<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Persaingan Bank Bergeser, Tak Lagi Kejar Kredit</title><description>Meningkatkan volume transaksi nasabah, serta memperkuat sumber pendapatan berkelanjutan (fee-based income) di tengah kondisi persaingan&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/02/320/3222034/persaingan-bank-bergeser-tak-lagi-kejar-kredit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/02/320/3222034/persaingan-bank-bergeser-tak-lagi-kejar-kredit"/><item><title>Persaingan Bank Bergeser, Tak Lagi Kejar Kredit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/02/320/3222034/persaingan-bank-bergeser-tak-lagi-kejar-kredit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/02/320/3222034/persaingan-bank-bergeser-tak-lagi-kejar-kredit</guid><pubDate>Selasa 02 Juni 2026 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/02/320/3222034/bank-taCU_large.png" expression="full" type="image/jpeg"> Bank-bank mempercepat langkah transformasi bisnisnya melalui penguatan ecosystem banking. (foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/02/320/3222034/bank-taCU_large.png</image><title> Bank-bank mempercepat langkah transformasi bisnisnya melalui penguatan ecosystem banking. (foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank-bank mempercepat langkah transformasi bisnisnya melalui penguatan ecosystem banking. Strategi ini diambil guna memperbesar penghimpunan dana murah (Current Account Savings Account/CASA), meningkatkan volume transaksi nasabah, serta memperkuat sumber pendapatan berkelanjutan (fee-based income) di tengah kondisi persaingan likuiditas perbankan yang semakin ketat.&#13;
&#13;
Menurut Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, industri perbankan saat ini dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengah dinamika ketegangan geopolitik global, industri perbankan dituntut untuk adaptif dan tidak lagi sekadar mengandalkan strategi penghimpunan dana tradisional yang berbasis pada adu suku bunga tinggi (interest rate-driven funding).&#13;
&#13;
Sebaliknya, bank harus mampu menangkap arus transaksi dan aktivitas ekonomi nasabah secara lebih luas dan terintegrasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Persaingan perbankan saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada penyaluran kredit dan penghimpunan funding konvensional. Ke depan, kemampuan membangun ekosistem dan menjadi bagian dari aktivitas transaksi harian (daily transaction banking) nasabah akan menjadi faktor penentu utama dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,&amp;rdquo; ujar Nixon di Jakarta, Selasa (2/6/2026).&#13;
&#13;
Adapun, per April 2026, BTN mencatatkan pertumbuhan positif pada dana murah. Current account dan savings account (CASA) perseroan secara konsolidasi tercatat tumbuh 8,20% secara tahunan per April 2026, dari Rp199,65 triliun pada April 2025 menjadi Rp216,02 triliun.&#13;
&#13;
Nixon melanjutkan, untuk mengimplementasikan strategi penguatan CASA tersebut, bank yang fokus pada pembiayaan properti ini memanfaatkan kekuatan utamanya, yakni ekosistem perumahan yang selama ini menjadi keunggulan komparatif perseroan. Ekosistem hulu ke hilir ini mencakup para pengembang (developer), kontraktor, toko bangunan, notaris, agen properti, komunitas penghuni perumahan, hingga seluruh jaringan usaha turunan yang terhubung dengan sektor real estat.&#13;
&#13;
Melalui pendekatan ekosistem yang komprehensif, BTN tidak lagi membatasi diri hanya pada pembiayaan kepemilikan rumah (KPR). Perseroan kini memperluas portofolio layanannya ke berbagai aktivitas finansial yang lebih luas, seperti layanan payroll (penggajian), Cash Management System (CMS) untuk pengelolaan kas korporasi, solusi layanan perbankan digital, pembiayaan modal kerja bagi pelaku usaha, serta penyediaan solusi keuangan terintegrasi bagi komunitas di dalam ekosistem tersebut.&#13;
&#13;
Selain memperluas lini produk, transformasi ini juga menyentuh aspek struktural operasional perseroan. BTN mendorong reposisi fundamental jaringan kantor cabangnya di berbagai daerah untuk diubah menjadi pusat pengembangan ekosistem bisnis (business ecosystem hub).&#13;
&#13;
Nixon juga menjelaskan bahwa kantor cabang BTN tidak lagi hanya berfungsi secara pasif sebagai sales outlet atau tempat penjualan produk semata. Jaringan fisik ini harus bertransformasi menjadi motor penggerak utama dalam akuisisi bisnis baru di daerah melalui pemetaan potensi wilayah yang presisi, pembinaan komunitas usaha lokal, serta penciptaan sumber-sumber pertumbuhan baru yang berbasis pada karakteristik ekonomi ekosistem setempat.&#13;
&#13;
Langkah penyegaran ini merupakan bagian dari cetak biru (blueprint) strategi jangka panjang BTN untuk memperkokoh struktur pendanaan bank, meningkatkan keterikatan nasabah (customer engagement), sekaligus mendiversifikasi dan memperbesar kontribusi pendapatan berbasis komisi atau fee-based income.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BTN memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki oleh banyak bank lain, yaitu ekosistem perumahan yang sangat masif. Potensi besar inilah yang akan kami optimalkan secara penuh menjadi sumber mesin pertumbuhan baru, baik dari sisi peningkatan volume transaksi, penguatan rasio dana murah, maupun pengembangan layanan keuangan yang jauh lebih terintegrasi,&amp;rdquo; kata Nixon.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank-bank mempercepat langkah transformasi bisnisnya melalui penguatan ecosystem banking. Strategi ini diambil guna memperbesar penghimpunan dana murah (Current Account Savings Account/CASA), meningkatkan volume transaksi nasabah, serta memperkuat sumber pendapatan berkelanjutan (fee-based income) di tengah kondisi persaingan likuiditas perbankan yang semakin ketat.&#13;
&#13;
Menurut Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, industri perbankan saat ini dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengah dinamika ketegangan geopolitik global, industri perbankan dituntut untuk adaptif dan tidak lagi sekadar mengandalkan strategi penghimpunan dana tradisional yang berbasis pada adu suku bunga tinggi (interest rate-driven funding).&#13;
&#13;
Sebaliknya, bank harus mampu menangkap arus transaksi dan aktivitas ekonomi nasabah secara lebih luas dan terintegrasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Persaingan perbankan saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada penyaluran kredit dan penghimpunan funding konvensional. Ke depan, kemampuan membangun ekosistem dan menjadi bagian dari aktivitas transaksi harian (daily transaction banking) nasabah akan menjadi faktor penentu utama dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,&amp;rdquo; ujar Nixon di Jakarta, Selasa (2/6/2026).&#13;
&#13;
Adapun, per April 2026, BTN mencatatkan pertumbuhan positif pada dana murah. Current account dan savings account (CASA) perseroan secara konsolidasi tercatat tumbuh 8,20% secara tahunan per April 2026, dari Rp199,65 triliun pada April 2025 menjadi Rp216,02 triliun.&#13;
&#13;
Nixon melanjutkan, untuk mengimplementasikan strategi penguatan CASA tersebut, bank yang fokus pada pembiayaan properti ini memanfaatkan kekuatan utamanya, yakni ekosistem perumahan yang selama ini menjadi keunggulan komparatif perseroan. Ekosistem hulu ke hilir ini mencakup para pengembang (developer), kontraktor, toko bangunan, notaris, agen properti, komunitas penghuni perumahan, hingga seluruh jaringan usaha turunan yang terhubung dengan sektor real estat.&#13;
&#13;
Melalui pendekatan ekosistem yang komprehensif, BTN tidak lagi membatasi diri hanya pada pembiayaan kepemilikan rumah (KPR). Perseroan kini memperluas portofolio layanannya ke berbagai aktivitas finansial yang lebih luas, seperti layanan payroll (penggajian), Cash Management System (CMS) untuk pengelolaan kas korporasi, solusi layanan perbankan digital, pembiayaan modal kerja bagi pelaku usaha, serta penyediaan solusi keuangan terintegrasi bagi komunitas di dalam ekosistem tersebut.&#13;
&#13;
Selain memperluas lini produk, transformasi ini juga menyentuh aspek struktural operasional perseroan. BTN mendorong reposisi fundamental jaringan kantor cabangnya di berbagai daerah untuk diubah menjadi pusat pengembangan ekosistem bisnis (business ecosystem hub).&#13;
&#13;
Nixon juga menjelaskan bahwa kantor cabang BTN tidak lagi hanya berfungsi secara pasif sebagai sales outlet atau tempat penjualan produk semata. Jaringan fisik ini harus bertransformasi menjadi motor penggerak utama dalam akuisisi bisnis baru di daerah melalui pemetaan potensi wilayah yang presisi, pembinaan komunitas usaha lokal, serta penciptaan sumber-sumber pertumbuhan baru yang berbasis pada karakteristik ekonomi ekosistem setempat.&#13;
&#13;
Langkah penyegaran ini merupakan bagian dari cetak biru (blueprint) strategi jangka panjang BTN untuk memperkokoh struktur pendanaan bank, meningkatkan keterikatan nasabah (customer engagement), sekaligus mendiversifikasi dan memperbesar kontribusi pendapatan berbasis komisi atau fee-based income.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;BTN memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki oleh banyak bank lain, yaitu ekosistem perumahan yang sangat masif. Potensi besar inilah yang akan kami optimalkan secara penuh menjadi sumber mesin pertumbuhan baru, baik dari sisi peningkatan volume transaksi, penguatan rasio dana murah, maupun pengembangan layanan keuangan yang jauh lebih terintegrasi,&amp;rdquo; kata Nixon.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
