<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hary Tanoe Ungkap Alasan MNC Group Ekspansi ke Bisnis Micro Drama Global</title><description>MNC Group kini berekspansi ke bisnis micro-drama berbasis digital melalui V+Short. Langkah ini dilakukan karena pasar internet dinilai memiliki potensi global yang sangat besar.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/21/320/3219966/hary-tanoe-ungkap-alasan-mnc-group-ekspansi-ke-bisnis-micro-drama-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/21/320/3219966/hary-tanoe-ungkap-alasan-mnc-group-ekspansi-ke-bisnis-micro-drama-global"/><item><title>Hary Tanoe Ungkap Alasan MNC Group Ekspansi ke Bisnis Micro Drama Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/21/320/3219966/hary-tanoe-ungkap-alasan-mnc-group-ekspansi-ke-bisnis-micro-drama-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/21/320/3219966/hary-tanoe-ungkap-alasan-mnc-group-ekspansi-ke-bisnis-micro-drama-global</guid><pubDate>Kamis 21 Mei 2026 20:08 WIB</pubDate><dc:creator>Mei Sada Sirait</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/21/320/3219966/mnc_forum_ke_82-8ArL_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MNC Forum ke-82 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/21/320/3219966/mnc_forum_ke_82-8ArL_large.jpg</image><title>MNC Forum ke-82 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - MNC Group kini berekspansi ke bisnis micro-drama berbasis digital melalui V+Short. Langkah ini dilakukan karena pasar internet dinilai memiliki potensi global yang sangat besar.&#13;
&#13;
Hal ini disampaikan oleh Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo saat MNC Forum ke-82 di Jakarta Concert Hall iNews Tower pada Kamis (21/5/2026). Hary mengatakan, kondisi ekonomi saat ini membuat perusahaan perlu mencari peluang ekspansi yang tidak hanya bergantung pada pasar Indonesia.&#13;
&#13;
Peluang ekspansi juga dinilai perlu merambah pasar global yang ekonominya berkembang pesat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita tahu bahwa ekonomi kita ini kan dalam posisi yang perlu dicermati. Tapi secara global, banyak ekonomi negara lain itu maju pesat,&amp;rdquo; ujar Hary.&#13;
&#13;
Karena itu, MNC Group mulai memikirkan strategi untuk memperluas bisnis ke pasar global, salah satunya lewat industri konten digital berbasis internet. Apalagi bisnis berbasis internet memilik jangkauan tanpa batas negara.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Salah satu yang paling mungkin adalah mengembangkan kegiatan atau usaha yang terkait dengan internet. Karena internet itu tidak terbatas. Internet itu bisa travel global, di mana pun saja,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
MNC Group akhirnya memutuskan untuk membangun bisnis micro-drama melalui aplikasi V+Short. Hary menyebut pasar micro-drama saat ini masih sangat terbuka dan memiliki potensi besar secara global.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia pun memberi contoh beberapa platform micro-drama asal China seperti DramaBox dan ReelShort yang sukses meraih pasar internasional. Untuk itu, ia mengaku optimis terhadap perkembangan V+Short.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dua-duanya perusahaan China, tapi mereka itu mampu 90 persen lebih pendapatan mereka itu dari luar China,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Terlebih, aplikasi ini sudah diunduh 2,2 juta pengguna hanya dalam waktu sekitar 2 minggu sejak resmi diluncurkan pada 8 Mei 2026 lalu. Menurut Hary, pasar global menjadi alasan utama optimisme tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menyebut jumlah pengguna ponsel di dunia jauh lebih besar dibanding pasar Indonesia saja.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam waktu kurang lebih dua minggu lebih, kita mampu mencapai install di atas 2,2 juta,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penduduk dunia itu 8 miliar. Kalau kita bicara penetrasi unique mobile user itu adalah 70 persen, jadi ada 5,6 miliar market yang bisa disasar,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - MNC Group kini berekspansi ke bisnis micro-drama berbasis digital melalui V+Short. Langkah ini dilakukan karena pasar internet dinilai memiliki potensi global yang sangat besar.&#13;
&#13;
Hal ini disampaikan oleh Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo saat MNC Forum ke-82 di Jakarta Concert Hall iNews Tower pada Kamis (21/5/2026). Hary mengatakan, kondisi ekonomi saat ini membuat perusahaan perlu mencari peluang ekspansi yang tidak hanya bergantung pada pasar Indonesia.&#13;
&#13;
Peluang ekspansi juga dinilai perlu merambah pasar global yang ekonominya berkembang pesat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita tahu bahwa ekonomi kita ini kan dalam posisi yang perlu dicermati. Tapi secara global, banyak ekonomi negara lain itu maju pesat,&amp;rdquo; ujar Hary.&#13;
&#13;
Karena itu, MNC Group mulai memikirkan strategi untuk memperluas bisnis ke pasar global, salah satunya lewat industri konten digital berbasis internet. Apalagi bisnis berbasis internet memilik jangkauan tanpa batas negara.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Salah satu yang paling mungkin adalah mengembangkan kegiatan atau usaha yang terkait dengan internet. Karena internet itu tidak terbatas. Internet itu bisa travel global, di mana pun saja,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
MNC Group akhirnya memutuskan untuk membangun bisnis micro-drama melalui aplikasi V+Short. Hary menyebut pasar micro-drama saat ini masih sangat terbuka dan memiliki potensi besar secara global.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia pun memberi contoh beberapa platform micro-drama asal China seperti DramaBox dan ReelShort yang sukses meraih pasar internasional. Untuk itu, ia mengaku optimis terhadap perkembangan V+Short.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dua-duanya perusahaan China, tapi mereka itu mampu 90 persen lebih pendapatan mereka itu dari luar China,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Terlebih, aplikasi ini sudah diunduh 2,2 juta pengguna hanya dalam waktu sekitar 2 minggu sejak resmi diluncurkan pada 8 Mei 2026 lalu. Menurut Hary, pasar global menjadi alasan utama optimisme tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia menyebut jumlah pengguna ponsel di dunia jauh lebih besar dibanding pasar Indonesia saja.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam waktu kurang lebih dua minggu lebih, kita mampu mencapai install di atas 2,2 juta,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penduduk dunia itu 8 miliar. Kalau kita bicara penetrasi unique mobile user itu adalah 70 persen, jadi ada 5,6 miliar market yang bisa disasar,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
