<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> IHSG Anjlok Lebih dari 4 Persen ke 5.600, Ini Biang Keroknya</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok lebih dari 4 persen pada perdagangan hari ini. Pada pukul 10.20, IHSG anjlok 4,21 persen ke 5.693,4.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/04/278/3222469/ihsg-anjlok-lebih-dari-4-persen-ke-5-600-ini-biang-keroknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/04/278/3222469/ihsg-anjlok-lebih-dari-4-persen-ke-5-600-ini-biang-keroknya"/><item><title> IHSG Anjlok Lebih dari 4 Persen ke 5.600, Ini Biang Keroknya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/04/278/3222469/ihsg-anjlok-lebih-dari-4-persen-ke-5-600-ini-biang-keroknya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/04/278/3222469/ihsg-anjlok-lebih-dari-4-persen-ke-5-600-ini-biang-keroknya</guid><pubDate>Kamis 04 Juni 2026 10:30 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/04/278/3222469/ihsg-9Xx0_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg"> IHSG Anjlok Lebih dari 4 Persen ke 5.600, Ini Biang Keroknya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/04/278/3222469/ihsg-9Xx0_large.jpg</image><title> IHSG Anjlok Lebih dari 4 Persen ke 5.600, Ini Biang Keroknya (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok lebih dari 4 persen pada perdagangan hari ini. Pada pukul 10.20, IHSG anjlok 4,21 persen ke 5.693,48. Bahkan, IHSG menyentuh level terendah ke 5.644.&#13;
&#13;
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai koreksi tajam IHSG menunjukkan pasar sedang menghadapi krisis kepercayaan yang cukup serius.&#13;
&#13;
&amp;quot;Koreksi tajam IHSG hingga menembus level psikologis 6.000 dan ditutup di 5.941 pada perdagangan 3 Juni 2026 menjadi sinyal bahwa pasar sedang mengalami krisis kepercayaan yang cukup serius,&amp;rdquo; kata Hendra di Jakarta, Kamis (4/6/2026).&#13;
&#13;
Menurut dia, pelemahan pasar saham tidak hanya dipengaruhi sentimen eksternal, namun juga diperparah oleh sejumlah faktor domestik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap kebijakan ekspor satu pintu, serta berlanjutnya arus keluar dana asing yang menjadi faktor yang mendorong investor mengurangi investasinya pada aset berisiko di Indonesia.&#13;
&#13;
Hendra memandang kondisi itu terlihat kontras karena sebagian besar bursa saham Asia justru bergerak menguat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap pasar domestik lebih banyak berasal dari faktor internal dibandingkan eksternal,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok lebih dari 4 persen pada perdagangan hari ini. Pada pukul 10.20, IHSG anjlok 4,21 persen ke 5.693,48. Bahkan, IHSG menyentuh level terendah ke 5.644.&#13;
&#13;
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menilai koreksi tajam IHSG menunjukkan pasar sedang menghadapi krisis kepercayaan yang cukup serius.&#13;
&#13;
&amp;quot;Koreksi tajam IHSG hingga menembus level psikologis 6.000 dan ditutup di 5.941 pada perdagangan 3 Juni 2026 menjadi sinyal bahwa pasar sedang mengalami krisis kepercayaan yang cukup serius,&amp;rdquo; kata Hendra di Jakarta, Kamis (4/6/2026).&#13;
&#13;
Menurut dia, pelemahan pasar saham tidak hanya dipengaruhi sentimen eksternal, namun juga diperparah oleh sejumlah faktor domestik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap kebijakan ekspor satu pintu, serta berlanjutnya arus keluar dana asing yang menjadi faktor yang mendorong investor mengurangi investasinya pada aset berisiko di Indonesia.&#13;
&#13;
Hendra memandang kondisi itu terlihat kontras karena sebagian besar bursa saham Asia justru bergerak menguat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap pasar domestik lebih banyak berasal dari faktor internal dibandingkan eksternal,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
