<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.675 Triliun di Kuartal I-2026</title><description>Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai USD433,4 miliar atau setara Rp7.675,3 triliun (kurs Rp17.668 per USD) pada kuartal I-2026. &#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/18/320/3219083/utang-luar-negeri-indonesia-tembus-rp7-675-triliun-di-kuartal-i-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/18/320/3219083/utang-luar-negeri-indonesia-tembus-rp7-675-triliun-di-kuartal-i-2026"/><item><title>Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.675 Triliun di Kuartal I-2026</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/18/320/3219083/utang-luar-negeri-indonesia-tembus-rp7-675-triliun-di-kuartal-i-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/18/320/3219083/utang-luar-negeri-indonesia-tembus-rp7-675-triliun-di-kuartal-i-2026</guid><pubDate>Senin 18 Mei 2026 11:44 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/18/320/3219083/utang-ypHW_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.675 Triliun di Kuartal I-2026 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/18/320/3219083/utang-ypHW_large.jpg</image><title>Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.675 Triliun di Kuartal I-2026 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai USD433,4 miliar atau setara Rp7.675,3 triliun (kurs Rp17.668 per USD) pada kuartal I-2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Angka ULN Indonesia ini tumbuh 0,8 persen secara tahunan (yoy). Namun, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal IV 2025 sebesar 1,9 persen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Perkembangan posisi ULN tersebut dipengaruhi oleh ULN sektor publik dan ULN sektor swasta,&amp;quot; ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).&#13;
&#13;
Menurut Ramdan, posisi ULN pemerintah tetap terjaga. Pada kuartal I-2026 posisi ULN pemerintah tercatat sebesar USD214,7 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal IV 2025 sebesar 5,5 persen (yoy).&#13;
&#13;
Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran modal masuk asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring dengan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.&#13;
&#13;
Sebagai salah satu instrumen dalam pembiayaan APBN, ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel dengan pemanfaatan yang terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas guna menjaga keberlanjutan fiskal serta memperkuat perekonomian nasional.&#13;
&#13;
Berdasarkan sektor ekonomi, penggunaan ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22,1 persen dari total ULN pemerintah); Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (20,2 persen); Jasa Pendidikan (16,2 persen); Konstruksi (11,5 persen); serta Transportasi dan Pergudangan (8,5 persen).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99 persen dari total ULN pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sedangkan, ULN swasta menurun. Pada kuartal I 2026, posisi ULN swasta tercatat sebesar USD191,4 miliar, lebih rendah dibandingkan posisi kuartal IV 2025 USD194,2 miliar.&#13;
&#13;
Penurunan posisi ULN terjadi pada kelompok peminjam lembaga keuangan (financial corporations) dan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations), yang secara tahunan masing-masing tercatat kontraksi sebesar 3,6 persen (yoy) dan 1,3 persen (yoy).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan dan Penggalian, dengan pangsa mencapai 80,4 persen dari total ULN swasta. ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,6 persen terhadap total ULN swasta.&#13;
&#13;
Sementara itu, ULN swasta tetap didominasi oleh utangjangka panjang dengan pangsa mencapai 76,2 persen terhadap total ULN swasta.&#13;
&#13;
Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,5 persen pada kuartal I 2026, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 85,4 persen dari total ULN.&#13;
&#13;
Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN.&#13;
&#13;
Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.&#13;
&#13;
Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai USD433,4 miliar atau setara Rp7.675,3 triliun (kurs Rp17.668 per USD) pada kuartal I-2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Angka ULN Indonesia ini tumbuh 0,8 persen secara tahunan (yoy). Namun, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal IV 2025 sebesar 1,9 persen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Perkembangan posisi ULN tersebut dipengaruhi oleh ULN sektor publik dan ULN sektor swasta,&amp;quot; ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).&#13;
&#13;
Menurut Ramdan, posisi ULN pemerintah tetap terjaga. Pada kuartal I-2026 posisi ULN pemerintah tercatat sebesar USD214,7 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal IV 2025 sebesar 5,5 persen (yoy).&#13;
&#13;
Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran modal masuk asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring dengan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.&#13;
&#13;
Sebagai salah satu instrumen dalam pembiayaan APBN, ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel dengan pemanfaatan yang terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas guna menjaga keberlanjutan fiskal serta memperkuat perekonomian nasional.&#13;
&#13;
Berdasarkan sektor ekonomi, penggunaan ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22,1 persen dari total ULN pemerintah); Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (20,2 persen); Jasa Pendidikan (16,2 persen); Konstruksi (11,5 persen); serta Transportasi dan Pergudangan (8,5 persen).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99 persen dari total ULN pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sedangkan, ULN swasta menurun. Pada kuartal I 2026, posisi ULN swasta tercatat sebesar USD191,4 miliar, lebih rendah dibandingkan posisi kuartal IV 2025 USD194,2 miliar.&#13;
&#13;
Penurunan posisi ULN terjadi pada kelompok peminjam lembaga keuangan (financial corporations) dan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations), yang secara tahunan masing-masing tercatat kontraksi sebesar 3,6 persen (yoy) dan 1,3 persen (yoy).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan dan Penggalian, dengan pangsa mencapai 80,4 persen dari total ULN swasta. ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,6 persen terhadap total ULN swasta.&#13;
&#13;
Sementara itu, ULN swasta tetap didominasi oleh utangjangka panjang dengan pangsa mencapai 76,2 persen terhadap total ULN swasta.&#13;
&#13;
Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,5 persen pada kuartal I 2026, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 85,4 persen dari total ULN.&#13;
&#13;
Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN.&#13;
&#13;
Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.&#13;
&#13;
Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
