<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Fakta Rupiah Sempat Tembus Rp17.700, Diprediksi Baru Menguat di Juli 2026</title><description>Bank Indonesia (BI) menegaskan kondisi ini bersifat sementara dan diperkirakan mulai stabil serta berbalik menguat pada Juli??&quot;Agustus 2026.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/23/320/3219952/6-fakta-rupiah-sempat-tembus-rp17-700-diprediksi-baru-menguat-di-juli-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/23/320/3219952/6-fakta-rupiah-sempat-tembus-rp17-700-diprediksi-baru-menguat-di-juli-2026"/><item><title>6 Fakta Rupiah Sempat Tembus Rp17.700, Diprediksi Baru Menguat di Juli 2026</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/23/320/3219952/6-fakta-rupiah-sempat-tembus-rp17-700-diprediksi-baru-menguat-di-juli-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/23/320/3219952/6-fakta-rupiah-sempat-tembus-rp17-700-diprediksi-baru-menguat-di-juli-2026</guid><pubDate>Sabtu 23 Mei 2026 07:05 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/21/320/3219952/rupiah-efC6_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp17.700 per dolar Amerika Serikat (AS) menjadi sorotan Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/21/320/3219952/rupiah-efC6_large.png</image><title>Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp17.700 per dolar Amerika Serikat (AS) menjadi sorotan Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp17.700 per dolar Amerika Serikat (AS) menjadi sorotan Presiden Prabowo Subianto. Bank Indonesia (BI) menegaskan kondisi ini bersifat sementara dan diperkirakan mulai stabil serta berbalik menguat pada Juli&amp;ndash;Agustus 2026.&#13;
&#13;
Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut tekanan rupiah dipicu kombinasi faktor eksternal dan musiman domestik, mulai dari ketegangan geopolitik Timur Tengah, kebijakan suku bunga tinggi The Fed, hingga lonjakan permintaan valas dalam negeri. Meski demikian, ia menilai rupiah saat ini berada di bawah nilai wajar (undervalue) dan memiliki potensi penguatan.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Presiden Prabowo dalam pidato kebijakan fiskal RAPBN 2027 telah menetapkan asumsi kurs rupiah pada kisaran Rp16.800&amp;ndash;Rp17.500 per dolar AS sebagai acuan stabilitas makroekonomi nasional. Ia menekankan pentingnya sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar.&#13;
&#13;
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penguatan rupiah lebih banyak ditopang oleh fondasi ekonomi dan kebijakan bank sentral, bukan faktor politik. Adapun Perry sendiri optimistis rupiah akan kembali menguat pada paruh kedua 2026.&#13;
&#13;
Berikut Okezone rangkum sejumlah fakta menarik terkait anjloknya Rupiah yang menjadi sorotan Prabowo, Sabtu (23/5/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Pemicu Rupiah Melemah&#13;
&#13;
BI menjelaskan pelemahan rupiah dipicu oleh kombinasi sentimen global seperti konflik Timur Tengah, harga minyak tinggi, perlambatan ekonomi dunia, serta kebijakan suku bunga ketat The Fed yang menahan arus modal ke negara berkembang.&#13;
&#13;
Selain itu, faktor musiman domestik turut memperburuk tekanan, terutama pada periode April&amp;ndash;Juni, akibat tingginya kebutuhan valas untuk pembayaran dividen, utang luar negeri korporasi, serta kebutuhan ibadah haji dan umrah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu yang menyebabkan capital outflow di tengah permintaan valas domestik masih tinggi,&amp;rdquo; kata Perry.&#13;
&#13;
2. Rupiah Akan Stabil dan Menguat di Juli&amp;ndash;Agustus&#13;
&#13;
Perry Warjiyo menilai pelemahan rupiah saat ini bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan fundamental yang kuat, rupiah akan stabil pada Juni dan cenderung menguat pada Juli&amp;ndash;Agustus,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
BI juga memperkuat stabilisasi melalui intervensi pasar valas, penguatan instrumen SRBI, serta peningkatan daya tarik aset keuangan domestik untuk menarik kembali aliran modal asing.&#13;
&#13;
3. Prabowo Patok Kurs RAPBN 2027 di Rp16.800&amp;ndash;Rp17.500&#13;
&#13;
Presiden Prabowo Subianto menetapkan asumsi nilai tukar rupiah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 pada kisaran Rp16.800&amp;ndash;Rp17.500 per dolar AS.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Strategi fiskal dan moneter harus mampu menjaga stabilitas nilai tukar,&amp;rdquo; tegas Prabowo di DPR.&#13;
&#13;
Kebijakan tersebut menjadi acuan utama dalam penyusunan RAPBN 2027 dan menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.&#13;
&#13;
4. Stabilitas Rupiah Ditopang Fondasi Ekonomi&#13;
&#13;
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi rupiah tidak dapat dilepaskan dari peran bank sentral dan kekuatan fundamental ekonomi nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dolar itu ranah bank sentral, kita fokus pada fondasi ekonomi,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
5. BI Optimistis Rupiah Kembali Menguat&#13;
&#13;
Perry Warjiyo menegaskan kembali optimismenya bahwa rupiah akan kembali stabil dan menguat pada Juli&amp;ndash;Agustus 2026 setelah tekanan musiman mereda.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Juli dan Agustus rupiah akan menguat,&amp;rdquo; kata Perry.&#13;
&#13;
6. Cadangan Devisa dan Arus Modal Masih Solid&#13;
&#13;
BI mencatat cadangan devisa Indonesia tetap kuat di level sekitar 146,2 miliar dolar AS, cukup untuk membiayai impor dan utang luar negeri dalam batas aman.&#13;
&#13;
Arus modal asing juga diperkirakan kembali masuk pada kuartal II 2026 seiring meningkatnya imbal hasil instrumen keuangan domestik seperti SRBI dan SBN.&#13;
&#13;
Meski rupiah sempat tertekan ke level Rp17.600 akibat faktor global dan musiman, otoritas moneter dan fiskal menilai kondisi ini masih dalam batas terkendali. Sinergi kebijakan pemerintah dan BI menjadi kunci untuk menjaga stabilitas dan membuka ruang penguatan rupiah pada paruh kedua 2026.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp17.700 per dolar Amerika Serikat (AS) menjadi sorotan Presiden Prabowo Subianto. Bank Indonesia (BI) menegaskan kondisi ini bersifat sementara dan diperkirakan mulai stabil serta berbalik menguat pada Juli&amp;ndash;Agustus 2026.&#13;
&#13;
Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut tekanan rupiah dipicu kombinasi faktor eksternal dan musiman domestik, mulai dari ketegangan geopolitik Timur Tengah, kebijakan suku bunga tinggi The Fed, hingga lonjakan permintaan valas dalam negeri. Meski demikian, ia menilai rupiah saat ini berada di bawah nilai wajar (undervalue) dan memiliki potensi penguatan.&#13;
&#13;
Di sisi lain, Presiden Prabowo dalam pidato kebijakan fiskal RAPBN 2027 telah menetapkan asumsi kurs rupiah pada kisaran Rp16.800&amp;ndash;Rp17.500 per dolar AS sebagai acuan stabilitas makroekonomi nasional. Ia menekankan pentingnya sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar.&#13;
&#13;
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penguatan rupiah lebih banyak ditopang oleh fondasi ekonomi dan kebijakan bank sentral, bukan faktor politik. Adapun Perry sendiri optimistis rupiah akan kembali menguat pada paruh kedua 2026.&#13;
&#13;
Berikut Okezone rangkum sejumlah fakta menarik terkait anjloknya Rupiah yang menjadi sorotan Prabowo, Sabtu (23/5/2026).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
1. Pemicu Rupiah Melemah&#13;
&#13;
BI menjelaskan pelemahan rupiah dipicu oleh kombinasi sentimen global seperti konflik Timur Tengah, harga minyak tinggi, perlambatan ekonomi dunia, serta kebijakan suku bunga ketat The Fed yang menahan arus modal ke negara berkembang.&#13;
&#13;
Selain itu, faktor musiman domestik turut memperburuk tekanan, terutama pada periode April&amp;ndash;Juni, akibat tingginya kebutuhan valas untuk pembayaran dividen, utang luar negeri korporasi, serta kebutuhan ibadah haji dan umrah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itu yang menyebabkan capital outflow di tengah permintaan valas domestik masih tinggi,&amp;rdquo; kata Perry.&#13;
&#13;
2. Rupiah Akan Stabil dan Menguat di Juli&amp;ndash;Agustus&#13;
&#13;
Perry Warjiyo menilai pelemahan rupiah saat ini bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dengan fundamental yang kuat, rupiah akan stabil pada Juni dan cenderung menguat pada Juli&amp;ndash;Agustus,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
BI juga memperkuat stabilisasi melalui intervensi pasar valas, penguatan instrumen SRBI, serta peningkatan daya tarik aset keuangan domestik untuk menarik kembali aliran modal asing.&#13;
&#13;
3. Prabowo Patok Kurs RAPBN 2027 di Rp16.800&amp;ndash;Rp17.500&#13;
&#13;
Presiden Prabowo Subianto menetapkan asumsi nilai tukar rupiah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 pada kisaran Rp16.800&amp;ndash;Rp17.500 per dolar AS.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Strategi fiskal dan moneter harus mampu menjaga stabilitas nilai tukar,&amp;rdquo; tegas Prabowo di DPR.&#13;
&#13;
Kebijakan tersebut menjadi acuan utama dalam penyusunan RAPBN 2027 dan menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.&#13;
&#13;
4. Stabilitas Rupiah Ditopang Fondasi Ekonomi&#13;
&#13;
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi rupiah tidak dapat dilepaskan dari peran bank sentral dan kekuatan fundamental ekonomi nasional.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dolar itu ranah bank sentral, kita fokus pada fondasi ekonomi,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
5. BI Optimistis Rupiah Kembali Menguat&#13;
&#13;
Perry Warjiyo menegaskan kembali optimismenya bahwa rupiah akan kembali stabil dan menguat pada Juli&amp;ndash;Agustus 2026 setelah tekanan musiman mereda.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Juli dan Agustus rupiah akan menguat,&amp;rdquo; kata Perry.&#13;
&#13;
6. Cadangan Devisa dan Arus Modal Masih Solid&#13;
&#13;
BI mencatat cadangan devisa Indonesia tetap kuat di level sekitar 146,2 miliar dolar AS, cukup untuk membiayai impor dan utang luar negeri dalam batas aman.&#13;
&#13;
Arus modal asing juga diperkirakan kembali masuk pada kuartal II 2026 seiring meningkatnya imbal hasil instrumen keuangan domestik seperti SRBI dan SBN.&#13;
&#13;
Meski rupiah sempat tertekan ke level Rp17.600 akibat faktor global dan musiman, otoritas moneter dan fiskal menilai kondisi ini masih dalam batas terkendali. Sinergi kebijakan pemerintah dan BI menjadi kunci untuk menjaga stabilitas dan membuka ruang penguatan rupiah pada paruh kedua 2026.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
