<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI: Cadangan Devisa USD146,2 Miliar Sangat Kuat, Lampaui Standar Kecukupan IMF</title><description>Bank Indonesia (BI) menayatakan posisi cadangan devisa (cadev) nasional berada dalam kondisi yang sangat kokoh dan lebih dari cukup untuk menjaga ketahanan serta stabilitas moneter dalam negeri. Penegasan ini dikeluarkan guna memberikan kepastian pada pasar di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/19/320/3219330/bi-cadangan-devisa-usd146-2-miliar-sangat-kuat-lampaui-standar-kecukupan-imf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/19/320/3219330/bi-cadangan-devisa-usd146-2-miliar-sangat-kuat-lampaui-standar-kecukupan-imf"/><item><title>BI: Cadangan Devisa USD146,2 Miliar Sangat Kuat, Lampaui Standar Kecukupan IMF</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/19/320/3219330/bi-cadangan-devisa-usd146-2-miliar-sangat-kuat-lampaui-standar-kecukupan-imf</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/19/320/3219330/bi-cadangan-devisa-usd146-2-miliar-sangat-kuat-lampaui-standar-kecukupan-imf</guid><pubDate>Selasa 19 Mei 2026 12:05 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/19/320/3219330/bank_indonesia-bOkQ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/19/320/3219330/bank_indonesia-bOkQ_large.jpg</image><title>Bank Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) menyatakan posisi cadangan devisa (cadev) nasional berada dalam kondisi yang sangat kokoh dan lebih dari cukup untuk menjaga ketahanan serta stabilitas moneter dalam negeri. Penegasan ini dikeluarkan guna memberikan kepastian pada pasar di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.&#13;
&#13;
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa per akhir April 2026, jumlah cadangan devisa Indonesia bertengger di angka USD146,2 miliar. Otoritas moneter menilai jumlah tersebut sangat memadai dalam membentengi perekonomian domestik dari gejolak eksternal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tercatat sebesar USD146,2 miliar. Level tersebut tetap kuat dan memadai dalam mendukung ketahanan eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional,&amp;quot; ujar Ramdan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/5/2026).&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Ramdan memaparkan bahwa jika diukur menggunakan indikator kecukupan yang diakui secara global, posisi likuiditas valas milik Indonesia ini sudah berada di atas batas aman yang ditetapkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF).&#13;
&#13;
&amp;quot;Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan sekitar 114% dari ukuran kecukupan cadangan devisa berdasarkan standar internasional yang ditetapkan oleh IMF dan mencerminkan kuatnya ketahanan eksternal Indonesia,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Dengan amunisi valas yang tebal ini, bank sentral berkomitmen akan terus melancarkan strategi intervensi yang terukur guna mengawal pergerakan nilai tukar Rupiah dan mempertahankan kepercayaan para investor di pasar keuangan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Bank Indonesia senantiasa mengelola cadangan devisa secara terukur guna mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah, menjaga kepercayaan pasar, serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia di tengah tingginya ketidakpastian global,&amp;quot; pungkas Ramdan.&#13;
&#13;
Sebelumnya, cecaran pertanyaan yang dilayangkan oleh jajaran legislatif dalam Rapat Kerja antara Bank Indonesia dan Komisi XI DPR RI yang berlangsung sehari sebelumnya, Senin (18/5/2026).&#13;
&#13;
Dalam rapat tersebut, para anggota Komisi XI DPR RI melontarkan kritik tajam dan desakan kepada Gubernur BI Perry Warjiyo. Parlemen menyoroti anomali di mana nilai tukar Rupiah sempat terperosok hingga menyentuh kisaran Rp17.600 per Dolar AS, padahal pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 tercatat tumbuh kencang di level 5,61 persen.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) menyatakan posisi cadangan devisa (cadev) nasional berada dalam kondisi yang sangat kokoh dan lebih dari cukup untuk menjaga ketahanan serta stabilitas moneter dalam negeri. Penegasan ini dikeluarkan guna memberikan kepastian pada pasar di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.&#13;
&#13;
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa per akhir April 2026, jumlah cadangan devisa Indonesia bertengger di angka USD146,2 miliar. Otoritas moneter menilai jumlah tersebut sangat memadai dalam membentengi perekonomian domestik dari gejolak eksternal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tercatat sebesar USD146,2 miliar. Level tersebut tetap kuat dan memadai dalam mendukung ketahanan eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional,&amp;quot; ujar Ramdan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/5/2026).&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Ramdan memaparkan bahwa jika diukur menggunakan indikator kecukupan yang diakui secara global, posisi likuiditas valas milik Indonesia ini sudah berada di atas batas aman yang ditetapkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF).&#13;
&#13;
&amp;quot;Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan sekitar 114% dari ukuran kecukupan cadangan devisa berdasarkan standar internasional yang ditetapkan oleh IMF dan mencerminkan kuatnya ketahanan eksternal Indonesia,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Dengan amunisi valas yang tebal ini, bank sentral berkomitmen akan terus melancarkan strategi intervensi yang terukur guna mengawal pergerakan nilai tukar Rupiah dan mempertahankan kepercayaan para investor di pasar keuangan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Bank Indonesia senantiasa mengelola cadangan devisa secara terukur guna mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah, menjaga kepercayaan pasar, serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia di tengah tingginya ketidakpastian global,&amp;quot; pungkas Ramdan.&#13;
&#13;
Sebelumnya, cecaran pertanyaan yang dilayangkan oleh jajaran legislatif dalam Rapat Kerja antara Bank Indonesia dan Komisi XI DPR RI yang berlangsung sehari sebelumnya, Senin (18/5/2026).&#13;
&#13;
Dalam rapat tersebut, para anggota Komisi XI DPR RI melontarkan kritik tajam dan desakan kepada Gubernur BI Perry Warjiyo. Parlemen menyoroti anomali di mana nilai tukar Rupiah sempat terperosok hingga menyentuh kisaran Rp17.600 per Dolar AS, padahal pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 tercatat tumbuh kencang di level 5,61 persen.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
