<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Pelatihan Nasional untuk Lulusan SMK/SMA, Dapat Uang Saku Rp20.000 per Hari</title><description>Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka program Pelatihan Vokasi Nasional bagi lulusan SMA/SMK dengan kuota sebanyak 70.000 peserta pada tahun 2026.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/17/320/3218973/ada-pelatihan-nasional-untuk-lulusan-smk-sma-dapat-uang-saku-rp20-000-per-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/17/320/3218973/ada-pelatihan-nasional-untuk-lulusan-smk-sma-dapat-uang-saku-rp20-000-per-hari"/><item><title>Ada Pelatihan Nasional untuk Lulusan SMK/SMA, Dapat Uang Saku Rp20.000 per Hari</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/17/320/3218973/ada-pelatihan-nasional-untuk-lulusan-smk-sma-dapat-uang-saku-rp20-000-per-hari</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/17/320/3218973/ada-pelatihan-nasional-untuk-lulusan-smk-sma-dapat-uang-saku-rp20-000-per-hari</guid><pubDate>Minggu 17 Mei 2026 15:49 WIB</pubDate><dc:creator>Tangguh Yudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/17/320/3218973/kerja-Zk0o_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ada Pelatihan Nasional untuk Lulusan SMK/SMA, Dapat Uang Saku Rp20.000 per Hari (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/17/320/3218973/kerja-Zk0o_large.jpg</image><title>Ada Pelatihan Nasional untuk Lulusan SMK/SMA, Dapat Uang Saku Rp20.000 per Hari (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka program Pelatihan Vokasi Nasional bagi lulusan SMA/SMK dengan kuota sebanyak 70.000 peserta pada tahun 2026.&#13;
&#13;
Program ini dilaksanakan melalui balai pelatihan milik Kemnaker yang tersebar di seluruh Indonesia serta bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).&#13;
&#13;
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan, para peserta akan mendapatkan pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja tanpa dipungut biaya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami dari Kementerian Ketenagaan Kerjaan membuka untuk pelatihan anak-anak tamatan SMK dan SMA untuk kita latih di balai-balai kami yang ada di seluruh Indonesia. Juga bekerja sama dengan balai-balai UPTD Itu membuka 70 ribu. Silahkan mendaftar dan mengikuti,&amp;quot; ujar Afriansyah di Jakarta, Minggu (17/5/2026).&#13;
&#13;
Pendaftaran program dilakukan secara daring melalui Siapkerja. Melalui aplikasi tersebut, peserta juga dapat mendaftar untuk Program Magang Nasional dan pelatihan vokasi lainnya.&#13;
&#13;
Selain pelatihan gratis, peserta akan memperoleh uang saku sebesar Rp20.000 per hari selama mengikuti pelatihan. Setelah menyelesaikan program, peserta juga akan mendapatkan sertifikat resmi dari negara sebagai bukti kompetensi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di situ nanti diberikan insentif Itu per hari untuk uang sakunya itu Rp20 ribu. Terus pelatihannya gratis selama Anda bisa mengikuti dengan baik, dan mendapatkan sertifikasi dari negara,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain program pelatihan lulusan SMA/SMK, Kemnaker juga menyiapkan sebanyak 150 ribu kuota untuk program Magang Nasional tahun 2026 ini. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 100 ribu peserta.&#13;
&#13;
Afriansyah mengatakan peningkatan kuota ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan keterampilan lulusan baru.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka kita beri pekerjaan atau magang di suatu instansi, baik swasta maupun pemerintah. Dan mereka selama 6 bulan dididik bersama mentor yang memang profesional di bidangnya,&amp;quot; kata Afriansyah.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka program Pelatihan Vokasi Nasional bagi lulusan SMA/SMK dengan kuota sebanyak 70.000 peserta pada tahun 2026.&#13;
&#13;
Program ini dilaksanakan melalui balai pelatihan milik Kemnaker yang tersebar di seluruh Indonesia serta bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).&#13;
&#13;
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan, para peserta akan mendapatkan pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja tanpa dipungut biaya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami dari Kementerian Ketenagaan Kerjaan membuka untuk pelatihan anak-anak tamatan SMK dan SMA untuk kita latih di balai-balai kami yang ada di seluruh Indonesia. Juga bekerja sama dengan balai-balai UPTD Itu membuka 70 ribu. Silahkan mendaftar dan mengikuti,&amp;quot; ujar Afriansyah di Jakarta, Minggu (17/5/2026).&#13;
&#13;
Pendaftaran program dilakukan secara daring melalui Siapkerja. Melalui aplikasi tersebut, peserta juga dapat mendaftar untuk Program Magang Nasional dan pelatihan vokasi lainnya.&#13;
&#13;
Selain pelatihan gratis, peserta akan memperoleh uang saku sebesar Rp20.000 per hari selama mengikuti pelatihan. Setelah menyelesaikan program, peserta juga akan mendapatkan sertifikat resmi dari negara sebagai bukti kompetensi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di situ nanti diberikan insentif Itu per hari untuk uang sakunya itu Rp20 ribu. Terus pelatihannya gratis selama Anda bisa mengikuti dengan baik, dan mendapatkan sertifikasi dari negara,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain program pelatihan lulusan SMA/SMK, Kemnaker juga menyiapkan sebanyak 150 ribu kuota untuk program Magang Nasional tahun 2026 ini. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 100 ribu peserta.&#13;
&#13;
Afriansyah mengatakan peningkatan kuota ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan keterampilan lulusan baru.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka kita beri pekerjaan atau magang di suatu instansi, baik swasta maupun pemerintah. Dan mereka selama 6 bulan dididik bersama mentor yang memang profesional di bidangnya,&amp;quot; kata Afriansyah.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
