<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Purbaya Tarik Utang Baru Tembus Rp386 Triliun di Mei 2026</title><description>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa pemerintah telah merealisasikan penarikan utang baru senilai Rp386 triliun sepanjang lima bulan pertama tahun ini, atau hingga akhir Mei 2026.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/05/320/3222808/purbaya-tarik-utang-baru-tembus-rp386-triliun-di-mei-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/05/320/3222808/purbaya-tarik-utang-baru-tembus-rp386-triliun-di-mei-2026"/><item><title>Purbaya Tarik Utang Baru Tembus Rp386 Triliun di Mei 2026</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/05/320/3222808/purbaya-tarik-utang-baru-tembus-rp386-triliun-di-mei-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/05/320/3222808/purbaya-tarik-utang-baru-tembus-rp386-triliun-di-mei-2026</guid><pubDate>Jum'at 05 Juni 2026 17:11 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/05/320/3222808/menkeu_purbaya-amqY_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/05/320/3222808/menkeu_purbaya-amqY_large.jpg</image><title>Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa pemerintah telah merealisasikan penarikan utang baru senilai Rp386 triliun sepanjang lima bulan pertama tahun ini, atau hingga akhir Mei 2026.&#13;
&#13;
Akumulasi utang baru yang dialokasikan untuk menutup defisit APBN tersebut setara dengan 46,4 persen dari total target pembiayaan utang setahun penuh yang dipatok sebesar Rp832,2 triliun.&#13;
&#13;
Purbaya menegaskan bahwa derasnya penarikan ini membuktikan pasar finansial masih menaruh ekspektasi dan kepercayaan yang tinggi terhadap instrumen obligasi negara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penggemar SUN (surat utang negara) masih cukup banyak tidak ada kehilangan kepercayaan kepada surat utang negara kita,&amp;quot; kata Purbaya di APBN KITA, Jumat (5/6/2026).&#13;
&#13;
Dari keseluruhan total utang baru yang berhasil dihimpun tersebut, Purbaya menjelaskan bahwa sebagian dana dikeluarkan untuk menopang pos pembiayaan non-utang dengan realisasi sebesar Rp6,5 triliun.&#13;
&#13;
Nilai ini setara dengan 4,4 persen dari target pagu APBN 2026 yang dianggarkan senilai Rp143,1 triliun.&#13;
&#13;
Secara fungsional, aliran dana pembiayaan non-utang ini jamak dimanfaatkan oleh pemerintah untuk keperluan pos investasi negara yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat luas.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun realisasi per Mei 2026 yaitu pembiayaan anggaran secara total telah terserap sebesar Rp379,4 triliun.&#13;
&#13;
Angka realisasi ini merepresentasikan pemenuhan sebesar 55,1 persen dari target keseluruhan pembiayaan anggaran hingga akhir tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp689,1 triliun.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan bahwa pemerintah telah merealisasikan penarikan utang baru senilai Rp386 triliun sepanjang lima bulan pertama tahun ini, atau hingga akhir Mei 2026.&#13;
&#13;
Akumulasi utang baru yang dialokasikan untuk menutup defisit APBN tersebut setara dengan 46,4 persen dari total target pembiayaan utang setahun penuh yang dipatok sebesar Rp832,2 triliun.&#13;
&#13;
Purbaya menegaskan bahwa derasnya penarikan ini membuktikan pasar finansial masih menaruh ekspektasi dan kepercayaan yang tinggi terhadap instrumen obligasi negara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penggemar SUN (surat utang negara) masih cukup banyak tidak ada kehilangan kepercayaan kepada surat utang negara kita,&amp;quot; kata Purbaya di APBN KITA, Jumat (5/6/2026).&#13;
&#13;
Dari keseluruhan total utang baru yang berhasil dihimpun tersebut, Purbaya menjelaskan bahwa sebagian dana dikeluarkan untuk menopang pos pembiayaan non-utang dengan realisasi sebesar Rp6,5 triliun.&#13;
&#13;
Nilai ini setara dengan 4,4 persen dari target pagu APBN 2026 yang dianggarkan senilai Rp143,1 triliun.&#13;
&#13;
Secara fungsional, aliran dana pembiayaan non-utang ini jamak dimanfaatkan oleh pemerintah untuk keperluan pos investasi negara yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat luas.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun realisasi per Mei 2026 yaitu pembiayaan anggaran secara total telah terserap sebesar Rp379,4 triliun.&#13;
&#13;
Angka realisasi ini merepresentasikan pemenuhan sebesar 55,1 persen dari target keseluruhan pembiayaan anggaran hingga akhir tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp689,1 triliun.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
