<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Blackout Sumatera, Listrik Padam Massal karena Cuaca Buruk</title><description>Listrik padam massal atau blackout terjadi di Sumatera pada Jumat 22 Mei 2026. PT PLN (Persero) mengungkap penyebab listrik padam massal di Sumatera.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/24/320/3220295/5-fakta-blackout-sumatera-listrik-padam-massal-karena-cuaca-buruk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/24/320/3220295/5-fakta-blackout-sumatera-listrik-padam-massal-karena-cuaca-buruk"/><item><title>5 Fakta Blackout Sumatera, Listrik Padam Massal karena Cuaca Buruk</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/24/320/3220295/5-fakta-blackout-sumatera-listrik-padam-massal-karena-cuaca-buruk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/24/320/3220295/5-fakta-blackout-sumatera-listrik-padam-massal-karena-cuaca-buruk</guid><pubDate>Minggu 24 Mei 2026 07:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/23/320/3220295/listrik_pln-ETuy_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">5 Fakta Blackout Sumatera, Listrik Padam Massal karena Cuaca Buruk (Foto: PLN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/23/320/3220295/listrik_pln-ETuy_large.jpg</image><title>5 Fakta Blackout Sumatera, Listrik Padam Massal karena Cuaca Buruk (Foto: PLN)</title></images><description>JAKARTA - Listrik padam massal atau blackout terjadi di Sumatera pada Jumat 22 Mei 2026. PT PLN (Persero) mengungkap penyebab listrik padam massal di Sumatera dikarenakan cuaca buruk yang berdampak pada sebagian sistem kelistrikan Sumatera.&#13;
&#13;
Saat ini PLN terus melakukan pemulihan sistem kelistrikan di Sumatra pascagangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi 275 kilovolt (kV) Muara Bungo&amp;ndash;Sungai Rumbai di Jambi sejak Jumat.&#13;
&#13;
Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta listrik padam massal di Sumatera, Minggu (24/5/2026).&#13;
&#13;
1. PLN Ungkap Penyebab Listrik Padam Massal&#13;
&#13;
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, sejak awal gangguan terjadi Jumat (22/5) sekitar pukul 18.44 WIB, PLN langsung bergerak melakukan pemeriksaan dan pemulihan sistem kelistrikan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Indikasi awal yang muncul, gangguan disebabkan cuaca buruk yang kemudian berdampak pada sebagian sistem kelistrikan Sumatera.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatera, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah,&amp;rdquo; kata Darmawan dalam konferensi pers, Sabtu (23/5/2026).&#13;
&#13;
2. Listrik Berangsur Pulih&#13;
&#13;
Hingga Sabtu (23/5) pukul 10.00 WIB, lebih dari 8,3 juta pelanggan kembali menikmati listrik dari total 13,1 juta pelanggan yang terdampak.&#13;
&#13;
Darmawan menjelaskan, dalam waktu sekitar dua jam, jaringan transmisi yang terganggu berhasil dipulihkan kembali. Usai berhasil memulihkan jaringan transmisi, lanjut Darmawan, fokus utama PLN adalah mengoperasikan kembali pembangkit-pembangkit yang sebelumnya terdampak untuk kemudian diselaraskan kembali dengan sistem transmisi yang telah siap.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Proses penyalaan pembangkit dilakukan secara sistematis dan bertahap dengan tetap mengutamakan keamanan sistem. Pembangkit berbasis hidro dan gas dapat langsung membantu menyuplai sistem sebagai fast response untuk mempercepat recovery awal. Sementara pembangkit thermal seperti PLTU membutuhkan waktu lebih lama, antara 15 hingga 20 jam mulai dari start-up, sinkron dan beroperasi penuh,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Pemulihan dilakukan secara simultan mulai dari transmisi, gardu induk, hingga pembangkit di sistem kelistrikan Sumatra. Untuk mendukung proses tersebut, PLN menerjunkan ratusan personel yang bekerja 24 jam di berbagai wilayah terdampak mulai dari Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara hingga Aceh.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Pasokan Listrik&#13;
&#13;
Darmawan menjabarkan, hingga Sabtu (23/5) pukul 10.00 WIB, lebih dari 3.192 MW pasokan listrik telah berhasil disalurkan dari total 5.334 MW yang sebelumnya terdampak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, sebanyak 157 gardu induk dari total 176 gardu induk terdampak telah kembali beroperasi. Sehingga, sebanyak 8.351.670 pelanggan terdampak juga kembali mendapat pasokan listrik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini seluruh petugas dan tim teknis PLN bekerja penuh selama 24 jam di lapangan. Proses pemulihan terus berjalan dan kami all out agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman,&amp;rdquo; ujar Darmawan.&#13;
&#13;
4. Dirut PLN Minta Maaf&#13;
&#13;
Darmawan menambahkan, PLN terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, pemerintah daerah, aparat terkait, dan seluruh pemangku kepentingan agar proses pemulihan berjalan lancar. Seluruh upaya saat ini difokuskan untuk mempercepat pemulihan sistem agar pasokan listrik masyarakat dapat kembali normal dengan tetap menjaga keandalan sistem.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami terus siaga agar sistem kelistikan bisa segera pulih dan masyarakat bisa kembali menikmati listrik dengan secepat mungkin,&amp;rdquo; kata Darmawan.&#13;
&#13;
5. AHY Buka Suara&#13;
&#13;
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti gangguan sistem kelistrikan yang memicu blackout di sejumlah wilayah Sumatera.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya rasa sedang diinvestigasi ya apa permasalahan utamanya,&amp;quot; ujar AHY saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2026).&#13;
&#13;
AHY terus memonitor situasi yang ada di Sumatera.Menurutnya, PT PLN (Persero) tengah melakukan pemeriksaan penyebab tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Oh ya begini, intinya kita saya sedang mengikuti juga ya, tentu PLN kita ingin cek seperti apa yang terjadi sesungguhnya. Kita dengar memang ada blackout di beberapa wilayah di Sumatera,&amp;quot; katanya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Listrik padam massal atau blackout terjadi di Sumatera pada Jumat 22 Mei 2026. PT PLN (Persero) mengungkap penyebab listrik padam massal di Sumatera dikarenakan cuaca buruk yang berdampak pada sebagian sistem kelistrikan Sumatera.&#13;
&#13;
Saat ini PLN terus melakukan pemulihan sistem kelistrikan di Sumatra pascagangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi 275 kilovolt (kV) Muara Bungo&amp;ndash;Sungai Rumbai di Jambi sejak Jumat.&#13;
&#13;
Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta listrik padam massal di Sumatera, Minggu (24/5/2026).&#13;
&#13;
1. PLN Ungkap Penyebab Listrik Padam Massal&#13;
&#13;
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, sejak awal gangguan terjadi Jumat (22/5) sekitar pukul 18.44 WIB, PLN langsung bergerak melakukan pemeriksaan dan pemulihan sistem kelistrikan.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Indikasi awal yang muncul, gangguan disebabkan cuaca buruk yang kemudian berdampak pada sebagian sistem kelistrikan Sumatera.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatera, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah,&amp;rdquo; kata Darmawan dalam konferensi pers, Sabtu (23/5/2026).&#13;
&#13;
2. Listrik Berangsur Pulih&#13;
&#13;
Hingga Sabtu (23/5) pukul 10.00 WIB, lebih dari 8,3 juta pelanggan kembali menikmati listrik dari total 13,1 juta pelanggan yang terdampak.&#13;
&#13;
Darmawan menjelaskan, dalam waktu sekitar dua jam, jaringan transmisi yang terganggu berhasil dipulihkan kembali. Usai berhasil memulihkan jaringan transmisi, lanjut Darmawan, fokus utama PLN adalah mengoperasikan kembali pembangkit-pembangkit yang sebelumnya terdampak untuk kemudian diselaraskan kembali dengan sistem transmisi yang telah siap.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Proses penyalaan pembangkit dilakukan secara sistematis dan bertahap dengan tetap mengutamakan keamanan sistem. Pembangkit berbasis hidro dan gas dapat langsung membantu menyuplai sistem sebagai fast response untuk mempercepat recovery awal. Sementara pembangkit thermal seperti PLTU membutuhkan waktu lebih lama, antara 15 hingga 20 jam mulai dari start-up, sinkron dan beroperasi penuh,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Pemulihan dilakukan secara simultan mulai dari transmisi, gardu induk, hingga pembangkit di sistem kelistrikan Sumatra. Untuk mendukung proses tersebut, PLN menerjunkan ratusan personel yang bekerja 24 jam di berbagai wilayah terdampak mulai dari Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara hingga Aceh.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Pasokan Listrik&#13;
&#13;
Darmawan menjabarkan, hingga Sabtu (23/5) pukul 10.00 WIB, lebih dari 3.192 MW pasokan listrik telah berhasil disalurkan dari total 5.334 MW yang sebelumnya terdampak.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain itu, sebanyak 157 gardu induk dari total 176 gardu induk terdampak telah kembali beroperasi. Sehingga, sebanyak 8.351.670 pelanggan terdampak juga kembali mendapat pasokan listrik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat ini seluruh petugas dan tim teknis PLN bekerja penuh selama 24 jam di lapangan. Proses pemulihan terus berjalan dan kami all out agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman,&amp;rdquo; ujar Darmawan.&#13;
&#13;
4. Dirut PLN Minta Maaf&#13;
&#13;
Darmawan menambahkan, PLN terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, pemerintah daerah, aparat terkait, dan seluruh pemangku kepentingan agar proses pemulihan berjalan lancar. Seluruh upaya saat ini difokuskan untuk mempercepat pemulihan sistem agar pasokan listrik masyarakat dapat kembali normal dengan tetap menjaga keandalan sistem.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami terus siaga agar sistem kelistikan bisa segera pulih dan masyarakat bisa kembali menikmati listrik dengan secepat mungkin,&amp;rdquo; kata Darmawan.&#13;
&#13;
5. AHY Buka Suara&#13;
&#13;
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti gangguan sistem kelistrikan yang memicu blackout di sejumlah wilayah Sumatera.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya rasa sedang diinvestigasi ya apa permasalahan utamanya,&amp;quot; ujar AHY saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2026).&#13;
&#13;
AHY terus memonitor situasi yang ada di Sumatera.Menurutnya, PT PLN (Persero) tengah melakukan pemeriksaan penyebab tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Oh ya begini, intinya kita saya sedang mengikuti juga ya, tentu PLN kita ingin cek seperti apa yang terjadi sesungguhnya. Kita dengar memang ada blackout di beberapa wilayah di Sumatera,&amp;quot; katanya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
