ke depannya. Namun OJK tetap akan melakukan kalkulasi emiten mana yang akan didorong masuk sebagai indeks MSCI.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kapan saatnya bisa kita dorong masuk tentu setiap siklus berikutnya kita harapkan kita bersama emiten-emitennya betul-betul siap pada saatnya. Jangan sampai yang seharusnya sudah masuk ini dan belum atau tertunda ini justru pada kesempatan berikutnya turun kelas,&amp;quot; kata Hasan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelum sampai pada tahap tersebut, OJK BEI dan SRO akan menyelesaikan agenda transformasi integritas pasar modal yang menjadi dasar untuk meningkatkan kepercayaan penyedia indeks global dan investor.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini yang salah satu upaya nyata yang akan kita lakukan. Sekarang kita betul-betul menghadirkan transparansi, tapi tidak luput memperhatikan potensi menambah banyaknya saham-saham kita untuk masuk lebih banyak lagi di indeks-indeks terbaik tersebut,&amp;quot; pungkasnya.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, sejumlah saham yang dikeluarkan Morgan Stanley Capital International (MSCI) dalam Small Cap Index seharusnya naik kelas ke Global Standard Index.&#13;
&#13;
Hanya saja, kata Hasan, saat ini MSCI masih membekukan saham-saham Indonesia untuk dimasukan dalam konstituen indeks, di tengah agenda transformasi integritas pasar modal yang saat ini dilakukan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau kita lihat nih yang Small Cap Index yang kemarin diumumkan MSCI keluar, sebetulnya tidak semuanya keluar karena turun, tapi justru karena naik,&amp;quot; ujar Hasan dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/5/2026).&#13;
&#13;
Adapun sejumlah saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Index ada 13 emiten antara lain:&#13;
&#13;
1. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM)&#13;
2. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)&#13;
3. PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)&#13;
4. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)&#13;
5. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)&#13;
6. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)&#13;
7. PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)&#13;
8. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)&#13;
9. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)&#13;
10. PT Pabrik Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)&#13;
11. PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)&#13;
12. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)&#13;
13. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)&#13;
&#13;
&amp;quot;Hanya karena untuk sementara waktu, kebijakan mereka (MSCI) sedang ada freeze atau pembekuan, tidak adanya in (memasukan saham) ke kelompok indeks Indonesia, maka saham-saham itu tertunda masuk,&amp;quot; kata Hasan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menambahkan, OJK, BEI dan SRO berkomitmen untuk mendorong emiten-emiten Indonesia agar masuk dalam perhitungan MSCI ke depannya. Namun OJK tetap akan melakukan kalkulasi emiten mana yang akan didorong masuk sebagai indeks MSCI.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Kapan saatnya bisa kita dorong masuk tentu setiap siklus berikutnya kita harapkan kita bersama emiten-emitennya betul-betul siap pada saatnya. Jangan sampai yang seharusnya sudah masuk ini dan belum atau tertunda ini justru pada kesempatan berikutnya turun kelas,&amp;quot; kata Hasan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sebelum sampai pada tahap tersebut, OJK BEI dan SRO akan menyelesaikan agenda transformasi integritas pasar modal yang menjadi dasar untuk meningkatkan kepercayaan penyedia indeks global dan investor.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini yang salah satu upaya nyata yang akan kita lakukan. Sekarang kita betul-betul menghadirkan transparansi, tapi tidak luput memperhatikan potensi menambah banyaknya saham-saham kita untuk masuk lebih banyak lagi di indeks-indeks terbaik tersebut,&amp;quot; pungkasnya.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
