<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Purbaya Buktikan Ekonomi RI Tumbuh 5,61% Ditopang Daya Beli Kuat</title><description>Terjaganya daya beli dan meningkatnya geliat ekonomi domestik menjadi fondasi utama capaian tersebut.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/15/320/3218522/purbaya-buktikan-ekonomi-ri-tumbuh-5-61-ditopang-daya-beli-kuat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/15/320/3218522/purbaya-buktikan-ekonomi-ri-tumbuh-5-61-ditopang-daya-beli-kuat"/><item><title>Purbaya Buktikan Ekonomi RI Tumbuh 5,61% Ditopang Daya Beli Kuat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/15/320/3218522/purbaya-buktikan-ekonomi-ri-tumbuh-5-61-ditopang-daya-beli-kuat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/15/320/3218522/purbaya-buktikan-ekonomi-ri-tumbuh-5-61-ditopang-daya-beli-kuat</guid><pubDate>Jum'at 15 Mei 2026 09:02 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/15/320/3218522/purbaya-kf5X_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 sebesar 5,61 persen. (Foto ;Okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/15/320/3218522/purbaya-kf5X_large.jpg</image><title>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 sebesar 5,61 persen. (Foto ;Okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 sebesar 5,61 persen didominasi kuatnya aktivitas konsumsi masyarakat. Terjaganya daya beli dan meningkatnya geliat ekonomi domestik menjadi fondasi utama capaian tersebut.&#13;
&#13;
Purbaya mengungkapkan bahwa konsumsi rumah tangga memberikan sumbangsih terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, yakni mencapai 2,94 persen.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap kuat dan tumbuh signifikan,&amp;rdquo; ujar Purbaya, Jumat (15/5/2026).&#13;
&#13;
Selain konsumsi masyarakat, komponen investasi turut menyumbang 1,79 persen terhadap total pertumbuhan. Sementara itu, belanja pemerintah memberikan kontribusi sebesar 1,26 persen.&#13;
&#13;
Purbaya menjelaskan bahwa angka-angka tersebut diperoleh dari hasil perhitungan pertumbuhan tiap komponen terhadap pangsa Produk Domestik Bruto (PDB).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kontribusi pertumbuhan dihitung dari pertumbuhan masing-masing komponen dikalikan dengan pangsanya terhadap perekonomian. Dari perhitungan tersebut, konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Pemerintah secara sengaja mendorong pertumbuhan belanja pada awal tahun sebagai bagian dari transformasi pola realisasi anggaran.&#13;
&#13;
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang sering kali menumpuk di akhir tahun, belanja negara kini diarahkan agar terealisasi lebih cepat demi memberikan efek pengganda (multiplier effect) yang merata sejak kuartal pertama.&#13;
&#13;
Melalui sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter, pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga momentum pertumbuhan ini.&#13;
&#13;
Langkah konkret yang diambil mencakup akselerasi belanja di berbagai kementerian/lembaga serta pelaksanaan program prioritas nasional guna memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat di tengah dinamika global.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 sebesar 5,61 persen didominasi kuatnya aktivitas konsumsi masyarakat. Terjaganya daya beli dan meningkatnya geliat ekonomi domestik menjadi fondasi utama capaian tersebut.&#13;
&#13;
Purbaya mengungkapkan bahwa konsumsi rumah tangga memberikan sumbangsih terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, yakni mencapai 2,94 persen.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap kuat dan tumbuh signifikan,&amp;rdquo; ujar Purbaya, Jumat (15/5/2026).&#13;
&#13;
Selain konsumsi masyarakat, komponen investasi turut menyumbang 1,79 persen terhadap total pertumbuhan. Sementara itu, belanja pemerintah memberikan kontribusi sebesar 1,26 persen.&#13;
&#13;
Purbaya menjelaskan bahwa angka-angka tersebut diperoleh dari hasil perhitungan pertumbuhan tiap komponen terhadap pangsa Produk Domestik Bruto (PDB).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kontribusi pertumbuhan dihitung dari pertumbuhan masing-masing komponen dikalikan dengan pangsanya terhadap perekonomian. Dari perhitungan tersebut, konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Pemerintah secara sengaja mendorong pertumbuhan belanja pada awal tahun sebagai bagian dari transformasi pola realisasi anggaran.&#13;
&#13;
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang sering kali menumpuk di akhir tahun, belanja negara kini diarahkan agar terealisasi lebih cepat demi memberikan efek pengganda (multiplier effect) yang merata sejak kuartal pertama.&#13;
&#13;
Melalui sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter, pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga momentum pertumbuhan ini.&#13;
&#13;
Langkah konkret yang diambil mencakup akselerasi belanja di berbagai kementerian/lembaga serta pelaksanaan program prioritas nasional guna memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat di tengah dinamika global.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
