<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bukti RI Tahan Krisis, Mampu Lewati 1998 hingga Covid-19</title><description>Perry merujuk pada kondisi ekonomi pada triwulan I 2026 yang membukukan pertumbuhan sebesar 5,61 persen atau melampaui capaian periode&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/26/320/3220798/bukti-ri-tahan-krisis-mampu-lewati-1998-hingga-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/26/320/3220798/bukti-ri-tahan-krisis-mampu-lewati-1998-hingga-covid-19"/><item><title>Bukti RI Tahan Krisis, Mampu Lewati 1998 hingga Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/26/320/3220798/bukti-ri-tahan-krisis-mampu-lewati-1998-hingga-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/26/320/3220798/bukti-ri-tahan-krisis-mampu-lewati-1998-hingga-covid-19</guid><pubDate>Selasa 26 Mei 2026 12:11 WIB</pubDate><dc:creator>Rohman Wibowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/26/320/3220798/gubernur_bi-hdJK_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menekankan bahwa Indonesia memiliki daya tahan dalam menghadapi ancaman krisis. (Foto: Okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/26/320/3220798/gubernur_bi-hdJK_large.jpg</image><title>Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menekankan bahwa Indonesia memiliki daya tahan dalam menghadapi ancaman krisis. (Foto: Okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menekankan bahwa Indonesia memiliki daya tahan dalam menghadapi ancaman krisis ekonomi maupun moneter global. Di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan fluktuasi harga minyak yang menyentuh level di atas asumsi makro nasional, fundamental ekonomi dalam negeri dinilai menunjukkan performa impresif.&#13;
&#13;
Perry merujuk pada kondisi ekonomi pada triwulan I 2026 yang membukukan pertumbuhan sebesar 5,61 persen atau melampaui capaian periode sebelumnya yang berada di kisaran 5,1 persen.&#13;
&#13;
Perry menegaskan bahwa kenaikan pertumbuhan tersebut didukung oleh stabilitas harga di dalam negeri yang tetap terkendali. Inflasi pada bulan terakhir dilaporkan berada di angka 2,4 persen, yang menjadi indikator positif bahwa bauran kebijakan moneter dan fiskal berjalan sesuai target pemerintah.&#13;
&#13;
Perry juga menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia dalam menjaga stabilitas tersebut merupakan buah dari komitmen berkelanjutan dalam membangun kekuatan ekonomi dari dalam negeri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita bersyukur Indonesia berdaya tahan nasional. Kita bisa bangkit dari krisis &amp;#39;97-&amp;#39;98, krisis global, bahkan Covid. Tuhan cinta sama kita,&amp;quot; ujar Perry dalam sambutannya pada seminar nasional di Lembaga Ketahanan Nasional, Jakarta, Selasa (26/5/2026).&#13;
&#13;
Otoritas moneter meyakini bahwa akumulasi pengalaman panjang bangsa dalam melewati berbagai turbulensi ekonomi pada masa lalu telah membentuk mentalitas tangguh bagi para pengambil kebijakan. Pengalaman tersebut menjadi fondasi utama bagi otoritas moneter dalam menyusun strategi perlindungan yang lebih kuat untuk menjaga integritas sistem keuangan domestik saat ini.&#13;
&#13;
Menurut Perry, untuk memperkuat benteng pertahanan tersebut, BI terus menyiagakan cadangan devisa di posisi 146 miliar dolar AS. Langkah konkret untuk meredam spekulasi juga dilakukan dengan memangkas batas pembelian dolar AS tanpa dokumen pendukung dari semula 50.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS per orang per bulan.&#13;
&#13;
Perry menekankan bahwa kerangka kebijakan yang sinkron antara fiskal dan moneter terbukti menjadi kunci penting dalam memitigasi dampak fluktuasi pasar global. Bank Indonesia juga konsisten mendukung pembiayaan pembangunan melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dalam jumlah besar yang mencapai Rp140 triliun hanya dalam sepekan terakhir pada Mei 2026.&#13;
&#13;
Otoritas moneter meyakini stabilitas nasional tidak dapat dicapai hanya melalui kerja satu lembaga, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan. Koordinasi hingga tingkat tertinggi pemerintahan dipastikan terus berjalan intensif guna memastikan bauran kebijakan nasional tetap berada pada jalur yang selaras dengan kepentingan publik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sinergi, sinergi, sinergi karena kita hanya akan menang, hanya akan kuat, hanya akan berhasil kalau kita bersatu. Oleh karena itu, sinergi kami sangat kuat dengan pemerintah,&amp;quot; tegas Perry.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, dia berpandangan bahwa ancaman terhadap pengelolaan jalur logistik energi global saat ini harus disikapi dengan kewaspadaan tinggi. Kondisi eksternal yang penuh gejolak menuntut respons kebijakan yang cepat agar kepentingan domestik tidak tergerus oleh kepentingan spekulan internasional.&#13;
&#13;
Sektor energi, pangan, dan instrumen keuangan diposisikan sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan ekonomi bangsa dari berbagai bentuk intervensi pasar yang merugikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini yang membuat kenapa seluruh dunia harus membuat respons kebijakan nasional yang first thing first adalah TANAS (Ketahanan Nasional). This time is about TANAS,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menekankan bahwa Indonesia memiliki daya tahan dalam menghadapi ancaman krisis ekonomi maupun moneter global. Di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan fluktuasi harga minyak yang menyentuh level di atas asumsi makro nasional, fundamental ekonomi dalam negeri dinilai menunjukkan performa impresif.&#13;
&#13;
Perry merujuk pada kondisi ekonomi pada triwulan I 2026 yang membukukan pertumbuhan sebesar 5,61 persen atau melampaui capaian periode sebelumnya yang berada di kisaran 5,1 persen.&#13;
&#13;
Perry menegaskan bahwa kenaikan pertumbuhan tersebut didukung oleh stabilitas harga di dalam negeri yang tetap terkendali. Inflasi pada bulan terakhir dilaporkan berada di angka 2,4 persen, yang menjadi indikator positif bahwa bauran kebijakan moneter dan fiskal berjalan sesuai target pemerintah.&#13;
&#13;
Perry juga menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia dalam menjaga stabilitas tersebut merupakan buah dari komitmen berkelanjutan dalam membangun kekuatan ekonomi dari dalam negeri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita bersyukur Indonesia berdaya tahan nasional. Kita bisa bangkit dari krisis &amp;#39;97-&amp;#39;98, krisis global, bahkan Covid. Tuhan cinta sama kita,&amp;quot; ujar Perry dalam sambutannya pada seminar nasional di Lembaga Ketahanan Nasional, Jakarta, Selasa (26/5/2026).&#13;
&#13;
Otoritas moneter meyakini bahwa akumulasi pengalaman panjang bangsa dalam melewati berbagai turbulensi ekonomi pada masa lalu telah membentuk mentalitas tangguh bagi para pengambil kebijakan. Pengalaman tersebut menjadi fondasi utama bagi otoritas moneter dalam menyusun strategi perlindungan yang lebih kuat untuk menjaga integritas sistem keuangan domestik saat ini.&#13;
&#13;
Menurut Perry, untuk memperkuat benteng pertahanan tersebut, BI terus menyiagakan cadangan devisa di posisi 146 miliar dolar AS. Langkah konkret untuk meredam spekulasi juga dilakukan dengan memangkas batas pembelian dolar AS tanpa dokumen pendukung dari semula 50.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS per orang per bulan.&#13;
&#13;
Perry menekankan bahwa kerangka kebijakan yang sinkron antara fiskal dan moneter terbukti menjadi kunci penting dalam memitigasi dampak fluktuasi pasar global. Bank Indonesia juga konsisten mendukung pembiayaan pembangunan melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dalam jumlah besar yang mencapai Rp140 triliun hanya dalam sepekan terakhir pada Mei 2026.&#13;
&#13;
Otoritas moneter meyakini stabilitas nasional tidak dapat dicapai hanya melalui kerja satu lembaga, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan. Koordinasi hingga tingkat tertinggi pemerintahan dipastikan terus berjalan intensif guna memastikan bauran kebijakan nasional tetap berada pada jalur yang selaras dengan kepentingan publik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sinergi, sinergi, sinergi karena kita hanya akan menang, hanya akan kuat, hanya akan berhasil kalau kita bersatu. Oleh karena itu, sinergi kami sangat kuat dengan pemerintah,&amp;quot; tegas Perry.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, dia berpandangan bahwa ancaman terhadap pengelolaan jalur logistik energi global saat ini harus disikapi dengan kewaspadaan tinggi. Kondisi eksternal yang penuh gejolak menuntut respons kebijakan yang cepat agar kepentingan domestik tidak tergerus oleh kepentingan spekulan internasional.&#13;
&#13;
Sektor energi, pangan, dan instrumen keuangan diposisikan sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan ekonomi bangsa dari berbagai bentuk intervensi pasar yang merugikan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini yang membuat kenapa seluruh dunia harus membuat respons kebijakan nasional yang first thing first adalah TANAS (Ketahanan Nasional). This time is about TANAS,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
