<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Indonesia USD25,3 Miliar pada April 2026, Naik 21,9 Persen</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia USD25,30 miliar pada April 2026. Angka ekspor ini naik 21,98 persen.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/02/320/3222013/ekspor-indonesia-usd25-3-miliar-pada-april-2026-naik-21-9-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/02/320/3222013/ekspor-indonesia-usd25-3-miliar-pada-april-2026-naik-21-9-persen"/><item><title>Ekspor Indonesia USD25,3 Miliar pada April 2026, Naik 21,9 Persen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/02/320/3222013/ekspor-indonesia-usd25-3-miliar-pada-april-2026-naik-21-9-persen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/02/320/3222013/ekspor-indonesia-usd25-3-miliar-pada-april-2026-naik-21-9-persen</guid><pubDate>Selasa 02 Juni 2026 11:50 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/02/320/3222013/pelabuhan-Pmty_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor Indonesia USD25,3 Miliar pada April 2026, Naik 21,9 Persen (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/02/320/3222013/pelabuhan-Pmty_large.jpg</image><title>Ekspor Indonesia USD25,3 Miliar pada April 2026, Naik 21,9 Persen (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia USD25,30 miliar pada April 2026. Angka ekspor ini naik 21,98 persen secara tahunan (year on year/yoy) jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengatakan, kinerja ekspor ini diwarnai oleh dinamika yang kontradiktif antara sektor minyak dan gas bumi (migas) serta nonmigas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada April nilai ekspor naik 21,98 persen menjadi USD25,3 miliar,&amp;quot; kata Pudji dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa (2/6/2026).&#13;
&#13;
Nilai pengiriman komoditas migas ke luar negeri tercatat berada di angka USD1,15 miliar, atau mengalami penurunan tipis sebesar 1,20 persen.&#13;
&#13;
Sebaliknya, performa impresif justru ditunjukkan oleh sektor nonmigas yang melesat hingga 23,36 persen dengan nilai kontribusi mendominasi sebesar USD24,15 miliar.&#13;
&#13;
Jika ditarik secara akumulatif sepanjang caturwulan pertama tahun ini, total nilai ekspor Indonesia untuk periode Januari hingga April 2026 sukses menembus level USD92,15 miliar.&#13;
&#13;
Nilai kumulatif tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 5,48 persen jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun lalu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di dalam struktur kumulatif tersebut, ekspor minyak dan gas bumi tercatat membukukan nilai USD4,41 miliar, yang berarti mengalami koreksi sebesar 8,30 persen.&#13;
&#13;
Di sisi lain, ekspor nonmigas tetap tampil perkasa sebagai motor penggerak utama dengan membukukan kenaikan sebesar 6,28 persen serta menyumbang nilai sebesar USD87,74 miliar.&#13;
&#13;
BPS juga mencatat bahwa pilar utama yang memberikan andil paling besar terhadap penguatan kinerja ekspor nasional disokong oleh sektor industri pengolahan.&#13;
&#13;
Sektor ini berhasil mencatatkan ekspansi pertumbuhan sebesar 7,71 persen, dengan nilai total sumbangan yang sangat masif mencapai USD75,57 miliar.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia USD25,30 miliar pada April 2026. Angka ekspor ini naik 21,98 persen secara tahunan (year on year/yoy) jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.&#13;
&#13;
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengatakan, kinerja ekspor ini diwarnai oleh dinamika yang kontradiktif antara sektor minyak dan gas bumi (migas) serta nonmigas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pada April nilai ekspor naik 21,98 persen menjadi USD25,3 miliar,&amp;quot; kata Pudji dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa (2/6/2026).&#13;
&#13;
Nilai pengiriman komoditas migas ke luar negeri tercatat berada di angka USD1,15 miliar, atau mengalami penurunan tipis sebesar 1,20 persen.&#13;
&#13;
Sebaliknya, performa impresif justru ditunjukkan oleh sektor nonmigas yang melesat hingga 23,36 persen dengan nilai kontribusi mendominasi sebesar USD24,15 miliar.&#13;
&#13;
Jika ditarik secara akumulatif sepanjang caturwulan pertama tahun ini, total nilai ekspor Indonesia untuk periode Januari hingga April 2026 sukses menembus level USD92,15 miliar.&#13;
&#13;
Nilai kumulatif tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 5,48 persen jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun lalu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Di dalam struktur kumulatif tersebut, ekspor minyak dan gas bumi tercatat membukukan nilai USD4,41 miliar, yang berarti mengalami koreksi sebesar 8,30 persen.&#13;
&#13;
Di sisi lain, ekspor nonmigas tetap tampil perkasa sebagai motor penggerak utama dengan membukukan kenaikan sebesar 6,28 persen serta menyumbang nilai sebesar USD87,74 miliar.&#13;
&#13;
BPS juga mencatat bahwa pilar utama yang memberikan andil paling besar terhadap penguatan kinerja ekspor nasional disokong oleh sektor industri pengolahan.&#13;
&#13;
Sektor ini berhasil mencatatkan ekspansi pertumbuhan sebesar 7,71 persen, dengan nilai total sumbangan yang sangat masif mencapai USD75,57 miliar.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
