<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hipmi Soroti Perlambatan Ekonomi Global, Dampak Perang dan Pelemahan Rupiah</title><description>Hipmi selama ini tidak hanya menjadi wadah kaderisasi pengusaha, tetapi juga ruang yang membangun solidaritas dan persahabatan lintas generasi&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/02/320/3221974/hipmi-soroti-perlambatan-ekonomi-global-dampak-perang-dan-pelemahan-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/02/320/3221974/hipmi-soroti-perlambatan-ekonomi-global-dampak-perang-dan-pelemahan-rupiah"/><item><title>Hipmi Soroti Perlambatan Ekonomi Global, Dampak Perang dan Pelemahan Rupiah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/02/320/3221974/hipmi-soroti-perlambatan-ekonomi-global-dampak-perang-dan-pelemahan-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/02/320/3221974/hipmi-soroti-perlambatan-ekonomi-global-dampak-perang-dan-pelemahan-rupiah</guid><pubDate>Selasa 02 Juni 2026 08:36 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/02/320/3221974/mantan-fXUl_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> Sejumlah mantan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) berkumpul membahas tantangan dunia usaha. (Foto: Okezone.com/</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/02/320/3221974/mantan-fXUl_large.jpg</image><title> Sejumlah mantan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) berkumpul membahas tantangan dunia usaha. (Foto: Okezone.com/</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sejumlah mantan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) berkumpul membahas tantangan dunia usaha di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik yang masih berlangsung.&#13;
&#13;
Mantan Ketua Umum BPP Hipmi tersebut, di antaranya Sharif Cicip Sutarjo (1986-1989), Bambang Riyadi Soegomo (1989-1992), Adi Putra Darmawan Tahir (1992-1995), Sandiaga Salahuddin Uno (2005-2008), Erwin Aksa Mahmud (2008-2011), dan Raja Sapta Oktohari (2011-2015).&#13;
&#13;
Mantan Ketua Umum BPP Hipmi Sharif Cicip Sutarjo mengatakan, Hipmi selama ini tidak hanya menjadi wadah kaderisasi pengusaha, tetapi juga ruang yang membangun solidaritas dan persahabatan lintas generasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di Hipmi, kita tidak pernah melihat siapa atau apa jabatannya. Kita bergaul apa adanya sehingga persahabatan yang lahir di Hipmi bisa bertahan puluhan tahun,&amp;quot; ujar Cicip, Selasa (2/6/2026).&#13;
&#13;
Menurut dia, semangat kebersamaan tersebut perlu terus dijaga, terutama ketika dunia usaha menghadapi tantangan akibat perlambatan ekonomi global, ketegangan geopolitik, hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kondisi saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal. Karena itu Hipmi harus berperan, bukan hanya menunggu keadaan membaik. Yang dibutuhkan para pengusaha adalah program yang konkret, kepastian hukum, dan kepastian berusaha. Jika kepastian itu ada, pengusaha akan mampu menghitung dan mengambil keputusan bisnisnya sendiri,&amp;quot; kata mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut.&#13;
&#13;
Senada, Erwin Aksa menilai budaya egaliter yang selama ini melekat di Hipmi menjadi modal penting bagi organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.&#13;
&#13;
Ia mengenang pengalamannya memimpin Hipmi saat krisis keuangan global akibat subprime mortgage di Amerika Serikat pada 2008. Saat itu, dunia usaha menghadapi tekanan karena akses pembiayaan semakin terbatas dan dampak krisis turut dirasakan di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami di Hipmi berupaya mencari solusi karena perbankan saat itu tidak mudah mengucurkan pembiayaan kepada pelaku usaha kecil. Krisis global juga memberikan dampak terhadap dunia usaha di Indonesia,&amp;quot; ujar Erwin.&#13;
&#13;
Pertemuan tersebut digagas oleh Ade Jona Prasetyo sebagai ruang silaturahmi dan diskusi antara generasi muda dan para senior Hipmi menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Hipmi yang akan digelar di Lampung pada 10 Juni 2026.&#13;
&#13;
Ade Jona mengatakan forum tersebut menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh masukan dari para senior yang telah berpengalaman memimpin organisasi maupun menjalankan usaha.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hipmi merupakan organisasi kader. Karena itu kami membutuhkan banyak masukan dan bimbingan dari para senior. Persahabatan dan persaudaraan yang terbangun di Hipmi harus terus dijaga,&amp;quot; ujar Ade Jona.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, forum semacam itu diharapkan dapat memperkuat komunikasi antargenerasi sekaligus menjadi sarana bertukar gagasan dalam menghadapi tantangan dunia usaha ke depan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami bisa bernostalgia sekaligus mendengarkan saran dan pandangan para senior untuk menjadi bekal bagi generasi berikutnya dalam membangun organisasi dan dunia usaha Indonesia,&amp;quot; katanya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sejumlah mantan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) berkumpul membahas tantangan dunia usaha di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik yang masih berlangsung.&#13;
&#13;
Mantan Ketua Umum BPP Hipmi tersebut, di antaranya Sharif Cicip Sutarjo (1986-1989), Bambang Riyadi Soegomo (1989-1992), Adi Putra Darmawan Tahir (1992-1995), Sandiaga Salahuddin Uno (2005-2008), Erwin Aksa Mahmud (2008-2011), dan Raja Sapta Oktohari (2011-2015).&#13;
&#13;
Mantan Ketua Umum BPP Hipmi Sharif Cicip Sutarjo mengatakan, Hipmi selama ini tidak hanya menjadi wadah kaderisasi pengusaha, tetapi juga ruang yang membangun solidaritas dan persahabatan lintas generasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di Hipmi, kita tidak pernah melihat siapa atau apa jabatannya. Kita bergaul apa adanya sehingga persahabatan yang lahir di Hipmi bisa bertahan puluhan tahun,&amp;quot; ujar Cicip, Selasa (2/6/2026).&#13;
&#13;
Menurut dia, semangat kebersamaan tersebut perlu terus dijaga, terutama ketika dunia usaha menghadapi tantangan akibat perlambatan ekonomi global, ketegangan geopolitik, hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kondisi saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal. Karena itu Hipmi harus berperan, bukan hanya menunggu keadaan membaik. Yang dibutuhkan para pengusaha adalah program yang konkret, kepastian hukum, dan kepastian berusaha. Jika kepastian itu ada, pengusaha akan mampu menghitung dan mengambil keputusan bisnisnya sendiri,&amp;quot; kata mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut.&#13;
&#13;
Senada, Erwin Aksa menilai budaya egaliter yang selama ini melekat di Hipmi menjadi modal penting bagi organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.&#13;
&#13;
Ia mengenang pengalamannya memimpin Hipmi saat krisis keuangan global akibat subprime mortgage di Amerika Serikat pada 2008. Saat itu, dunia usaha menghadapi tekanan karena akses pembiayaan semakin terbatas dan dampak krisis turut dirasakan di Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami di Hipmi berupaya mencari solusi karena perbankan saat itu tidak mudah mengucurkan pembiayaan kepada pelaku usaha kecil. Krisis global juga memberikan dampak terhadap dunia usaha di Indonesia,&amp;quot; ujar Erwin.&#13;
&#13;
Pertemuan tersebut digagas oleh Ade Jona Prasetyo sebagai ruang silaturahmi dan diskusi antara generasi muda dan para senior Hipmi menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Hipmi yang akan digelar di Lampung pada 10 Juni 2026.&#13;
&#13;
Ade Jona mengatakan forum tersebut menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh masukan dari para senior yang telah berpengalaman memimpin organisasi maupun menjalankan usaha.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hipmi merupakan organisasi kader. Karena itu kami membutuhkan banyak masukan dan bimbingan dari para senior. Persahabatan dan persaudaraan yang terbangun di Hipmi harus terus dijaga,&amp;quot; ujar Ade Jona.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, forum semacam itu diharapkan dapat memperkuat komunikasi antargenerasi sekaligus menjadi sarana bertukar gagasan dalam menghadapi tantangan dunia usaha ke depan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami bisa bernostalgia sekaligus mendengarkan saran dan pandangan para senior untuk menjadi bekal bagi generasi berikutnya dalam membangun organisasi dan dunia usaha Indonesia,&amp;quot; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
