<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Rp17.800, Bagaimana Harga BBM dan Tarif Listrik? Ini Penjelasan ESDM</title><description>Upaya pemerintah dalam menyikapi fluktuasi nilai tukar dilakukan dengan meningkatkan pengadaan minyak&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/29/320/3221436/rupiah-rp17-800-bagaimana-harga-bbm-dan-tarif-listrik-ini-penjelasan-esdm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/05/29/320/3221436/rupiah-rp17-800-bagaimana-harga-bbm-dan-tarif-listrik-ini-penjelasan-esdm"/><item><title>Rupiah Rp17.800, Bagaimana Harga BBM dan Tarif Listrik? Ini Penjelasan ESDM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/05/29/320/3221436/rupiah-rp17-800-bagaimana-harga-bbm-dan-tarif-listrik-ini-penjelasan-esdm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/05/29/320/3221436/rupiah-rp17-800-bagaimana-harga-bbm-dan-tarif-listrik-ini-penjelasan-esdm</guid><pubDate>Jum'at 29 Mei 2026 16:45 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/05/29/320/3221436/rupiah-N3xi_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah Rp17.800, Bagaimana Harga BBM dan Tarif Listrik? Ini Penjelasan ESDM. (Foto: okezo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/05/29/320/3221436/rupiah-N3xi_large.jpg</image><title>Rupiah Rp17.800, Bagaimana Harga BBM dan Tarif Listrik? Ini Penjelasan ESDM. (Foto: okezo</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum mengumumkan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) maupun tarif listrik meski nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.800 per dolar Amerika Serikat (AS).&#13;
&#13;
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan, upaya pemerintah dalam menyikapi fluktuasi nilai tukar dilakukan dengan meningkatkan pengadaan minyak dari dalam negeri sehingga kebutuhan dolar AS untuk pembiayaan impor dapat dikurangi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi untuk kenaikan harga BBM subsidi, ini kan sudah disampaikan. Menurut perhitungan kita, ada peningkatan produksi dalam negeri yang terus didorong. Kilang di dalam negeri juga sudah kita siapkan,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (29/5/2026).&#13;
&#13;
Yuliot mengatakan pemerintah siap membeli minyak mentah yang diproduksi oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan harga yang mengacu pada Indonesia Crude Price (ICP) guna memperkuat cadangan energi dalam negeri.&#13;
&#13;
Sementara itu, untuk menjaga tarif listrik di tengah fluktuasi nilai tukar, Kementerian ESDM menyiasatinya dengan mempercepat pengadaan listrik yang dihasilkan dari sumber energi baru terbarukan. Salah satunya melalui percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt dan program dedieselisasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berarti ini ada penguatan sektor kelistrikan juga karena energi baru terbarukan tidak berdampak terhadap kebutuhan BBM maupun pengadaan gas. Justru ini lebih andal dan dapat mengurangi penggunaan energi fosil. Jadi walaupun ada fluktuasi rupiah, ketersediaan energi listrik tidak akan terganggu,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan harga BBM seperti Pertalite dan Solar tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun meski gejolak fluktuasi rupiah tengah berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau sampai sekarang itu ICP dunia kan naik turun. Ada yang sempat 117 dolar AS, turun ke 90 dolar AS, ada yang 80 dolar AS lebih, ada juga yang 100 dolar AS. Rata-rata ICP kita sekarang kurang lebih sekitar 80-81 dolar AS terhitung dari Januari sampai sekarang,&amp;rdquo; kata Bahlil pada 19 Mei 2026.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi belum sampai 100 dolar AS dan belum ada kenaikan. InsyaAllah tidak akan kita naikkan subsidi BBM,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum mengumumkan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) maupun tarif listrik meski nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.800 per dolar Amerika Serikat (AS).&#13;
&#13;
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan, upaya pemerintah dalam menyikapi fluktuasi nilai tukar dilakukan dengan meningkatkan pengadaan minyak dari dalam negeri sehingga kebutuhan dolar AS untuk pembiayaan impor dapat dikurangi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi untuk kenaikan harga BBM subsidi, ini kan sudah disampaikan. Menurut perhitungan kita, ada peningkatan produksi dalam negeri yang terus didorong. Kilang di dalam negeri juga sudah kita siapkan,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (29/5/2026).&#13;
&#13;
Yuliot mengatakan pemerintah siap membeli minyak mentah yang diproduksi oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan harga yang mengacu pada Indonesia Crude Price (ICP) guna memperkuat cadangan energi dalam negeri.&#13;
&#13;
Sementara itu, untuk menjaga tarif listrik di tengah fluktuasi nilai tukar, Kementerian ESDM menyiasatinya dengan mempercepat pengadaan listrik yang dihasilkan dari sumber energi baru terbarukan. Salah satunya melalui percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt dan program dedieselisasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Berarti ini ada penguatan sektor kelistrikan juga karena energi baru terbarukan tidak berdampak terhadap kebutuhan BBM maupun pengadaan gas. Justru ini lebih andal dan dapat mengurangi penggunaan energi fosil. Jadi walaupun ada fluktuasi rupiah, ketersediaan energi listrik tidak akan terganggu,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan harga BBM seperti Pertalite dan Solar tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun meski gejolak fluktuasi rupiah tengah berlangsung.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau sampai sekarang itu ICP dunia kan naik turun. Ada yang sempat 117 dolar AS, turun ke 90 dolar AS, ada yang 80 dolar AS lebih, ada juga yang 100 dolar AS. Rata-rata ICP kita sekarang kurang lebih sekitar 80-81 dolar AS terhitung dari Januari sampai sekarang,&amp;rdquo; kata Bahlil pada 19 Mei 2026.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi belum sampai 100 dolar AS dan belum ada kenaikan. InsyaAllah tidak akan kita naikkan subsidi BBM,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
