<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Provinsi dengan Kasus PHK Tertinggi 2026</title><description>Data dalam Satu Data Kemnaker menunjukkan bahwa kasus PHK paling banyak terkonsentrasi di sejumlah provinsi dengan basis industri besar,&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/07/320/3223019/5-provinsi-dengan-kasus-phk-tertinggi-2026</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/07/320/3223019/5-provinsi-dengan-kasus-phk-tertinggi-2026"/><item><title>5 Provinsi dengan Kasus PHK Tertinggi 2026</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/07/320/3223019/5-provinsi-dengan-kasus-phk-tertinggi-2026</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/07/320/3223019/5-provinsi-dengan-kasus-phk-tertinggi-2026</guid><pubDate>Minggu 07 Juni 2026 06:04 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/06/320/3223019/phk-UDzB_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 23.470 pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/06/320/3223019/phk-UDzB_large.png</image><title>Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 23.470 pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 23.470 pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia sepanjang Januari hingga Mei 2026.&#13;
&#13;
Data dalam Satu Data Kemnaker menunjukkan bahwa kasus PHK paling banyak terkonsentrasi di sejumlah provinsi dengan basis industri besar, terutama di Pulau Jawa dan Kalimantan.&#13;
&#13;
1. Jawa Barat Jadi Penyumbang Terbesar&#13;
&#13;
Jawa Barat mencatat angka PHK tertinggi secara nasional, yakni 5.044 pekerja atau sekitar 21,49% dari total kasus PHK di Indonesia. Angka ini menjadikan Jawa Barat sebagai wilayah paling terdampak di awal 2026.&#13;
&#13;
2. Banten dan Jawa Timur Menyusul&#13;
&#13;
Provinsi Banten berada di posisi kedua dengan 2.596 pekerja terdampak PHK. Sementara itu, Jawa Timur mencatat 2.332 pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja selama periode yang sama.&#13;
&#13;
3. Kalimantan Masuk Lima Besar&#13;
&#13;
Dari wilayah Kalimantan, dua provinsi masuk dalam lima besar kasus PHK tertinggi. Kalimantan Selatan mencatat 1.841 pekerja terdampak, disusul Kalimantan Timur dengan 1.831 pekerja.&#13;
&#13;
4. Konsentrasi di Kawasan Industri&#13;
&#13;
Dominasi provinsi-provinsi tersebut menunjukkan bahwa kawasan industri padat tenaga kerja masih menjadi titik paling rentan terhadap gelombang PHK di awal 2026, seiring dinamika sektor manufaktur dan industri pengolahan.&#13;
&#13;
5. Potensi Gelombang PHK Masih Berlanjut&#13;
&#13;
Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh memperkirakan gelombang PHK masih berpotensi berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, dengan jumlah bisa mencapai sekitar 9.000 pekerja di sedikitnya 10 perusahaan.&#13;
&#13;
Wakil Presiden KSPI, Kahar S. Cahyono, menyebut sejumlah PHK telah terjadi di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Serang dan Jawa Timur, yang sebagian besar melibatkan pekerja sektor manufaktur dan otomotif.&#13;
&#13;
Baca Selengkapnya: 5 Provinsi dengan Korban PHK Terbanyak Sepanjang 2026&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 23.470 pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia sepanjang Januari hingga Mei 2026.&#13;
&#13;
Data dalam Satu Data Kemnaker menunjukkan bahwa kasus PHK paling banyak terkonsentrasi di sejumlah provinsi dengan basis industri besar, terutama di Pulau Jawa dan Kalimantan.&#13;
&#13;
1. Jawa Barat Jadi Penyumbang Terbesar&#13;
&#13;
Jawa Barat mencatat angka PHK tertinggi secara nasional, yakni 5.044 pekerja atau sekitar 21,49% dari total kasus PHK di Indonesia. Angka ini menjadikan Jawa Barat sebagai wilayah paling terdampak di awal 2026.&#13;
&#13;
2. Banten dan Jawa Timur Menyusul&#13;
&#13;
Provinsi Banten berada di posisi kedua dengan 2.596 pekerja terdampak PHK. Sementara itu, Jawa Timur mencatat 2.332 pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja selama periode yang sama.&#13;
&#13;
3. Kalimantan Masuk Lima Besar&#13;
&#13;
Dari wilayah Kalimantan, dua provinsi masuk dalam lima besar kasus PHK tertinggi. Kalimantan Selatan mencatat 1.841 pekerja terdampak, disusul Kalimantan Timur dengan 1.831 pekerja.&#13;
&#13;
4. Konsentrasi di Kawasan Industri&#13;
&#13;
Dominasi provinsi-provinsi tersebut menunjukkan bahwa kawasan industri padat tenaga kerja masih menjadi titik paling rentan terhadap gelombang PHK di awal 2026, seiring dinamika sektor manufaktur dan industri pengolahan.&#13;
&#13;
5. Potensi Gelombang PHK Masih Berlanjut&#13;
&#13;
Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh memperkirakan gelombang PHK masih berpotensi berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, dengan jumlah bisa mencapai sekitar 9.000 pekerja di sedikitnya 10 perusahaan.&#13;
&#13;
Wakil Presiden KSPI, Kahar S. Cahyono, menyebut sejumlah PHK telah terjadi di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Serang dan Jawa Timur, yang sebagian besar melibatkan pekerja sektor manufaktur dan otomotif.&#13;
&#13;
Baca Selengkapnya: 5 Provinsi dengan Korban PHK Terbanyak Sepanjang 2026&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
