<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Desain Defisit RAPBN 2027 Maksimal Level 2,4 Persen PDB</title><description>Presiden Prabowo Subianto mengumumkan arsitektur awal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk Tahun Anggaran 2027.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/20/320/3219570/prabowo-desain-defisit-rapbn-2027-maksimal-level-2-4-persen-pdb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/20/320/3219570/prabowo-desain-defisit-rapbn-2027-maksimal-level-2-4-persen-pdb"/><item><title>Prabowo Desain Defisit RAPBN 2027 Maksimal Level 2,4 Persen PDB</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/20/320/3219570/prabowo-desain-defisit-rapbn-2027-maksimal-level-2-4-persen-pdb</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/20/320/3219570/prabowo-desain-defisit-rapbn-2027-maksimal-level-2-4-persen-pdb</guid><pubDate>Rabu 20 Mei 2026 11:48 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/20/320/3219570/presiden_prabowo-lBxv_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prabowo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/20/320/3219570/presiden_prabowo-lBxv_large.png</image><title>Presiden Prabowo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan arsitektur awal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk Tahun Anggaran 2027.&#13;
&#13;
Dalam pidato bersejarahnya di hadapan Sidang Paripurna DPR RI, Kepala Negara mendesain postur fiskal yang jauh lebih sehat dan disiplin, ditandai dengan target angka defisit anggaran yang dipangkas rendah ke kisaran 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari sisi pembiayaan defisit kita di tahun 2027 defisit APBN akan kami jaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB dan kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini,&amp;quot; kata Prabowo, Rabu (20/5/2026).&#13;
&#13;
Guna mencapai postur fiskal yang kokoh tersebut, pemerintah merancang target belanja negara yang efisien namun tetap produktif dengan nilai sebesar 13,62 persen sampai 14,8 persen PDB. Sementara itu, dari sisi penerimaan, optimalisasi pendapatan negara dipatok pada kisaran 11,82 persen hingga 12,40 persen PDB.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara kita, sebagai pembicaraan pendahuluan dalam RAPBN 2027,&amp;quot; ujar Prabowo.&#13;
&#13;
Rancangan defisit dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 ini terhitung sangat konservatif dan progresif. Angka ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan target defisit yang tertuang dalam UU APBN 2026, yakni sebesar Rp689,1 triliun atau setara 2,68 persen dari PDB.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kebijakan pengetatan ini juga menjadi evaluasi atas realisasi defisit APBN pada tahun pertama jalannya pemerintahan (periode 2025) yang sempat melebar ke angka Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen PDB, dari plafon target awal yang sebesar 2,78 persen PDB atau senilai Rp662 triliun.&#13;
&#13;
Bagi Presiden Prabowo, perbaikan tata kelola dan penyehatan struktur anggaran ini merupakan instrumen krusial demi mewujudkan kemandirian ekonomi nasional secara jangka panjang.&#13;
&#13;
&amp;quot;APBN bukan sekedar dokumen keuangan negara, tapi wujud alat perjuangan kita sebagai bangsa,&amp;quot; tegas Prabowo.&#13;
&#13;
Selain memaparkan postur pembiayaan, dokumen KEM-PPKF 2027 yang disampaikan Presiden juga merinci indikator-indikator asumsi dasar ekonomi makro sebagai landasan pacu pembangunan.&#13;
&#13;
Pemerintah menetapkan target Pertumbuhan Ekonomi (PE) yang cukup optimistis di level 5,8 persen hingga 6,5 persen, dibarengi dengan stabilitas harga yang dijaga ketat.&#13;
&#13;
Berikut adalah rincian indikator asumsi makro RAPBN 2027 berdasarkan pemaparan resmi pemerintah:&#13;
&#13;
Pertumbuhan Ekonomi (PE) 5,8 persen &amp;ndash; 6,5 persen&#13;
Inflasi 1,5 persen &amp;ndash; 3,5 persen&#13;
Nilai Tukar (Kurs) Rupiah Rp16.800 &amp;ndash; Rp17.500 per Dolar AS&#13;
Suku Bunga SBN 10 Tahun 6,5 persen &amp;ndash; 7,3 persen&#13;
Harga Minyak Mentah RI (ICP) USD70 &amp;ndash; USD95 per barel&#13;
Lifting Minyak 602 ribu &amp;ndash; 615 ribu barel per hari&#13;
Lifting Gas 934 ribu &amp;ndash; 977 ribu barel setara minyak per hari&#13;
Pendapatan Negara 11,82 persen &amp;ndash; 12,40 persen PDB&#13;
Belanja Negara 13,62 persen &amp;ndash; 14,80 persen PDB&#13;
Defisit 1,80 persen &amp;ndash; 2,40 persen PDB&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan arsitektur awal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk Tahun Anggaran 2027.&#13;
&#13;
Dalam pidato bersejarahnya di hadapan Sidang Paripurna DPR RI, Kepala Negara mendesain postur fiskal yang jauh lebih sehat dan disiplin, ditandai dengan target angka defisit anggaran yang dipangkas rendah ke kisaran 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).&#13;
&#13;
&amp;quot;Dari sisi pembiayaan defisit kita di tahun 2027 defisit APBN akan kami jaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB dan kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini,&amp;quot; kata Prabowo, Rabu (20/5/2026).&#13;
&#13;
Guna mencapai postur fiskal yang kokoh tersebut, pemerintah merancang target belanja negara yang efisien namun tetap produktif dengan nilai sebesar 13,62 persen sampai 14,8 persen PDB. Sementara itu, dari sisi penerimaan, optimalisasi pendapatan negara dipatok pada kisaran 11,82 persen hingga 12,40 persen PDB.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara kita, sebagai pembicaraan pendahuluan dalam RAPBN 2027,&amp;quot; ujar Prabowo.&#13;
&#13;
Rancangan defisit dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 ini terhitung sangat konservatif dan progresif. Angka ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan target defisit yang tertuang dalam UU APBN 2026, yakni sebesar Rp689,1 triliun atau setara 2,68 persen dari PDB.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kebijakan pengetatan ini juga menjadi evaluasi atas realisasi defisit APBN pada tahun pertama jalannya pemerintahan (periode 2025) yang sempat melebar ke angka Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen PDB, dari plafon target awal yang sebesar 2,78 persen PDB atau senilai Rp662 triliun.&#13;
&#13;
Bagi Presiden Prabowo, perbaikan tata kelola dan penyehatan struktur anggaran ini merupakan instrumen krusial demi mewujudkan kemandirian ekonomi nasional secara jangka panjang.&#13;
&#13;
&amp;quot;APBN bukan sekedar dokumen keuangan negara, tapi wujud alat perjuangan kita sebagai bangsa,&amp;quot; tegas Prabowo.&#13;
&#13;
Selain memaparkan postur pembiayaan, dokumen KEM-PPKF 2027 yang disampaikan Presiden juga merinci indikator-indikator asumsi dasar ekonomi makro sebagai landasan pacu pembangunan.&#13;
&#13;
Pemerintah menetapkan target Pertumbuhan Ekonomi (PE) yang cukup optimistis di level 5,8 persen hingga 6,5 persen, dibarengi dengan stabilitas harga yang dijaga ketat.&#13;
&#13;
Berikut adalah rincian indikator asumsi makro RAPBN 2027 berdasarkan pemaparan resmi pemerintah:&#13;
&#13;
Pertumbuhan Ekonomi (PE) 5,8 persen &amp;ndash; 6,5 persen&#13;
Inflasi 1,5 persen &amp;ndash; 3,5 persen&#13;
Nilai Tukar (Kurs) Rupiah Rp16.800 &amp;ndash; Rp17.500 per Dolar AS&#13;
Suku Bunga SBN 10 Tahun 6,5 persen &amp;ndash; 7,3 persen&#13;
Harga Minyak Mentah RI (ICP) USD70 &amp;ndash; USD95 per barel&#13;
Lifting Minyak 602 ribu &amp;ndash; 615 ribu barel per hari&#13;
Lifting Gas 934 ribu &amp;ndash; 977 ribu barel setara minyak per hari&#13;
Pendapatan Negara 11,82 persen &amp;ndash; 12,40 persen PDB&#13;
Belanja Negara 13,62 persen &amp;ndash; 14,80 persen PDB&#13;
Defisit 1,80 persen &amp;ndash; 2,40 persen PDB&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
