<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Digitalisasi Bikin Wajib Pajak Lebih Patuh, Ini Faktanya</title><description>Digitalisasi sistem perpajakan disebut memberikan dampak signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/21/320/3219955/digitalisasi-bikin-wajib-pajak-lebih-patuh-ini-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/21/320/3219955/digitalisasi-bikin-wajib-pajak-lebih-patuh-ini-faktanya"/><item><title>Digitalisasi Bikin Wajib Pajak Lebih Patuh, Ini Faktanya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/21/320/3219955/digitalisasi-bikin-wajib-pajak-lebih-patuh-ini-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/21/320/3219955/digitalisasi-bikin-wajib-pajak-lebih-patuh-ini-faktanya</guid><pubDate>Kamis 21 Mei 2026 19:22 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/21/320/3219955/pajak-45UD_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Transformasi digital dinilai menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak di Indonesia. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/21/320/3219955/pajak-45UD_large.jpg</image><title>Transformasi digital dinilai menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak di Indonesia. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Transformasi digital dinilai menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak di Indonesia, seiring modernisasi sistem administrasi perpajakan yang terus berjalan.&#13;
&#13;
Digitalisasi sistem perpajakan disebut memberikan dampak signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, terutama melalui peningkatan transparansi, kemudahan layanan, serta penguatan kepercayaan terhadap otoritas pajak.&#13;
&#13;
Ekonom Sabar Pardamean mengatakan kepatuhan wajib pajak dipengaruhi oleh kombinasi sistem digital, tingkat kepercayaan, serta efektivitas pengawasan oleh otoritas pajak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Administrasi pajak digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Kepercayaan wajib pajak dan kewenangan otoritas juga memperkuat tingkat kepatuhan,&amp;rdquo; ujar Sabar, Kamis (21/5/2026).&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, sejumlah layanan seperti e-filing, e-billing, hingga e-invoicing merupakan bagian dari modernisasi sistem perpajakan yang terus dikembangkan pemerintah.&#13;
&#13;
Sabar juga menyoroti masih adanya tantangan penerimaan negara dari sektor pajak, termasuk kesenjangan penerimaan (tax gap) serta target peningkatan rasio pajak dalam beberapa tahun ke depan.&#13;
&#13;
Menurutnya, efektivitas pemeriksaan pajak juga berperan penting dalam memperkuat dampak digitalisasi terhadap kepatuhan wajib pajak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Transformasi digital tidak cukup hanya dengan teknologi, tetapi juga harus didukung sistem pengawasan dan pemeriksaan yang efektif,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, penguatan sistem perpajakan ke depan perlu mencakup keamanan siber, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), serta peningkatan edukasi perpajakan untuk wajib pajak.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Transformasi digital dinilai menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak di Indonesia, seiring modernisasi sistem administrasi perpajakan yang terus berjalan.&#13;
&#13;
Digitalisasi sistem perpajakan disebut memberikan dampak signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, terutama melalui peningkatan transparansi, kemudahan layanan, serta penguatan kepercayaan terhadap otoritas pajak.&#13;
&#13;
Ekonom Sabar Pardamean mengatakan kepatuhan wajib pajak dipengaruhi oleh kombinasi sistem digital, tingkat kepercayaan, serta efektivitas pengawasan oleh otoritas pajak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Administrasi pajak digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Kepercayaan wajib pajak dan kewenangan otoritas juga memperkuat tingkat kepatuhan,&amp;rdquo; ujar Sabar, Kamis (21/5/2026).&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, sejumlah layanan seperti e-filing, e-billing, hingga e-invoicing merupakan bagian dari modernisasi sistem perpajakan yang terus dikembangkan pemerintah.&#13;
&#13;
Sabar juga menyoroti masih adanya tantangan penerimaan negara dari sektor pajak, termasuk kesenjangan penerimaan (tax gap) serta target peningkatan rasio pajak dalam beberapa tahun ke depan.&#13;
&#13;
Menurutnya, efektivitas pemeriksaan pajak juga berperan penting dalam memperkuat dampak digitalisasi terhadap kepatuhan wajib pajak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Transformasi digital tidak cukup hanya dengan teknologi, tetapi juga harus didukung sistem pengawasan dan pemeriksaan yang efektif,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, penguatan sistem perpajakan ke depan perlu mencakup keamanan siber, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), serta peningkatan edukasi perpajakan untuk wajib pajak.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
