<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Purbaya Usul Perluasan Beasiswa LPDP Khusus di Sektor Syariah</title><description>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan langkah strategis berupa perluasan cakupan skema beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk menyasar talenta-talenta terbaik di bidang ekonomi syariah. Transformasi program ini didesain agar lebih inklusif dan merata melalui penyediaan program pembinaan khusus (matrikulasi) sebelum para penerima beasiswa menempuh studi di universitas-universitas terkemuka dunia.&#13;
</description><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/08/320/3223258/purbaya-usul-perluasan-beasiswa-lpdp-khusus-di-sektor-syariah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2026/06/08/320/3223258/purbaya-usul-perluasan-beasiswa-lpdp-khusus-di-sektor-syariah"/><item><title>Purbaya Usul Perluasan Beasiswa LPDP Khusus di Sektor Syariah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2026/06/08/320/3223258/purbaya-usul-perluasan-beasiswa-lpdp-khusus-di-sektor-syariah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2026/06/08/320/3223258/purbaya-usul-perluasan-beasiswa-lpdp-khusus-di-sektor-syariah</guid><pubDate>Senin 08 Juni 2026 11:52 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/06/08/320/3223258/menkeu_purbaya-5oVd_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/06/08/320/3223258/menkeu_purbaya-5oVd_large.jpg</image><title>Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan langkah strategis berupa perluasan cakupan skema beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk menyasar talenta-talenta terbaik di bidang ekonomi syariah. Transformasi program ini didesain agar lebih inklusif dan merata melalui penyediaan program pembinaan khusus (matrikulasi) sebelum para penerima beasiswa menempuh studi di universitas-universitas terkemuka dunia.&#13;
&#13;
Gagasan tersebut dilemparkan Purbaya dalam forum Rapat Rutin Badan Pengurus Harian Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) di Jakarta. Bendahara Negara ini memastikan dukungan pembiayaan dari APBN maupun instrumen kebijakan fiskal siap digelontorkan, asalkan cetak biru program yang disodorkan memiliki struktur yang matang dan memberikan dampak konkret bagi perekonomian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pengembangan ekonomi syariah harus berorientasi pada substansi, bukan sekadar simbolisme,&amp;quot; ujar Purbaya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (8/6/2026).&#13;
&#13;
Purbaya kemudian memberikan komparasi dengan keberhasilan sistem perbankan komunitas (sparkassen) di Jerman yang secara esensi mengadopsi kemiripan nilai dengan prinsip syariah dalam menopang ketahanan ekonomi daerah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Prinsip ekonomi syariah sesungguhnya dapat berjalan secara efektif dan menjadi fondasi bagi pembangunan ekonomi yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan,&amp;rdquo; ungkap Purbaya.&#13;
&#13;
Merespons tawaran kolaborasi tersebut, Ketua Umum IAEI Nasaruddin Umar mengakui ada pekerjaan rumah (PR) besar yang mengganjal, yakni masih minimnya tingkat literasi ekonomi syariah di kalangan publik domestik walau Indonesia memegang predikat sebagai negara dengan basis populasi Muslim terbesar di global.&#13;
&#13;
Untuk itu, sinergi yang melibatkan regulator, akademisi, pelaku industri, hingga lembaga pemikir (think tank) menjadi hal yang mutlak.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;IAEI harus menjadi pusat pengembangan pemikiran dan strategi ekonomi syariah Indonesia. Gagasan dari para akademisi, ulama, dan pakar harus diterjemahkan menjadi kebijakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas,&amp;quot; tegas Nasaruddin.&#13;
&#13;
Urgensi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lewat jalur beasiswa khusus ini kian mendesak jika mengacu pada indikator makro. Laporan terbaru State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2025/26 menunjukkan posisi Indonesia melorot ke peringkat keempat dunia dalam Global Islamic Economy Indicator (GIEI).&#13;
&#13;
Meskipun kokoh di posisi puncak untuk sektor pakaian sopan (Modest Fashion) serta berada di peringkat tiga besar untuk ceruk Makanan Halal (Halal Food) serta Media &amp;amp; Rekreasi, posisi Indonesia justru tertinggal di sektor fundamental, yakni sektor Keuangan Syariah (Islamic Finance) yang terlempar dari zona lima besar dunia.&#13;
&#13;
Guna membalikkan keadaan, IAEI memproyeksikan tahun 2026 sebagai tahun akselerasi organisasi melalui eksekusi peta jalan ekonomi syariah nasional secara masif.&#13;
&#13;
Rencana aksi ke depan akan difokuskan pada empat pilar utama, yakni pembenahan dan penguatan kelembagaan internal, dongkrak kapasitas kompetensi SDM lewat pendidikan lanjutan, penguatan riset dan pengembangan berbasis data ilmiah dan ekspansi jejaring kemitraan di kancah internasional untuk memperluas kontribusi pemikiran global.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan langkah strategis berupa perluasan cakupan skema beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk menyasar talenta-talenta terbaik di bidang ekonomi syariah. Transformasi program ini didesain agar lebih inklusif dan merata melalui penyediaan program pembinaan khusus (matrikulasi) sebelum para penerima beasiswa menempuh studi di universitas-universitas terkemuka dunia.&#13;
&#13;
Gagasan tersebut dilemparkan Purbaya dalam forum Rapat Rutin Badan Pengurus Harian Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) di Jakarta. Bendahara Negara ini memastikan dukungan pembiayaan dari APBN maupun instrumen kebijakan fiskal siap digelontorkan, asalkan cetak biru program yang disodorkan memiliki struktur yang matang dan memberikan dampak konkret bagi perekonomian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pengembangan ekonomi syariah harus berorientasi pada substansi, bukan sekadar simbolisme,&amp;quot; ujar Purbaya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (8/6/2026).&#13;
&#13;
Purbaya kemudian memberikan komparasi dengan keberhasilan sistem perbankan komunitas (sparkassen) di Jerman yang secara esensi mengadopsi kemiripan nilai dengan prinsip syariah dalam menopang ketahanan ekonomi daerah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Prinsip ekonomi syariah sesungguhnya dapat berjalan secara efektif dan menjadi fondasi bagi pembangunan ekonomi yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan,&amp;rdquo; ungkap Purbaya.&#13;
&#13;
Merespons tawaran kolaborasi tersebut, Ketua Umum IAEI Nasaruddin Umar mengakui ada pekerjaan rumah (PR) besar yang mengganjal, yakni masih minimnya tingkat literasi ekonomi syariah di kalangan publik domestik walau Indonesia memegang predikat sebagai negara dengan basis populasi Muslim terbesar di global.&#13;
&#13;
Untuk itu, sinergi yang melibatkan regulator, akademisi, pelaku industri, hingga lembaga pemikir (think tank) menjadi hal yang mutlak.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;IAEI harus menjadi pusat pengembangan pemikiran dan strategi ekonomi syariah Indonesia. Gagasan dari para akademisi, ulama, dan pakar harus diterjemahkan menjadi kebijakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas,&amp;quot; tegas Nasaruddin.&#13;
&#13;
Urgensi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lewat jalur beasiswa khusus ini kian mendesak jika mengacu pada indikator makro. Laporan terbaru State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2025/26 menunjukkan posisi Indonesia melorot ke peringkat keempat dunia dalam Global Islamic Economy Indicator (GIEI).&#13;
&#13;
Meskipun kokoh di posisi puncak untuk sektor pakaian sopan (Modest Fashion) serta berada di peringkat tiga besar untuk ceruk Makanan Halal (Halal Food) serta Media &amp;amp; Rekreasi, posisi Indonesia justru tertinggal di sektor fundamental, yakni sektor Keuangan Syariah (Islamic Finance) yang terlempar dari zona lima besar dunia.&#13;
&#13;
Guna membalikkan keadaan, IAEI memproyeksikan tahun 2026 sebagai tahun akselerasi organisasi melalui eksekusi peta jalan ekonomi syariah nasional secara masif.&#13;
&#13;
Rencana aksi ke depan akan difokuskan pada empat pilar utama, yakni pembenahan dan penguatan kelembagaan internal, dongkrak kapasitas kompetensi SDM lewat pendidikan lanjutan, penguatan riset dan pengembangan berbasis data ilmiah dan ekspansi jejaring kemitraan di kancah internasional untuk memperluas kontribusi pemikiran global.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
