<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflow Asing Capai USD3 Miliar, Purbaya: Kalau Pegang Dolar Sekarang Jual Saja</title><description>Intervensi pemerintah di pasar obligasi melalui pembelian kembali (buyback) Surat Berharga Negara (SBN) mulai membuahkan hasil positif&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/19/320/3219458/inflow-asing-capai-usd3-miliar-purbaya-kalau-pegang-dolar-sekarang-jual-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/19/320/3219458/inflow-asing-capai-usd3-miliar-purbaya-kalau-pegang-dolar-sekarang-jual-saja"/><item><title>Inflow Asing Capai USD3 Miliar, Purbaya: Kalau Pegang Dolar Sekarang Jual Saja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/19/320/3219458/inflow-asing-capai-usd3-miliar-purbaya-kalau-pegang-dolar-sekarang-jual-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/19/320/3219458/inflow-asing-capai-usd3-miliar-purbaya-kalau-pegang-dolar-sekarang-jual-saja</guid><pubDate>Selasa 19 Mei 2026 19:54 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/19/320/3219458/apbn_kita-tz3Z_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Purbaya mengklaim intervensi pemerintah di pasar obligasi melalui pembelian kembali (buyback) Surat Berharga Negara (SBN) mulai membuahkan hasil positif. (Foto ;Okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/19/320/3219458/apbn_kita-tz3Z_large.jpg</image><title>Menteri Keuangan Purbaya mengklaim intervensi pemerintah di pasar obligasi melalui pembelian kembali (buyback) Surat Berharga Negara (SBN) mulai membuahkan hasil positif. (Foto ;Okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim intervensi pemerintah di pasar obligasi melalui pembelian kembali (buyback) Surat Berharga Negara (SBN) mulai membuahkan hasil positif. Langkah ini terbukti mampu memulihkan kepercayaan investor global, yang ditandai dengan derasnya aliran modal asing (inflow) yang kembali masuk ke pasar keuangan domestik.&#13;
&#13;
Purbaya memproyeksikan tambahan pasokan valuta asing (valas) yang masuk ke pasar SBN saat ini nilainya sudah setara dengan USD2 miliar hingga USD3 miliar.&#13;
&#13;
Dengan melimpahnya likuiditas tersebut, Purbaya optimistis nilai tukar rupiah akan segera bergerak menguat tajam terhadap dolar AS dalam waktu dekat.&#13;
&#13;
&amp;quot;2&amp;ndash;3 miliar dolar itu tambahan supply dolar,&amp;quot; kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Selasa (19/5/2026).&#13;
&#13;
Atas dasar kalkulasi tersebut, ia bahkan memberikan peringatan terbuka bagi para spekulan atau masyarakat yang saat ini masih menimbun mata uang Negeri Paman Sam agar segera melepasnya ke pasar agar tidak gigit jari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau Anda pegang dolar sekarang ya jual saja,&amp;quot; ujar Purbaya.&#13;
&#13;
Purbaya memaparkan operasi senyap yang dilakukan kementeriannya sejak akhir pekan lalu untuk membentengi pasar keuangan dari sentimen penghindaran risiko global (global risk-off). Pemerintah tercatat melakukan intervensi masif selama tiga hari berturut-turut, yakni sejak Jumat, Senin, hingga Selasa.&#13;
&#13;
Khusus pada Selasa (19/5), Kementerian Keuangan menggelontorkan dana manajemen kas APBN sebesar Rp1,3 triliun untuk melakukan aksi beli di pasar surat utang.&#13;
&#13;
Dampaknya, tingkat imbal hasil (yield) obligasi negara berhasil ditekan turun, yang berarti harga obligasi naik dan menguat. Kondisi ini memicu investor asing untuk ikut berbalik arah memborong SBN.&#13;
&#13;
Berdasarkan data rincian transaksi harian yang dikonfirmasi Purbaya bersama jajarannya, pada hari ini investor asing resmi masuk ke pasar sekunder sebesar Rp500 miliar, sementara di pasar perdana atau primer mencatatkan arus masuk yang lebih besar, yakni mencapai Rp1,68 triliun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi tindakan kita menjaga stabilitas bond market itu sudah bisa mengembalikan kepercayaan investor asing terhadap bond kita. Mereka mulai masuk, dolar mulai masuk kan ya harusnya. Mungkin tidak semuanya instan ya, Pak ya? Sebagian beberapa hari kemudian ya, Pak ya? Settlement-nya dua hari lagi, tapi yang jelas di tengah gonjang-ganjing seperti itu, asing mulai masuk ke sini,&amp;quot; jelas Purbaya.&#13;
&#13;
Purbaya menegaskan bahwa pengawasan pasar keuangan dilakukan secara ketat dan proaktif dari waktu ke waktu untuk memastikan aliran dana asing tidak kembali keluar dari Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya monitor dari waktu ke waktu. Pagi jam 11 Pak Minto saya telepon, Pak Minto sudah masuk berapa. Nanti jam 4 saya telepon lagi, jam 6 saya telepon lagi. Tapi kita melakukan tindakan nyata mengembalikan kepercayaan ke pasar finansial, karena saya bisanya di bond, saya masuk di bond. Saya sudah masuk sebesar itu,&amp;quot; ungkap Purbaya.&#13;
&#13;
Keberhasilan membalikkan arah sentimen pasar ini juga digunakan Purbaya untuk menanggapi kritik media asing, salah satunya majalah The Economist, yang menuding arah kebijakan fiskal dan belanja program prioritas di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak terukur dan berantakan.&#13;
&#13;
Purbaya menegaskan bahwa seluruh kebijakan ekonomi dirancang berbasis riset data yang matang oleh tim internal kementeriannya secara profesional, yang dibuktikan dengan capaian pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang mencapai 5,6 persen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Strateginya sudah cukup baik, kan. Buktinya apa? Di tengah gonjang-ganjing ekonomi dunia, ekonomi bisa tumbuh 5,6. Walaupun ada majalah yang bilang pemerintah, Presiden Prabowo menghabiskan duit. Tidak. Semuanya dilakukan dengan terukur,&amp;quot; kata Purbaya.&#13;
&#13;
Secara berkelakar namun tegas, Purbaya menyatakan tidak akan segan menjatuhkan sanksi internal jika kalkulasi tim risetnya meleset dalam memitigasi risiko makroekonomi ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya punya tadi 400&amp;ndash;500 orang, saya cari yang melototin ini terus. Kalau mereka kalah ya nanti kita pecat. Betul kan? Pak Ferry betul kan? Berani tidak mempertanggungjawabkan hasil risetnya? Pak Herman juga berani kan? Ya kalau salah awas saja,&amp;quot; pungkas Purbaya.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim intervensi pemerintah di pasar obligasi melalui pembelian kembali (buyback) Surat Berharga Negara (SBN) mulai membuahkan hasil positif. Langkah ini terbukti mampu memulihkan kepercayaan investor global, yang ditandai dengan derasnya aliran modal asing (inflow) yang kembali masuk ke pasar keuangan domestik.&#13;
&#13;
Purbaya memproyeksikan tambahan pasokan valuta asing (valas) yang masuk ke pasar SBN saat ini nilainya sudah setara dengan USD2 miliar hingga USD3 miliar.&#13;
&#13;
Dengan melimpahnya likuiditas tersebut, Purbaya optimistis nilai tukar rupiah akan segera bergerak menguat tajam terhadap dolar AS dalam waktu dekat.&#13;
&#13;
&amp;quot;2&amp;ndash;3 miliar dolar itu tambahan supply dolar,&amp;quot; kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Selasa (19/5/2026).&#13;
&#13;
Atas dasar kalkulasi tersebut, ia bahkan memberikan peringatan terbuka bagi para spekulan atau masyarakat yang saat ini masih menimbun mata uang Negeri Paman Sam agar segera melepasnya ke pasar agar tidak gigit jari.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau Anda pegang dolar sekarang ya jual saja,&amp;quot; ujar Purbaya.&#13;
&#13;
Purbaya memaparkan operasi senyap yang dilakukan kementeriannya sejak akhir pekan lalu untuk membentengi pasar keuangan dari sentimen penghindaran risiko global (global risk-off). Pemerintah tercatat melakukan intervensi masif selama tiga hari berturut-turut, yakni sejak Jumat, Senin, hingga Selasa.&#13;
&#13;
Khusus pada Selasa (19/5), Kementerian Keuangan menggelontorkan dana manajemen kas APBN sebesar Rp1,3 triliun untuk melakukan aksi beli di pasar surat utang.&#13;
&#13;
Dampaknya, tingkat imbal hasil (yield) obligasi negara berhasil ditekan turun, yang berarti harga obligasi naik dan menguat. Kondisi ini memicu investor asing untuk ikut berbalik arah memborong SBN.&#13;
&#13;
Berdasarkan data rincian transaksi harian yang dikonfirmasi Purbaya bersama jajarannya, pada hari ini investor asing resmi masuk ke pasar sekunder sebesar Rp500 miliar, sementara di pasar perdana atau primer mencatatkan arus masuk yang lebih besar, yakni mencapai Rp1,68 triliun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi tindakan kita menjaga stabilitas bond market itu sudah bisa mengembalikan kepercayaan investor asing terhadap bond kita. Mereka mulai masuk, dolar mulai masuk kan ya harusnya. Mungkin tidak semuanya instan ya, Pak ya? Sebagian beberapa hari kemudian ya, Pak ya? Settlement-nya dua hari lagi, tapi yang jelas di tengah gonjang-ganjing seperti itu, asing mulai masuk ke sini,&amp;quot; jelas Purbaya.&#13;
&#13;
Purbaya menegaskan bahwa pengawasan pasar keuangan dilakukan secara ketat dan proaktif dari waktu ke waktu untuk memastikan aliran dana asing tidak kembali keluar dari Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya monitor dari waktu ke waktu. Pagi jam 11 Pak Minto saya telepon, Pak Minto sudah masuk berapa. Nanti jam 4 saya telepon lagi, jam 6 saya telepon lagi. Tapi kita melakukan tindakan nyata mengembalikan kepercayaan ke pasar finansial, karena saya bisanya di bond, saya masuk di bond. Saya sudah masuk sebesar itu,&amp;quot; ungkap Purbaya.&#13;
&#13;
Keberhasilan membalikkan arah sentimen pasar ini juga digunakan Purbaya untuk menanggapi kritik media asing, salah satunya majalah The Economist, yang menuding arah kebijakan fiskal dan belanja program prioritas di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak terukur dan berantakan.&#13;
&#13;
Purbaya menegaskan bahwa seluruh kebijakan ekonomi dirancang berbasis riset data yang matang oleh tim internal kementeriannya secara profesional, yang dibuktikan dengan capaian pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang mencapai 5,6 persen.&#13;
&#13;
&amp;quot;Strateginya sudah cukup baik, kan. Buktinya apa? Di tengah gonjang-ganjing ekonomi dunia, ekonomi bisa tumbuh 5,6. Walaupun ada majalah yang bilang pemerintah, Presiden Prabowo menghabiskan duit. Tidak. Semuanya dilakukan dengan terukur,&amp;quot; kata Purbaya.&#13;
&#13;
Secara berkelakar namun tegas, Purbaya menyatakan tidak akan segan menjatuhkan sanksi internal jika kalkulasi tim risetnya meleset dalam memitigasi risiko makroekonomi ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya punya tadi 400&amp;ndash;500 orang, saya cari yang melototin ini terus. Kalau mereka kalah ya nanti kita pecat. Betul kan? Pak Ferry betul kan? Berani tidak mempertanggungjawabkan hasil risetnya? Pak Herman juga berani kan? Ya kalau salah awas saja,&amp;quot; pungkas Purbaya.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
