<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BRI Kuasai 54% Pasar Rumah Subsidi, Pembiayaan Tembus Rp9,2 Triliun</title><description>BRI muncul sebagai penggerak utama dengan capaian realisasi pembiayaan yang melampaui target awal dalam waktu relatif singkat.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/26/320/3220799/bri-kuasai-54-pasar-rumah-subsidi-pembiayaan-tembus-rp9-2-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/26/320/3220799/bri-kuasai-54-pasar-rumah-subsidi-pembiayaan-tembus-rp9-2-triliun"/><item><title>BRI Kuasai 54% Pasar Rumah Subsidi, Pembiayaan Tembus Rp9,2 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/26/320/3220799/bri-kuasai-54-pasar-rumah-subsidi-pembiayaan-tembus-rp9-2-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/26/320/3220799/bri-kuasai-54-pasar-rumah-subsidi-pembiayaan-tembus-rp9-2-triliun</guid><pubDate>Selasa 26 Mei 2026 12:14 WIB</pubDate><dc:creator>Rohman Wibowo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/26/320/3220799/ara_dirut_bri-UZWr_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait dan Dirut BRI Hery Gunardi. (Foto: Okezone.com/BRI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/26/320/3220799/ara_dirut_bri-UZWr_large.jpg</image><title>Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait dan Dirut BRI Hery Gunardi. (Foto: Okezone.com/BRI)</title></images><description>JAKARTA - Sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan pelat merah terus dimatangkan untuk mendukung ambisi Presiden Prabowo Subianto dalam memastikan ketersediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI muncul sebagai penggerak utama dengan capaian realisasi pembiayaan yang melampaui target awal dalam waktu relatif singkat.&#13;
&#13;
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kantor Pusat BRI untuk mengevaluasi sekaligus mengakselerasi program Kredit Program Perumahan (KPP). Dalam pertemuan tersebut, menteri yang akrab disapa Ara itu menegaskan bahwa peran perbankan sangat vital dalam menggerakkan roda ekonomi melalui sektor konstruksi dan UMKM pada rantai produksi rumah subsidi.&#13;
&#13;
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan komitmen penuh untuk mengawal kebijakan tersebut melalui percepatan eksekusi di lapangan. Sinergi ini dinilai mampu menjawab tantangan backlog perumahan yang selama ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini saya kedatangan tamu, Pak Menteri PKP. Kami berdiskusi tentang bagaimana caranya menyalurkan pembiayaan perumahan bersubsidi dan juga KUR kepemilikan perumahan. Alhamdulillah, BRI bisa mendukung program ini dengan baik,&amp;quot; ujar Hery dalam jumpa pers di Kantor Pusat BRI Sudirman, Jakarta, Minggu (25/5/2026).&#13;
&#13;
Berdasarkan data per 25 Mei 2026, capaian BRI di pasar rumah subsidi terlihat kontras dibandingkan lembaga keuangan lainnya. Realisasi KPP BRI telah mencapai Rp9,2 triliun yang terdiri atas sisi supply sebanyak 752 nasabah dengan nilai Rp1,1 triliun dan sisi demand sebanyak 65.576 nasabah senilai Rp8,1 triliun.&#13;
&#13;
Ara memberikan apresiasi atas performa BRI yang mampu menguasai lebih dari separuh pangsa pasar nasional. Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa ekosistem pembiayaan rakyat berjalan sesuai rencana pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Realisasi KPP dari Bank Rakyat Indonesia mencapai 54 persen dari realisasi nasional. Ini terbesar dari semua bank sehingga saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Dirut karena ini menggerakkan ekonomi luar biasa,&amp;quot; ungkap Ara.&#13;
&#13;
Luasnya jangkauan geografis Indonesia menuntut sistem distribusi pembiayaan yang tidak hanya besar dari sisi nilai, tetapi juga merata secara kewilayahan. Perseroan memastikan seluruh jaringan kantor di berbagai daerah telah diinstruksikan untuk melayani nasabah perumahan tanpa terkecuali.&#13;
&#13;
Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat di wilayah terpencil memiliki kesempatan yang sama untuk memiliki rumah melalui skema subsidi pemerintah. Pemerataan akses keuangan menjadi prioritas utama agar dampak ekonomi dari program perumahan dapat dirasakan hingga tingkat akar rumput.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami punya wilayah luas dari Sabang sampai Merauke dengan lebih dari 7.500 cabang. Artinya, pemerataan ini harus terjadi dan dijalankan sesuai sebaran titik cabang kami sehingga nasabah bisa mendatangi kantor kami di mana-mana,&amp;quot; tutur Hery.&#13;
&#13;
Seiring dengan itu, penyerapan dana dari plafon awal sebesar Rp8 triliun untuk tahun ini habis hanya dalam kurun empat bulan. Melihat tren positif tersebut, kuota pembiayaan kini ditingkatkan menjadi Rp12 triliun demi menjaga momentum pemenuhan target pembangunan pada 2025 dan 2026.&#13;
&#13;
Ara optimistis bahwa dengan kekuatan jaringan yang dimiliki BRI, target pembangunan puluhan ribu unit rumah ke depan dapat tercapai lebih cepat. Selain rumah tapak, pemerintah mulai mendorong perbankan untuk memperluas fokus pada sektor rumah susun subsidi bagi masyarakat perkotaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;BRI telah menambah kuota dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun karena plafon awal sudah terserap seluruhnya pada April lalu. Kami juga meminta BRI mulai fokus pada rumah susun subsidi karena ekosistemnya sudah sangat kuat melalui nasabah PNM dan mikro,&amp;quot; kata Ara.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan pelat merah terus dimatangkan untuk mendukung ambisi Presiden Prabowo Subianto dalam memastikan ketersediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI muncul sebagai penggerak utama dengan capaian realisasi pembiayaan yang melampaui target awal dalam waktu relatif singkat.&#13;
&#13;
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kantor Pusat BRI untuk mengevaluasi sekaligus mengakselerasi program Kredit Program Perumahan (KPP). Dalam pertemuan tersebut, menteri yang akrab disapa Ara itu menegaskan bahwa peran perbankan sangat vital dalam menggerakkan roda ekonomi melalui sektor konstruksi dan UMKM pada rantai produksi rumah subsidi.&#13;
&#13;
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan komitmen penuh untuk mengawal kebijakan tersebut melalui percepatan eksekusi di lapangan. Sinergi ini dinilai mampu menjawab tantangan backlog perumahan yang selama ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hari ini saya kedatangan tamu, Pak Menteri PKP. Kami berdiskusi tentang bagaimana caranya menyalurkan pembiayaan perumahan bersubsidi dan juga KUR kepemilikan perumahan. Alhamdulillah, BRI bisa mendukung program ini dengan baik,&amp;quot; ujar Hery dalam jumpa pers di Kantor Pusat BRI Sudirman, Jakarta, Minggu (25/5/2026).&#13;
&#13;
Berdasarkan data per 25 Mei 2026, capaian BRI di pasar rumah subsidi terlihat kontras dibandingkan lembaga keuangan lainnya. Realisasi KPP BRI telah mencapai Rp9,2 triliun yang terdiri atas sisi supply sebanyak 752 nasabah dengan nilai Rp1,1 triliun dan sisi demand sebanyak 65.576 nasabah senilai Rp8,1 triliun.&#13;
&#13;
Ara memberikan apresiasi atas performa BRI yang mampu menguasai lebih dari separuh pangsa pasar nasional. Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa ekosistem pembiayaan rakyat berjalan sesuai rencana pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Realisasi KPP dari Bank Rakyat Indonesia mencapai 54 persen dari realisasi nasional. Ini terbesar dari semua bank sehingga saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Dirut karena ini menggerakkan ekonomi luar biasa,&amp;quot; ungkap Ara.&#13;
&#13;
Luasnya jangkauan geografis Indonesia menuntut sistem distribusi pembiayaan yang tidak hanya besar dari sisi nilai, tetapi juga merata secara kewilayahan. Perseroan memastikan seluruh jaringan kantor di berbagai daerah telah diinstruksikan untuk melayani nasabah perumahan tanpa terkecuali.&#13;
&#13;
Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat di wilayah terpencil memiliki kesempatan yang sama untuk memiliki rumah melalui skema subsidi pemerintah. Pemerataan akses keuangan menjadi prioritas utama agar dampak ekonomi dari program perumahan dapat dirasakan hingga tingkat akar rumput.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami punya wilayah luas dari Sabang sampai Merauke dengan lebih dari 7.500 cabang. Artinya, pemerataan ini harus terjadi dan dijalankan sesuai sebaran titik cabang kami sehingga nasabah bisa mendatangi kantor kami di mana-mana,&amp;quot; tutur Hery.&#13;
&#13;
Seiring dengan itu, penyerapan dana dari plafon awal sebesar Rp8 triliun untuk tahun ini habis hanya dalam kurun empat bulan. Melihat tren positif tersebut, kuota pembiayaan kini ditingkatkan menjadi Rp12 triliun demi menjaga momentum pemenuhan target pembangunan pada 2025 dan 2026.&#13;
&#13;
Ara optimistis bahwa dengan kekuatan jaringan yang dimiliki BRI, target pembangunan puluhan ribu unit rumah ke depan dapat tercapai lebih cepat. Selain rumah tapak, pemerintah mulai mendorong perbankan untuk memperluas fokus pada sektor rumah susun subsidi bagi masyarakat perkotaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;BRI telah menambah kuota dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun karena plafon awal sudah terserap seluruhnya pada April lalu. Kami juga meminta BRI mulai fokus pada rumah susun subsidi karena ekosistemnya sudah sangat kuat melalui nasabah PNM dan mikro,&amp;quot; kata Ara.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
