<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lapor Prabowo, Purbaya Sebut 10 Perusahaan CPO Diduga Manipulasi Harga Ekspor</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan ke Presiden Prabowo Subianto terkait 10 perusahaan Crude Palm Oil (CPO) yang diduga melakukan manipulasi harga ekspor atau under invoicing.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/21/320/3219853/lapor-prabowo-purbaya-sebut-10-perusahaan-cpo-diduga-manipulasi-harga-ekspor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/21/320/3219853/lapor-prabowo-purbaya-sebut-10-perusahaan-cpo-diduga-manipulasi-harga-ekspor"/><item><title>Lapor Prabowo, Purbaya Sebut 10 Perusahaan CPO Diduga Manipulasi Harga Ekspor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/21/320/3219853/lapor-prabowo-purbaya-sebut-10-perusahaan-cpo-diduga-manipulasi-harga-ekspor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/21/320/3219853/lapor-prabowo-purbaya-sebut-10-perusahaan-cpo-diduga-manipulasi-harga-ekspor</guid><pubDate>Kamis 21 Mei 2026 13:36 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/21/320/3219853/menkeu_purbaya-lVco_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/21/320/3219853/menkeu_purbaya-lVco_large.jpg</image><title>Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan ke Presiden Prabowo Subianto terkait 10 perusahaan Crude Palm Oil (CPO) yang diduga melakukan manipulasi harga ekspor atau under invoicing.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini jaga jaga aja kalau biar kalau ditanya bisa jawab,&amp;quot; kata Purbaya sambil menunjukkan dokumen yang dibawa setibanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).&#13;
&#13;
Meski enggan membeberkan detil yang dilaporkan kepada Presiden Prabowo, Purbaya telah menyiapkan laporan berupa 10 perusahaan besar yang melakukan under invoicing.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini ada beberapa catatan perusahaan CPO yang mana yang lakukan manipulasi harga. Jadi kalau ditanya saya akan jawab,&amp;quot; kata Purbaya sambil menunjukkan dokumen kepada awak media.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi ini ada 10 perusahaan besar, 3 pengapalan, masing masing perusahaan saya random pilih,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Ia menilai praktik manipulasi harga terlihat jelas dalam transaksi ekspor, khususnya ke Amerika Serikat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka keliatan sekali melakukan manipulasi harga, ekspor ke Amerika misalnya (sambil baca dokumen). Jadi harganya di sini berapa itu cuma seperempat atau sepertiga apa yang ada di AS,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Purbaya mengatakan perbedaan harga tersebut menyebabkan potensi kerugian bagi negara. &amp;quot;Jadi income-nya rendah kan di sini jadi saya rugi banyak,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia juga membeberkan contoh perbedaan nilai ekspor dan impor dalam dokumen yang dibawanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada contohnya (baca dokumen) ga mau sebut perusahaannya ya saya. Jadi ada dari Indonesia dikirim harganya USD 2,6 juta impornya di sana USD 4,2 juta jadi 57% bedanya,&amp;quot; kata Purbaya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada yg lebih gila lagi ada satu perusahaan lagi di sini ekspornya USD 1,44 juta di sana USD 4 jutaan berubah harga 200%, kita mau detensi kapal per kapal jadi itu yg saya laporin kalaj ditanya kalaj ga ya gausah,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Purbaya menegaskan temuan tersebut baru terkait sektor CPO dan akan dilanjutkan ke komoditas lainnya. &amp;quot;Ini 10 besar. Ini baru CPO nanti ada batu bara juga.&amp;quot;&#13;
&#13;
Saat ditanya terkait potensi kerugian negara, Purbaya menyebut nilainya bisa sangat besar jika ditarik ke belakang. &amp;quot;Kalau saya tarik berapa tahun ke belakang panen saya,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan ke Presiden Prabowo Subianto terkait 10 perusahaan Crude Palm Oil (CPO) yang diduga melakukan manipulasi harga ekspor atau under invoicing.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini jaga jaga aja kalau biar kalau ditanya bisa jawab,&amp;quot; kata Purbaya sambil menunjukkan dokumen yang dibawa setibanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).&#13;
&#13;
Meski enggan membeberkan detil yang dilaporkan kepada Presiden Prabowo, Purbaya telah menyiapkan laporan berupa 10 perusahaan besar yang melakukan under invoicing.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini ada beberapa catatan perusahaan CPO yang mana yang lakukan manipulasi harga. Jadi kalau ditanya saya akan jawab,&amp;quot; kata Purbaya sambil menunjukkan dokumen kepada awak media.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi ini ada 10 perusahaan besar, 3 pengapalan, masing masing perusahaan saya random pilih,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Ia menilai praktik manipulasi harga terlihat jelas dalam transaksi ekspor, khususnya ke Amerika Serikat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka keliatan sekali melakukan manipulasi harga, ekspor ke Amerika misalnya (sambil baca dokumen). Jadi harganya di sini berapa itu cuma seperempat atau sepertiga apa yang ada di AS,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Purbaya mengatakan perbedaan harga tersebut menyebabkan potensi kerugian bagi negara. &amp;quot;Jadi income-nya rendah kan di sini jadi saya rugi banyak,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia juga membeberkan contoh perbedaan nilai ekspor dan impor dalam dokumen yang dibawanya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada contohnya (baca dokumen) ga mau sebut perusahaannya ya saya. Jadi ada dari Indonesia dikirim harganya USD 2,6 juta impornya di sana USD 4,2 juta jadi 57% bedanya,&amp;quot; kata Purbaya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ada yg lebih gila lagi ada satu perusahaan lagi di sini ekspornya USD 1,44 juta di sana USD 4 jutaan berubah harga 200%, kita mau detensi kapal per kapal jadi itu yg saya laporin kalaj ditanya kalaj ga ya gausah,&amp;quot; tambahnya.&#13;
&#13;
Purbaya menegaskan temuan tersebut baru terkait sektor CPO dan akan dilanjutkan ke komoditas lainnya. &amp;quot;Ini 10 besar. Ini baru CPO nanti ada batu bara juga.&amp;quot;&#13;
&#13;
Saat ditanya terkait potensi kerugian negara, Purbaya menyebut nilainya bisa sangat besar jika ditarik ke belakang. &amp;quot;Kalau saya tarik berapa tahun ke belakang panen saya,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
