<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Purbaya Pastikan Kondisi Indonesia Jauh Berbeda dengan Krisis 1998</title><description>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Indonesia saat ini jauh berbeda dengan krisis moneter 1998.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/20/320/3219367/purbaya-pastikan-kondisi-indonesia-jauh-berbeda-dengan-krisis-1998</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/20/320/3219367/purbaya-pastikan-kondisi-indonesia-jauh-berbeda-dengan-krisis-1998"/><item><title>Purbaya Pastikan Kondisi Indonesia Jauh Berbeda dengan Krisis 1998</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/20/320/3219367/purbaya-pastikan-kondisi-indonesia-jauh-berbeda-dengan-krisis-1998</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/20/320/3219367/purbaya-pastikan-kondisi-indonesia-jauh-berbeda-dengan-krisis-1998</guid><pubDate>Rabu 20 Mei 2026 06:02 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/19/320/3219367/purbaya-4SaM_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Purbaya Pastikan Kondisi Indonesia Jauh Berbeda dengan Krisis 1998 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/19/320/3219367/purbaya-4SaM_large.jpg</image><title>Purbaya Pastikan Kondisi Indonesia Jauh Berbeda dengan Krisis 1998 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Indonesia saat ini jauh berbeda dengan krisis moneter 1998. Purbaya membantah pelemahan nilai tukar Rupiah yang kini mencapai Rp17.600-Rp17.700 per USD dikaitkan dengan kondisis krisis moneter tahun 1998.&#13;
&#13;
Purbaya menegaskan bahwa struktur dan fondasi ekonomi nasional saat ini jauh lebih kuat dan resilien dalam menghadapi guncangan eksternal. Menurut Purbaya, terdapat perbedaan fundamental pada sisi kebijakan makro serta stabilitas dalam negeri jika dibandingkan dengan situasi hampir tiga dekade lalu tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau rupiah melemah, seolah-olah kita akan bergerak seperti 1998 lagi. Beda, 1998 itu kebijakannya salah dan &amp;#39;instability social-politic&amp;#39; terjadi setelah setahun kita resesi,&amp;quot; ujar Purbaya di Jakarta, Senin (18/5/2026).&#13;
&#13;
Purbaya menguraikan, riwayat krisis 1998 dipicu oleh hantaman resesi ekonomi yang sudah mendera Indonesia sejak pertengahan tahun 1997. Kondisi tersebut kemudian memicu rentetan efek domino berupa ketidakstabilan sosial dan politik yang masif.&#13;
&#13;
Sebaliknya, kondisi Indonesia hari ini dinilai sangat bertolak belakang karena roda perekonomian domestik terbukti masih mampu melakukan ekspansi dan tumbuh dengan kuat. Situasi positif ini memberikan ruang kendali yang cukup lebar bagi pemerintah untuk memulihkan indikator makro yang sempat terdampak oleh volatilitas global.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Purbaya juga merespons koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ia meyakinkan bahwa penurunan indeks saham tersebut murni dinamika teknikal akibat sentimen sesaat. Pemerintah akan tetap fokus membentengi target pertumbuhan ekonomi riil agar tidak terganggu oleh fluktuasi pasar modal.&#13;
&#13;
Kepada para pelaku pasar dan investor domestik, Purbaya mengimbau untuk tetap tenang menghadapi koreksi ini dan justru memanfaatkannya sebagai peluang investasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi teman-teman nggak usah khawatir. Investor pasar saham, kalau saya bilang, jangan takut serok bawah sekarang. Kalau saya lihat tekniknya, sehari dua hari udah balik. Jadi jangan lupa beli saham,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
Sebagai instrumen penyelamatan konkret, Purbaya menyatakan pemerintah mulai hari ini resmi mengucurkan dana intervensi ke pasar obligasi secara signifikan.&#13;
&#13;
Langkah ini dilakukan guna menstabilkan harga Surat Berharga Negara (SBN) agar investor asing tidak panik dan melakukan aksi lepas portofolio demi menghindari potensi kerugian modal (capital loss). Stabilnya pasar surat utang ini diyakini akan ikut menopang pergerakan mata uang Garuda.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Indonesia saat ini jauh berbeda dengan krisis moneter 1998. Purbaya membantah pelemahan nilai tukar Rupiah yang kini mencapai Rp17.600-Rp17.700 per USD dikaitkan dengan kondisis krisis moneter tahun 1998.&#13;
&#13;
Purbaya menegaskan bahwa struktur dan fondasi ekonomi nasional saat ini jauh lebih kuat dan resilien dalam menghadapi guncangan eksternal. Menurut Purbaya, terdapat perbedaan fundamental pada sisi kebijakan makro serta stabilitas dalam negeri jika dibandingkan dengan situasi hampir tiga dekade lalu tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau rupiah melemah, seolah-olah kita akan bergerak seperti 1998 lagi. Beda, 1998 itu kebijakannya salah dan &amp;#39;instability social-politic&amp;#39; terjadi setelah setahun kita resesi,&amp;quot; ujar Purbaya di Jakarta, Senin (18/5/2026).&#13;
&#13;
Purbaya menguraikan, riwayat krisis 1998 dipicu oleh hantaman resesi ekonomi yang sudah mendera Indonesia sejak pertengahan tahun 1997. Kondisi tersebut kemudian memicu rentetan efek domino berupa ketidakstabilan sosial dan politik yang masif.&#13;
&#13;
Sebaliknya, kondisi Indonesia hari ini dinilai sangat bertolak belakang karena roda perekonomian domestik terbukti masih mampu melakukan ekspansi dan tumbuh dengan kuat. Situasi positif ini memberikan ruang kendali yang cukup lebar bagi pemerintah untuk memulihkan indikator makro yang sempat terdampak oleh volatilitas global.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Purbaya juga merespons koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ia meyakinkan bahwa penurunan indeks saham tersebut murni dinamika teknikal akibat sentimen sesaat. Pemerintah akan tetap fokus membentengi target pertumbuhan ekonomi riil agar tidak terganggu oleh fluktuasi pasar modal.&#13;
&#13;
Kepada para pelaku pasar dan investor domestik, Purbaya mengimbau untuk tetap tenang menghadapi koreksi ini dan justru memanfaatkannya sebagai peluang investasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi teman-teman nggak usah khawatir. Investor pasar saham, kalau saya bilang, jangan takut serok bawah sekarang. Kalau saya lihat tekniknya, sehari dua hari udah balik. Jadi jangan lupa beli saham,&amp;quot; kata dia.&#13;
&#13;
Sebagai instrumen penyelamatan konkret, Purbaya menyatakan pemerintah mulai hari ini resmi mengucurkan dana intervensi ke pasar obligasi secara signifikan.&#13;
&#13;
Langkah ini dilakukan guna menstabilkan harga Surat Berharga Negara (SBN) agar investor asing tidak panik dan melakukan aksi lepas portofolio demi menghindari potensi kerugian modal (capital loss). Stabilnya pasar surat utang ini diyakini akan ikut menopang pergerakan mata uang Garuda.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
