<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru Masih Kecil, Rp5.500 Triliun Mengalir ke Luar Negeri</title><description>Dalam 22 tahun terakhir sekitar USD343 miliar atau setara Rp5.500 triliun kekayaan Indonesia diduga mengalir ke luar negeri&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/22/320/3219869/prabowo-ungkap-alasan-gaji-guru-masih-kecil-rp5-500-triliun-mengalir-ke-luar-negeri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/22/320/3219869/prabowo-ungkap-alasan-gaji-guru-masih-kecil-rp5-500-triliun-mengalir-ke-luar-negeri"/><item><title>Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru Masih Kecil, Rp5.500 Triliun Mengalir ke Luar Negeri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/22/320/3219869/prabowo-ungkap-alasan-gaji-guru-masih-kecil-rp5-500-triliun-mengalir-ke-luar-negeri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/22/320/3219869/prabowo-ungkap-alasan-gaji-guru-masih-kecil-rp5-500-triliun-mengalir-ke-luar-negeri</guid><pubDate>Jum'at 22 Mei 2026 06:02 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/21/320/3219869/prabowo-2437_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan salah satu penyebab rendahnya gaji sejumlah pekerja. (Foto: Okezone.com/Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/21/320/3219869/prabowo-2437_large.jpg</image><title> Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan salah satu penyebab rendahnya gaji sejumlah pekerja. (Foto: Okezone.com/Setpres)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan salah satu penyebab rendahnya gaji sejumlah pekerja, termasuk guru, aparatur sipil negara (ASN), hingga aparat penegak hukum, adalah terbatasnya kemampuan fiskal negara.&#13;
&#13;
Ia menyebut, dalam 22 tahun terakhir sekitar USD343 miliar atau setara Rp5.500 triliun kekayaan Indonesia diduga mengalir ke luar negeri, sehingga mempersempit ruang fiskal pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan aparatur dan pekerja.&#13;
&#13;
Indonesia selama bertahun-tahun secara konsisten mencatat surplus perdagangan karena nilai ekspor nasional selalu lebih besar dibanding impor. Kondisi tersebut, menurutnya, seharusnya membuat Indonesia tidak mengalami tekanan ekonomi yang signifikan.&#13;
&#13;
Namun demikian, Presiden menilai manfaat ekonomi dari surplus perdagangan tersebut belum sepenuhnya dinikmati di dalam negeri akibat aliran kekayaan nasional ke luar negeri melalui berbagai mekanisme perdagangan dan investasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun apa yang terjadi? Yang terjadi adalah keuntungan kita selama 22 tahun sebesar USD436 miliar, sementara yang keluar adalah USD343 miliar. Ini angka-angka dari PBB. Berarti selama 22 tahun kekayaan kita yang tinggal di Indonesia adalah USD436 miliar dikurangi USD343 miliar,&amp;rdquo; kata Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saudara-saudara sekalian, ini sebabnya gaji guru kecil, gaji aparat penegak hukum kecil, gaji ASN kecil. Ini yang selalu membuat anggaran tidak cukup, anggaran tidak kuat, dan sebagainya,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Baca Selengkapnya: Prabowo: Kekayaan Rp5.500 Triliun Mengalir ke Luar Negeri Jadi Penyebab Gaji Guru Kecil&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan salah satu penyebab rendahnya gaji sejumlah pekerja, termasuk guru, aparatur sipil negara (ASN), hingga aparat penegak hukum, adalah terbatasnya kemampuan fiskal negara.&#13;
&#13;
Ia menyebut, dalam 22 tahun terakhir sekitar USD343 miliar atau setara Rp5.500 triliun kekayaan Indonesia diduga mengalir ke luar negeri, sehingga mempersempit ruang fiskal pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan aparatur dan pekerja.&#13;
&#13;
Indonesia selama bertahun-tahun secara konsisten mencatat surplus perdagangan karena nilai ekspor nasional selalu lebih besar dibanding impor. Kondisi tersebut, menurutnya, seharusnya membuat Indonesia tidak mengalami tekanan ekonomi yang signifikan.&#13;
&#13;
Namun demikian, Presiden menilai manfaat ekonomi dari surplus perdagangan tersebut belum sepenuhnya dinikmati di dalam negeri akibat aliran kekayaan nasional ke luar negeri melalui berbagai mekanisme perdagangan dan investasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Namun apa yang terjadi? Yang terjadi adalah keuntungan kita selama 22 tahun sebesar USD436 miliar, sementara yang keluar adalah USD343 miliar. Ini angka-angka dari PBB. Berarti selama 22 tahun kekayaan kita yang tinggal di Indonesia adalah USD436 miliar dikurangi USD343 miliar,&amp;rdquo; kata Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saudara-saudara sekalian, ini sebabnya gaji guru kecil, gaji aparat penegak hukum kecil, gaji ASN kecil. Ini yang selalu membuat anggaran tidak cukup, anggaran tidak kuat, dan sebagainya,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Baca Selengkapnya: Prabowo: Kekayaan Rp5.500 Triliun Mengalir ke Luar Negeri Jadi Penyebab Gaji Guru Kecil&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
