<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Purbaya Janji Ringankan Beban Pedagang dan Ibu Rumah Tangga</title><description>Kebijakan fiskal dan moneter sudah bersinergi dengan baik, maka hal tersebut diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan pasar terhadap nilai tukar rupiah.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/06/320/3222947/purbaya-janji-ringankan-beban-pedagang-dan-ibu-rumah-tangga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/06/320/3222947/purbaya-janji-ringankan-beban-pedagang-dan-ibu-rumah-tangga"/><item><title>Purbaya Janji Ringankan Beban Pedagang dan Ibu Rumah Tangga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/06/320/3222947/purbaya-janji-ringankan-beban-pedagang-dan-ibu-rumah-tangga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/06/320/3222947/purbaya-janji-ringankan-beban-pedagang-dan-ibu-rumah-tangga</guid><pubDate>Sabtu 06 Juni 2026 12:07 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/06/320/3222947/purbaya-6PY7_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjanjikan meringankan beban ekonomi yang dirasakan masyarakat. (Foto: Okezone.com/IMG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/06/320/3222947/purbaya-6PY7_large.jpg</image><title>Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjanjikan meringankan beban ekonomi yang dirasakan masyarakat. (Foto: Okezone.com/IMG)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjanjikan bahwa beban ekonomi yang dirasakan masyarakat, terutama pedagang dan ibu rumah tangga, ke depan tidak akan semakin berat. Ia menyebut bahwa apabila kebijakan fiskal dan moneter sudah bersinergi dengan baik, maka hal tersebut diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan pasar terhadap nilai tukar rupiah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga rupiah akan menguat secara signifikan dan tidak melemah ke level yang lebih rendah dari sekarang. Yang penting adalah kita ingin melihat dampak ke masyarakat yang positif dari rupiah,&amp;quot; kata Purbaya usai menggelar pertemuan tertutup dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).&#13;
&#13;
Ia mengaku mendengar bahwa penjual tempe dan tahu belakangan ini mengeluhkan keuntungannya yang tergerus akibat pelemahan rupiah. Kondisi tersebut bahkan memaksa mereka menaikkan harga karena bahan baku masih diimpor.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan kebijakan yang lebih baik ke depan, kita akan melihat rupiah yang lebih stabil sehingga para pedagang tahu tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik, tidak terbebani lagi, serta tidak mengalami kenaikan beban hidup yang terlalu signifikan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi sinkronisasi kebijakan ini sangat baik untuk ekonomi kita, baik di level makro maupun di level mikro ke depannya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjanjikan bahwa beban ekonomi yang dirasakan masyarakat, terutama pedagang dan ibu rumah tangga, ke depan tidak akan semakin berat. Ia menyebut bahwa apabila kebijakan fiskal dan moneter sudah bersinergi dengan baik, maka hal tersebut diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan pasar terhadap nilai tukar rupiah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga rupiah akan menguat secara signifikan dan tidak melemah ke level yang lebih rendah dari sekarang. Yang penting adalah kita ingin melihat dampak ke masyarakat yang positif dari rupiah,&amp;quot; kata Purbaya usai menggelar pertemuan tertutup dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).&#13;
&#13;
Ia mengaku mendengar bahwa penjual tempe dan tahu belakangan ini mengeluhkan keuntungannya yang tergerus akibat pelemahan rupiah. Kondisi tersebut bahkan memaksa mereka menaikkan harga karena bahan baku masih diimpor.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dengan kebijakan yang lebih baik ke depan, kita akan melihat rupiah yang lebih stabil sehingga para pedagang tahu tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik, tidak terbebani lagi, serta tidak mengalami kenaikan beban hidup yang terlalu signifikan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi sinkronisasi kebijakan ini sangat baik untuk ekonomi kita, baik di level makro maupun di level mikro ke depannya,&amp;quot; tuturnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
