<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Proyek Konstruksi Bakal Pakai Teknologi BIM hingga AI, Lebih Transparan dan Berbasis Data</title><description>Upaya ini dilakukan dengan memanfaatkan teknologi seperti Building Information Modeling (BIM), Artificial Intelligence (AI)&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/15/470/3218559/proyek-konstruksi-bakal-pakai-teknologi-bim-hingga-ai-lebih-transparan-dan-berbasis-data</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/15/470/3218559/proyek-konstruksi-bakal-pakai-teknologi-bim-hingga-ai-lebih-transparan-dan-berbasis-data"/><item><title>Proyek Konstruksi Bakal Pakai Teknologi BIM hingga AI, Lebih Transparan dan Berbasis Data</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/15/470/3218559/proyek-konstruksi-bakal-pakai-teknologi-bim-hingga-ai-lebih-transparan-dan-berbasis-data</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/15/470/3218559/proyek-konstruksi-bakal-pakai-teknologi-bim-hingga-ai-lebih-transparan-dan-berbasis-data</guid><pubDate>Jum'at 15 Mei 2026 11:41 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/15/470/3218559/infrastruktur-eYOI_large.png" expression="full" type="image/jpeg"> Pemerintah melakukan transformasi pada industri konstruksi menuju sistem yang lebih terintegrasi, efisien, transparan, dan akuntabel. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/15/470/3218559/infrastruktur-eYOI_large.png</image><title> Pemerintah melakukan transformasi pada industri konstruksi menuju sistem yang lebih terintegrasi, efisien, transparan, dan akuntabel. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah melakukan transformasi pada industri konstruksi menuju sistem yang lebih terintegrasi, efisien, transparan, dan akuntabel. Upaya ini dilakukan dengan memanfaatkan teknologi seperti Building Information Modeling (BIM), Artificial Intelligence (AI), serta sistem data terintegrasi dalam proyek infrastruktur.&#13;
&#13;
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Komang Sri Hartini, menekankan pentingnya digitalisasi infrastruktur dalam memperkuat tata kelola konstruksi nasional yang lebih modern dan berbasis data.&#13;
&#13;
Menurutnya, peran BIM, Common Data Environment (CDE), serta AI dalam mendukung monitoring proyek, meningkatkan efisiensi, dan mempercepat pengambilan keputusan sangat penting.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Digitalisasi infrastruktur menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola konstruksi yang lebih terintegrasi, efisien, transparan, dan akuntabel. Pemanfaatan BIM, CDE, dan AI sangat penting untuk mendukung pengelolaan proyek yang lebih cerdas dan berbasis data,&amp;rdquo; ujar Komang, Jumat (15/5/2026).&#13;
&#13;
Sementara itu, Direktur Kompetensi dan Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum, Kimron Manik, menambahkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan penyedia teknologi dalam memperkuat pengembangan talenta digital sektor konstruksi. Ia menekankan kebutuhan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan tersertifikasi untuk menjawab tantangan transformasi digital.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memastikan tenaga kerja konstruksi siap menghadapi era digital. Kompetensi, sertifikasi, dan adaptasi terhadap teknologi seperti BIM menjadi kebutuhan utama saat ini,&amp;rdquo; kata Kimron.&#13;
&#13;
Dari sisi industri, Vice Country Director Glodon Indonesia, Florentia Edrea, menyebut AEC Connect Day sebagai forum penting yang mempertemukan para pemimpin industri untuk mengeksplorasi inovasi digital dalam dunia konstruksi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebagai salah satu acara penting di industri AEC di Indonesia, kegiatan ini mempertemukan para pemimpin industri untuk mengeksplorasi bagaimana inovasi digital membentuk masa depan konstruksi,&amp;rdquo; ujar Florentia.&#13;
&#13;
Forum ini membahas berbagai arah pengembangan konstruksi digital, termasuk implementasi BIM, AI, Digital Twin, otomatisasi, keberlanjutan (sustainability), integrasi data, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan penyedia teknologi dalam mempercepat transformasi konstruksi digital di Indonesia.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah melakukan transformasi pada industri konstruksi menuju sistem yang lebih terintegrasi, efisien, transparan, dan akuntabel. Upaya ini dilakukan dengan memanfaatkan teknologi seperti Building Information Modeling (BIM), Artificial Intelligence (AI), serta sistem data terintegrasi dalam proyek infrastruktur.&#13;
&#13;
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Komang Sri Hartini, menekankan pentingnya digitalisasi infrastruktur dalam memperkuat tata kelola konstruksi nasional yang lebih modern dan berbasis data.&#13;
&#13;
Menurutnya, peran BIM, Common Data Environment (CDE), serta AI dalam mendukung monitoring proyek, meningkatkan efisiensi, dan mempercepat pengambilan keputusan sangat penting.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Digitalisasi infrastruktur menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola konstruksi yang lebih terintegrasi, efisien, transparan, dan akuntabel. Pemanfaatan BIM, CDE, dan AI sangat penting untuk mendukung pengelolaan proyek yang lebih cerdas dan berbasis data,&amp;rdquo; ujar Komang, Jumat (15/5/2026).&#13;
&#13;
Sementara itu, Direktur Kompetensi dan Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum, Kimron Manik, menambahkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan penyedia teknologi dalam memperkuat pengembangan talenta digital sektor konstruksi. Ia menekankan kebutuhan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan tersertifikasi untuk menjawab tantangan transformasi digital.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memastikan tenaga kerja konstruksi siap menghadapi era digital. Kompetensi, sertifikasi, dan adaptasi terhadap teknologi seperti BIM menjadi kebutuhan utama saat ini,&amp;rdquo; kata Kimron.&#13;
&#13;
Dari sisi industri, Vice Country Director Glodon Indonesia, Florentia Edrea, menyebut AEC Connect Day sebagai forum penting yang mempertemukan para pemimpin industri untuk mengeksplorasi inovasi digital dalam dunia konstruksi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sebagai salah satu acara penting di industri AEC di Indonesia, kegiatan ini mempertemukan para pemimpin industri untuk mengeksplorasi bagaimana inovasi digital membentuk masa depan konstruksi,&amp;rdquo; ujar Florentia.&#13;
&#13;
Forum ini membahas berbagai arah pengembangan konstruksi digital, termasuk implementasi BIM, AI, Digital Twin, otomatisasi, keberlanjutan (sustainability), integrasi data, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan penyedia teknologi dalam mempercepat transformasi konstruksi digital di Indonesia.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
