<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Video Purbaya Cari 200 Orang untuk Bantuan Idul Adha, Hoaks Deepfake</title><description>Kemenkeu memastikan rekaman video yang menarasikan seolah-olah Menteri Keuangan tengah mencari ratusan orang untuk diberikan santunan menjelang Hari Raya Idul Adha&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/22/320/3220078/video-purbaya-cari-200-orang-untuk-bantuan-idul-adha-hoaks-deepfake</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/22/320/3220078/video-purbaya-cari-200-orang-untuk-bantuan-idul-adha-hoaks-deepfake"/><item><title>Video Purbaya Cari 200 Orang untuk Bantuan Idul Adha, Hoaks Deepfake</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/22/320/3220078/video-purbaya-cari-200-orang-untuk-bantuan-idul-adha-hoaks-deepfake</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/22/320/3220078/video-purbaya-cari-200-orang-untuk-bantuan-idul-adha-hoaks-deepfake</guid><pubDate>Jum'at 22 Mei 2026 16:05 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/22/320/3220078/purbaya-oqh3_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Video Purbaya Cari 200 Orang untuk Bantuan Idul Adha, Hoaks Deepfake. (Foto; okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/22/320/3220078/purbaya-oqh3_large.jpg</image><title>Video Purbaya Cari 200 Orang untuk Bantuan Idul Adha, Hoaks Deepfake. (Foto; okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meminta masyarakat waspada terhadap beredarnya konten digital yang mencatut nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.&#13;
&#13;
Kemenkeu memastikan rekaman video yang menarasikan seolah-olah Menteri Keuangan tengah mencari ratusan orang untuk diberikan santunan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H adalah berita bohong atau hoaks yang dimanipulasi secara digital (deepfake).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Video yang beredar mengenai Menteri Keuangan Purbaya yang menyatakan mencari 200 orang untuk diberikan bantuan bertepatan dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Adha merupakan video hoaks deepfake,&amp;rdquo; tulis pengumuman resmi PPID Kemenkeu, Jumat (22/5/2026).&#13;
&#13;
Menyikapi ruang digital yang rentan disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab, Kementerian Keuangan mengimbau publik agar tidak mudah tergiur iming-iming hadiah atau bantuan sosial yang tidak bersumber dari kanal komunikasi resmi pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran video dan berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya,&amp;rdquo; tegas PPID Kemenkeu.&#13;
&#13;
Video hoaks Purbaya yang beredar di TikTok tersebut memanipulasi elemen visual dan vokal (suara) Menteri Keuangan menggunakan algoritma kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tingkat lanjut agar terlihat asli. Namun, gerak bibir dan intonasi suara umumnya terasa janggal jika dicermati secara saksama.&#13;
&#13;
Konten bohong ini sengaja memanfaatkan momentum perayaan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada pertengahan Juni 2026 untuk memancing ketertarikan masyarakat di akar rumput melalui narasi pembagian bantuan instan.&#13;
&#13;
Pola penipuan bermodus &amp;ldquo;mencari kuota orang&amp;rdquo; seperti ini biasanya berujung pada pengarahan korban ke tautan (link) berbahaya untuk pengisian data pribadi sensitif seperti KTP dan nomor rekening, atau meminta transfer uang administrasi.&#13;
&#13;
Seluruh kebijakan formal terkait bantuan sosial, insentif fiskal, maupun program kemasyarakatan dari Kementerian Keuangan hanya dipublikasikan melalui situs resmi https://www.kemenkeu.go.id serta akun media sosial bercentang biru resmi milik Kemenkeu RI, bukan melalui video berantai di aplikasi pesan singkat.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meminta masyarakat waspada terhadap beredarnya konten digital yang mencatut nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.&#13;
&#13;
Kemenkeu memastikan rekaman video yang menarasikan seolah-olah Menteri Keuangan tengah mencari ratusan orang untuk diberikan santunan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H adalah berita bohong atau hoaks yang dimanipulasi secara digital (deepfake).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Video yang beredar mengenai Menteri Keuangan Purbaya yang menyatakan mencari 200 orang untuk diberikan bantuan bertepatan dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Adha merupakan video hoaks deepfake,&amp;rdquo; tulis pengumuman resmi PPID Kemenkeu, Jumat (22/5/2026).&#13;
&#13;
Menyikapi ruang digital yang rentan disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab, Kementerian Keuangan mengimbau publik agar tidak mudah tergiur iming-iming hadiah atau bantuan sosial yang tidak bersumber dari kanal komunikasi resmi pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran video dan berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya,&amp;rdquo; tegas PPID Kemenkeu.&#13;
&#13;
Video hoaks Purbaya yang beredar di TikTok tersebut memanipulasi elemen visual dan vokal (suara) Menteri Keuangan menggunakan algoritma kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tingkat lanjut agar terlihat asli. Namun, gerak bibir dan intonasi suara umumnya terasa janggal jika dicermati secara saksama.&#13;
&#13;
Konten bohong ini sengaja memanfaatkan momentum perayaan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada pertengahan Juni 2026 untuk memancing ketertarikan masyarakat di akar rumput melalui narasi pembagian bantuan instan.&#13;
&#13;
Pola penipuan bermodus &amp;ldquo;mencari kuota orang&amp;rdquo; seperti ini biasanya berujung pada pengarahan korban ke tautan (link) berbahaya untuk pengisian data pribadi sensitif seperti KTP dan nomor rekening, atau meminta transfer uang administrasi.&#13;
&#13;
Seluruh kebijakan formal terkait bantuan sosial, insentif fiskal, maupun program kemasyarakatan dari Kementerian Keuangan hanya dipublikasikan melalui situs resmi https://www.kemenkeu.go.id serta akun media sosial bercentang biru resmi milik Kemenkeu RI, bukan melalui video berantai di aplikasi pesan singkat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
